Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#43


__ADS_3

Mereka sudah sampai di mansion, Carla sudah tidak bersama mereka lagi karena hubungannya dengan Javier sudah selesai. Thomas dan Philip menyambut mereka di depan mansion karena mereka pulang lebih dulu.


"Pergilah ke kamar, aku akan bicara dulu dengan Pak Liam dan yang lain," ucap Javier seraya mengelus pipi istrinya.


"Aku ingin bicara dulu dengan Athes dan yang lain, " jawab Sky.


Javier mendelik ke arah mereka. Mereka yang tadinya sibuk memandang Javier dan Sky kini mengalihkan pandangan mereka kemana saja, yang penting jangan sampai Javier tahu mereka memperhatikan Javier dan Sky.


Asal kalian tahu, sesampai nya di mansion mereka masih menggunakan pakaian aneh mereka. Satpam, wanita hamil, tukang bubur, OB, koki dan pria kecil memakai bathrobe.


"Baiklah, jangan lama." Sky mengangguk. Javier masuk diikuti Pak Liam dan sekretaris Han.


"Hei." Sky tersenyum menghampiri mereka.


Mereka membungkukan badan. "Hallo nyonya."


"Ah, jangan terlalu sopan!" Sky menepuk bahu Aiden. Lelaki itu terbelalak seketika.


Nyonya nya ini bertingkah seperti teman dekat saja.


"Panggil aku Sky saja," lanjut Sky membujuk mereka.


"Tidak, nyonya. Kami masih ingin hidup," jawab Athes.


"Kalian memanggilku Sky ketika Javier tidak disampingku saja, bagaimana?"


Mereka melirik satu sama lain, seakan akan berunding dengan perkataan Sky. Sampai akhirnya.


"Baik, nyonya. Eh Sky," ujar Aiden. Sky tersenyum.


"Hallo Sky hehehe." Jonathan memanggil Sky seraya melambaikan tangan.


Ini pertama kalinya ia memanggil Sky tanpa sebutan nyonya. Ia cengengesan, rasanya begitu lucu memanggil nyonya nya ini seperti teman dekat.


"Hallo Sky hehehe." Aiden melakukan hal yang sama.


"Namamu bagus Sky hehehe." Kini Sergio yang bersuara.


Mereka cengengesan satu sama lain, Sky pun ikut tertawa melihatnya. Tapi tiba tiba pandangan Samuel terhenti tepat di leher putih Sky.


"Itu apa Sky?" Sergio menunjuk leher Sky seraya melirik ke arah teman temannya.


Athes dan yang lain pun memicingkan matanya ke leher Sky berusaha melihatnya dengan jelas.

__ADS_1


"I-itu..."


"Apa? Dimana?" tanya Sky seraya meraba raba lehernya bingung.


Mereka melihat satu sama lain. Mereka tahu tanda merah di leher Sky itu, tapi kenapa Sky terlihat bingung. Apa gadis itu tidak menyadarinya? atau memang sepolos itu.


"I-itu tanda merah di lehermu, Sky. Mungkin bekas gigitan serangga," ucap Athes berbohong.


"Serangga? Benarkah?"


"Sepertinya serangga nya buas sekali, Sky," ujar Nicholas menahan senyumnya.


"Iya, sampai bekasnya sangat merah," timpal Samuel yang sama sama menahan senyumnya.


"Tapi aku tidak ingat ada serangga yang mengigitku," ujar Sky dengan dahi mengkerut seolah olah berusaha berfikir kapan serangga itu mengigit lehernya.


"Sky, aku bisa meramal," ujar Sergio.


"Sepertinya Serangga itu berbahaya. Hari ini dia mengigitmu sampai meninggalkan satu bekas merah. Mungkin besok jadi dua, Sky." Mereka tersenyum tipis, Sky sepolos itu kah.


"Sky kau harus hati hati dengan serangga itu," ucap Jonathan dengan wajah serius.


