
Hari ini, hari kepulangan mereka ke Negara M. Pak Liam dan Bibi Gail begitu senang ketika di beri kabar mereka akan kembali.
Semua orang sibuk membereskan baju-baju mereka, suasana mansion Xander terlihat ricuh.
"Apa ada yang melihat kemeja hitam ku?" teriak Athes.
"Tidak," sahut mereka semua.
"Hey, celanaku ada dimana?" tanya Philip.
"Kau yang memakai nya kenapa tanya orang lain," sahut Sergio seraya memasukan baju ke dalam koper.
Kericuhan itu hanya berlaku untuk Athes and the geng, Philip dan Keenan. Karena untuk pasangan yang sudah menikah, mereka tidak lagi membutuhkan baju-baju yang sudah di pakai di mansion Xander. Kenapa harus membawa nya, mereka bisa membeli lagi nanti.
Tapi untuk Athes and the geng, Philip dan Keenan, mereka tidak mau rugi. Semua baju yang di beli di Negara X harus di bawa ke Negara M. Hemat itu baik menurut mereka.
Miawww ... miaawww
Mereka celengak-celinguk kala mendengar suara anak kucing, bahkan sampai memeriksa ke bawah meja dan kursi.
Mmiaaww ... mmiaww
"Hey, kucing darimana itu?" tanya Athes.
Mereka masih mencari-cari dimana kemungkinan anak kucing itu berasal.
Sampai akhirnya empat bocil itu datang dengan pakaian rapih, Maxime dan Arsen memakai jas hitam dengan dasi pita di leher mereka dan juga mereka menyeret koper masing-masing, mereka juga memakai kaca mata yang menambahkan kesan cool di wajahnya.
Sementara Miwa dan Tessa memakai dress pink dengan rambut panjang di gerai, mereka menyeret koper berwarna pink pula.
Athes and the geng, Philip dan Keenan hanya ternganga melihat penampilan ke empat bocil itu sampai akhirnya suara kucing itu kembali terdengar.
Sky menuruni anak tangga seraya menautkan kedua alisnya.
"Kucing dari mana itu?" tanya Sky.
Semua orang tidak menjawab tapi mengalihkan pandangan mereka ke arah empat bocil yang sedang bergeming tak jauh dari mereka.
"Maxime ..." tanya Sky seraya menatap penuh isyarat ke arah anaknya.
"Bubu mau ikut naik pesawat mommy," sahut Maxime.
"Siapa Bubu?" tanya Sky.
__ADS_1
Dan Maxime pun membuka koper nya, semua membulatkan mata sempurna kala melihat dua anak kucing di dalam koper kecil Maxime.
"Astaga Maxime ..." gumam Sky tak habis pikir dengan tingkah anaknya.
"Maxime keluarkan mereka," titah Sky.
Maxime menggeleng. "Nooo Mommy ... mereka mau naik pesawat."
"Mom kasian Bubu, Mom." Sambung Miwa.
"Bubu mau jalan-jalan Mommy," timpal Arsen.
Arsen dan Tessa memang memanggil Mommy dan Daddy kepada orang tua Maxime dan Miwa begitu pula sebaliknya. Keempat bocil itu menganggap orang tua mereka satu sama lain.
"Ya, tapi tidak di masukkan ke dalam koper. Mereka akan mati," tutur Sky yang menahan frustasi nya melihat ke empat bocil di depan nya ini.
Dan Thomas pun menuruni anak tangga menghampiri mereka semua.
"Ulah apa lagi yang mereka lakukan Sky."
"Daddy ..." Tessa melentangakan tangan nya meminta di gendong. Dan Thomas pun menggendong anaknya.
"Mereka memasukan kucing ke dalam koper," sahut Sky.
Miwa yang tidak tega melihat Maxime dan Arsen mencoba membela mereka.
"Mommy, jangan malahin Max dan Alsen." Miwa berlari memeluk kaki Sky.
"Tidak, Mommy tidak marah sayang." Sky mengelus puncak kepala putrinya.
Thomas berdecak seraya menggelengkan kepala. "Ck ck ck ... kalian sayang dengan kucing itu?" tanya Thomas yang di jawab anggukan kepala dari Maxime dan Arsen.
"Siapa namanya?"
"Bubu," sahut Arsen dengan masih menunduk.
"Kalau sayang jangan buat Bubu kesakitan, gendong Bubu seperti Daddy Thomas gendong Tessa, oke."
"Tapi Bubu tidak suka di gendong," ucap Maxime.
"Mungkin karena Max salah menggendongnya, jadi Bubu engga nyaman," tutur Thomas.
Maxime dan Arsen pun mendongak. "Ohhh begitu ya, Dad."
__ADS_1
Thomas mengangguk. "Coba, Daddy mau lihat. Kalian menggendong nya seperti apa."
Maxime dan Arsen pun mengambil anak kucing itu dan menggendongnya dengan cara memeluk leher si kucing dengan keras sampai tubuhnya menggantung. Si kucing pun memberontak seraya terus bersuara.
"Tuh, tidak suka Bubu," ucap Maxime.
"Astaga ..." Thomas mendengus, jelas saja kedua anak kucing itu tidak suka. Cara menggendong nya saja membuat mereka kesakitan.
Alhasil Thomas mengajarkan cara menggendong yang benar kepada Maxime dan Arsen setelah menurunkan Tessa.
Dan si kucing pun terlihat diam dan menikmati elusan tangan kedua bocil itu.
"Nah seperti itu, Bubu suka di elus. Elus mereka sampai tidur, oke."
Maxime dan Arsen tersenyum seraya terus mengelus tubuh kedua anak kucingnya.
"Oke, Dad." Sahut mereka berdua.
"Kecil saja sudah begini, apalagi besar nanti," gumam Keenan.
"Aku tidak perduli jika besar nanti mereka tetap menjadi anak yang jail. Yang aku takutkan mereka tumbuh menjadi lelaki kejam," sambung Philip.
*
Baru saja mereka semua keluar dari mansion sebuah anak panah menancap ke halaman membuat mereka semua terkejut.
Javier, Sekretaris Han dan Thomas segera menggendong anak-anak mereka. Athes berjalan mengambil anak panah dengan gulungan kertas di ikat di sana. Lalu memberikan nya kepada Javier.
Aku kembali Javier. Salam untuk Maxime.
^^^Mudork^^^
Xander mengambil kertas di tangan Javier lalu membaca nya dan menggeram kesal sampai meremas kertas itu.
"Kepar*t!!"
Semua orang tidak terlihat bingung, mereka semua sudah yakin itu pasti dari mudork. Sky, Kara dan Liana terlihat sangat panik.
.
.
Bersambung
__ADS_1