Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#109


__ADS_3

Sore hari Sky kembali ke mansion. Suasana mansion terasa sepi, orang-orang entah pergi kemana.


Karena sepi Sky memilih duduk di sofa, tidak naik ke atas dan kembali ke kamar seperti biasanya.


Ia menonton kartun dengan santai nya sesekali ia tertawa kala ada adegan lucu di kartun itu.


Tak lama kemudian, ia mendengar suara langkah kaki dari belakang. Sky menoleh dan itu ternyata Javier.


Javier tersenyum tipis melihat istrinya sedang menonton tv. Sky langsung memalingkan lagi wajahnya, mau kabur ke kamar tapi tidak sempat karena Javier sudah duduk di sampingnya.


Sky merasa canggung, ada adegan lucu di kartun ia tidak tertawa lagi. Javier ikut menonton di samping istrinya dengan sesekali menoleh ke arah Sky.


Sky hanya memainkan jari-jemarinya di atas bantal kursi.


Javier tersenyum tipis sampai akhirnya ia memilih membelai rambut Sky dengan lembut. Sky terbelalak akan hal itu, apa suaminya lupa mereka sedang marahan.


Jari-jemari Javier turun ke telinga Sky, lalu beralih mengelus lembut pipinya. Sky menghela nafas sementara Javier tersenyum tipis.


Jari-jemari Javier kembali turun, kali ini mengelus lembut leher Sky. Sky memejamkan mata sesaat menahan rasa gelinya.


Javier tersenyum miring melihat itu. Ia tidak perduli Sky masih marah atau tidak. Ia yakin Sky tidak akan mampu menahan gairah yang di bangkitkan Javier.


Sky mulai meremas bantal kursi, Javier sedikit menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan istrinya.


Satu tangan nya merangkul pundak Sky, memijat lembut pundak istrinya. Sementara tangan yang lain masih asik bermain di leher Sky.


Sky menghela nafas lagi, alam bawah sadarnya berusaha mengingatkan dirinya kalau dia dan Javier masih belum berbaikan.


Tapi tubuhnya bereaksi lain, tubuh Sky malah menikmati tangan Javier yang nakal.

__ADS_1


Selama beberapa menit terus seperti itu sampai akhirnya Sky hendak beranjak dari kursi tapi belum sampai ia kabur ke atas, Javier menarik tangan Sky dan akhirnya jatuh di pangkuan nya.


"Mau kemana sayang hmm?" tanya Javier berbicara tepat di telinga Sky dan itu membuat Sky bergidik geli.


"A-aku mau ke kamar ..."


Javier tersenyum. "Aku akan mengantarmu ke kamar."


Pria itu menggendong tubuh Sky naik ke atas. Sky hanya diam tidak memberontak. Javier yakin itu karena gairah Sky yang di bangkitkan olehnya.


"Sudah di sini saja." Di depan pintu Sky minta di turunkan tapi nyatanya pria itu malah menendang pintu dengan keras sampai terbuka.


Sky melebarkan mata, sementara Javier masuk ke kamar dengan Sky dalam gendongan nya.


Ia menidurkan Sky di ranjang, berbalik sebentar untuk mengunci pintu.


Sky beringsut menjauhi Javier. "K-kau mau apa?"


Javier naik ke ranjang menarik pelan tubuh istrinya dan memberikan ciuman yang hangat. Dan lagi, Javier semakin senang kala Sky tidak memberontak.


Apa Sky sudah menahan nya dari bawah tadi sampai tak mampu untuk menolak suaminya.


Mereka saling melampiaskan rasa rindu satu sama lain. Sky mengesampingkan amarahnya terhadap Javier. Tubuhnya tidak bisa di ajak bekerja sama, bukan nya menolak malah menikmati.


Setelah rasa rindu itu selesai, mereka berada di balik selimut tanpa satu helai benang pun. Javier memeluk Sky dari belakang dengan tangan mengelus tangan Sky.


Sky masih diam, tidak tahu harus mengatakan apa.


"Sayang ... aku sepertinya menemukan perempuan yang hampir membunuh mu saat kecil. Masih belum tau dia dimana, tapi aku yakin dia pelakunya."

__ADS_1


"Kenapa berfikir dia pelakunya?" tanya Sky.


"Karena banyak pelayan wanita yang di pecat dari mansion ini. Dan mereka belum menghapus tatto itu setelah di pecat."


"Oh ..."


Javier menaikkan satu alisnya. Mendongak menatap wajah Sky.


"Hanya, oh?"


Sky menoleh ke arah Javier tapi kembali memalingkan wajahnya. Sebenarnya ia malu kenapa harus berakhir dengan seperti ini, ia begitu menikmati permainan yang di berikan Javier tadi.


Javier tersenyum dan berbisik. "Kau mau lagi hm?"


"T-tidak ..."


"Benarkah?" Javier menggoda Sky lagi dengan mencium telinga nya.


"Aku akan membuktikan kalau bukan Ayahku yang hampir membunuh mu sayang," ucap Javier yang berakhir menciumi Sky dengan ganas.


Dan lagi, ada apa dengan tubuh Sky. Apa dia sudah terbiasa dengan permainan Javier sampai-sampai enggan menolak rasanya.


Javier menghentikan ciuman nya sesaat lalu mengelus perut Sky.


"Stock di dalam sini sudah mati semua sepertinya sayang, mereka gagal berlomba. Aku akan mengirim yang baru lagi sekarang."


Javier tersenyum kala melihat Sky tidak mengatakan apa-apa. Hanya meremas ujung bantal saja.


Dan akhirnya mereka kembali melakukan nya lagi. Kemarahan Sky kalah karena godaan dari suaminya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2