
Xander melangkah menghampiri putrinya tapi tangan nya di tahan oleh Javier.
Xander mendelik, memperingati Javier agar melepaskan tangan nya.
Javier pun melepaskan cengkraman tangan nya, Javier hanya takut. Takut tidak mendapatkan restu.
Xander membuka pintu mobil. "Kau baik-baik saja, Nak?" tanya nya kepada Sky.
Sky mengangguk. "Iya, aku baik-baik saja, Dad."
Sky pun keluar di bantu oleh Xander. Pria itu mengenggam tangan putrinya untuk masuk ke mobilnya.
"Tidak akan aku biarkan kau menyakiti putriku lagi!!"
Di saat Sky hendak masuk Javier memanggil nya.
"Sky ..."
Sky menoleh tapi hanya sebentar. Gadis itu masuk ke mobil Xander.
Javier menghela nafas melihat sikap istrinya yang dingin.
Xander membawa pulang Sky ke mansion sementara itu Keenan keluar dari mobil dan memaksa Sekretaris Han keluar dari mobil itu.
"Keluar!! keluar kau set*n!!" ucapnya dengan menarik-narik kerah baju Sekretaris Han.
"Jangan sentuh aku idiot!!" Sekretaris Han menepis tangan Keenan.
Mau tak mau Sekretaris Han pun keluar dan Keenan melajukan mobil nya menyusul Xander.
Setelah sampai di mansion Xander dan Sky masuk ke dalam dan duduk di sofa.
"Bagaimana bisa Javier yang menjadi lawanmu?"
Sky mengangkat kedua bahu nya. "Aku tidak tahu, Keenan tidak memberitahuku kalau De Willson group yang menjadi lawan ku hari ini."
"Si bodoh itu dasar!!" kesal Xander.
"Lagipula Keenan tidak tahu kalau Javier suamiku, Dad. Jadi wajar dia tidak memberitahuku kalau De Willson group lah yang akan datang pagi ini," sahut Sky.
Dan tak lama kemudian Keenan masuk dan bergabung bersama mereka.
__ADS_1
"Hei, kau. Bod*h sekali kau ini, kenapa tidak memberitahu lawan bisnis kita kepada Sky!!" kesal Xander.
"Sejak kapan Sky ingin tahu siapa lawan bisnisnya. Dia selalu bilang tidak ada yang berat untuknya," sahut Keenan.
Xander hanya berdecak lalu menoleh ke arah Sky.
"Sekarang bagaimana? Kau sudah terlanjur bertemu dengan Javier," ucap Xander kepada Sky.
"Memang nya kalian kenal dengan mereka?" tanya Keenan.
"Bukan urusanmu!!" sahut Xander.
Sky menghela nafas "Aku tidak tahu, Dad." Tiba-tiba Sky memikirkan kala Javier menci*m nya di mobil.
Pria itu juga menyentuh perutnya dan bersamaan dengan itu si kembar tiba-tiba menendang. Apa mereka senang karena elusan Ayahnya.
Tiba-tiba bel berbunyi. Semua menoleh ke arah pintu.
"Siapa?" tanya Xander.
Keenan mengangkat kedua bahu nya lalu beranjak membuka pintu dan ternyata itu.
Xander dan Sky menoleh ke arah pintu mendengar teriakan Keenan.
"Sebenarnya kalian punya masalah apa dengan kami?" tanya Keenan kepada Javier dan Sekretaris Han yang berdiri di pintu.
Xander pun beranjak menghampiri mereka.
"Ada urusan apa kalian berdua datang kemari?!!" tanya Xander datang.
"Aku ingin bertemu istriku," sahut Javier.
"I-istri?" tanya Keenan bingung menatap Xander dan Javier bergantian.
"Siapa yang kau maksud istri?" tanya Keenan lagi.
"Siapa lagi ... Sky Alexander," pekik Sekretaris Han.
"S-sky? istrimu? benarkah?" tanya Keenan seraya melebarkan matanya tidak percaya.
"Ya. Aku Ayah si kembar," ucap Javier.
__ADS_1
"Tidak ada Ayah yang membuang anak dan istrinya," sahut Xander.
"Berhentilah membahas itu!! aku datang ke sini untuk meminta maaf kepada istriku!!"
Xander menoleh ke arah sofa, Sky sudah tidak ada di sana.
"Putriku tidak mau bertemu denganmu. Kalau dia mau menemuimu dia tidak akan pergi ke kamarnya."
"Beri aku waktu sebentar."
"Tidak!!"
"Ayolah Xander ..."
"Tidak!!"
Javier menghembuskan nafas ia akan mencari cara lain menemui istrinya.
"Baiklah, aku pergi."
Javier pun pergi bersama Sekretaris Han yang baru saja melempar tatapan permusuhan kepada Keenan.
Keenan mengepalkan tangan nya di udara, ingin sekali menonjok wajah Sekretaris Han.
Xander masuk kembali ke dalam dan Keenan langsung menyerbu Xander dengan banyak pertanyaan.
"Benarkah dia suami, Sky? Ayah si kembar? lalu kenapa dia baru datang sekarang? dan kenapa Sky sepertinya membenci pria itu? Apa mereka sudah cerai?"
Xander berdecak kesal. "Stop membahas dia sial*n!!"
Xander pun naik ke kamarnya meninggalkann Keenan yang bergumam sendiran.
"Aku kan hanya bertanya, anak dan Ayah sama-sama menyebalkan. Dan kalau benar pria tadi itu suami Sky, maka mereka juga menyebaljan. SEMUA ORANG DI SINI MENYEBALKAN!!" teriak Keenan.
Pria itu memilih ke dapur mencari apapun yang bisa di makan setelah menghadapi orang-orang tidak jelas hari ini.
Di mulai dari gagal memenangkan tender, Sky yang tiba-tiba di bawa lari, pria yang mengaku suaminya dan Sekretaris set*n menyebalkan itu juga menganggu mood nya hari ini.
Untung saja kerja bersama Xander mampu membuat hidupnya berubah menjadi tercukupi.
Bersambung
__ADS_1