"Memangnya kenapa?" tanya Sky tak kalah serius. Karena ia berfikir serangga itu benar benar berbahaya.


Mereka membicarakan serangga berbahaya itu kepada Sky seolah olah memberitahu gadis itu serangga yang mengigit lehernya sangat-sangat berbahaya.


"Kau tau, Sky. Bukan leher saja yang serangga itu suka, dia suka bagian bagian yang empuk," ucap Aiden.


"Dia juga suka bagian yang mulus, Sky." Kini Samuel yang berkomentar.


"Benarkah?" tanya Sky membulatkan mata. "Serangga apa itu?"


"Dia berbahaya. Bisa menyimpan anaknya di tubuhmu," lanjut Sergio serius membuat Sky semakin bingung.


"Ya, perutmu akan membesar kalau anak serangga itu mulai tumbuh di perutmu," lanjut Jonathan.


"Anak serangga? bagaimana bisa aku mengandung anak serangga?" tanya Sky bingung menatap mereka bergantian.


"*Tentu saja bisa, kau kan menikah dengan serangga buas itu, Sky," batin Athes.


......💥💥💥*......


Setelah pembicaraan serangga itu selesai Sky masuk ke kamarnya, Athes dan yang lain kembali ke kamar mereka masing-masing di ruang bawah tanah.

__ADS_1


Sky sedang di kamar mandi, mengoleskan minyak di lehernya. Tepatnya di bekas gigitan serangga itu.


Javier masuk setelah berunding dengan Pak Liam dan yang lain soal penyerangan yang datang tiba-tiba. Thomas masih belum menemukan siapa dalang dari penyerangan itu, sepertinya memang bukan orang biasa. Thomas saja kesulitan melacak mereka.


Javier membuka pintu kamar mandi ketika tidak menemukan istrinya di ranjang.


"Kau sedang apa?" tanya Javier yang melihat Sky sibuk mengolesi sesuatu di lehernya.


"Ada serangga yang mengigitku. Aku sedang mengolesinya minyak agar merahnya cepat hilang."


"Benarkah?" Javier menaikkan satu alisnya lalu berjalan menghampiri Sky.


"Coba aku lihat."


Sky pun berbalik, Javier menggerakkan wajahnya ke samping melihat bekas gigitan serangga itu dan ia membulatkan mata.


Ini kan hasil maha karyanya sendiri.


"Siapa yang bilang ini gigitan serangga?"


"Athes dan yang lain," jawab Sky jujur.


"Mereka bilang gigitannya akan bertambah," lanjut Sky.


Javier menahan senyumnya. "Mereka benar. Gigitan nya pasti bertambah. Kau harus hati-hati dengan serangga itu, sepertinya serangga itu tidak bisa menahan diri untuk tidak mengigitmu."


"Benarkah?" Tanya Sky membulatkan mata. "Kenapa hanya aku yang di gigit? Kenapa kau tidak?"


Javier meraup kedua pipi Sky seraya tersenyum "Karena serangga ku terlalu polos. Dia tidak tau cara mengigitku." Javier sedang menyindir kepolosan istrinya ini.


"Curang, harusnya dia mengigitmu juga."


"Aku akan mengajari serangga ku agar mengigitku setiap hari." Javier lalu memeluk tubuh istrinya seraya tersenyum geli melihat tingkah Sky.


Dulu Sky seorang gadis yang pembangkang, Javier tidak menyangka gadis pembangkang ini sangat polos.


Sky hanya diam di pelukan Javier. Lagi lagi pelukan ini tidak sama seperti biasanya. Pelukan ini membuat Sky nyaman dan gugup di waktu yang sama. Ah kenapa ia sering gugup di dekat Javier sekarang.


Javier melepaskan pelukannya, masih memegang kedua pipi Sky dengan senyumnya. Sky hanya diam memperhatikan wajah Javier.


Sampai akhirnya Javier memiringkan kepalanya mendekati Sky dan berakhir dengan ciuman lembut di kamar mandi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2