Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#68


__ADS_3

Javier keluar dari kamar mandi sementara Sky masih saja duduk menonton televisi.


"Kau masih menonton kartun itu hm?" Ia mencium pipi Sky dengan tubuh polos tanpa baju. Javier hanya mengenakan bawahan saja.


Sky hanya tersenyum tipis ke arah Javier. Javier mencium lagi pipinya. Menghujani wajah Sky dengan ciuman nya.


Sky bergerak berusaha mendorong Javier. "Ja--Javier."


"Kenapa hm?" Javier menaikkan satu alisnya bingung.


"Tidak. Aku hanya lelah." Sky menjawab dengan pandangan masih mengarah ke televisi.


"Sky ..." panggil Javier.


Javier merasa ada yang tidak beres dengan Sky, istrinya itu tiba-tiba sangat dingin sekarang.


Sky menoleh.


"Ada apa?" tanya Javier.


Sky menggeleng. "Tidak. Aku hanya lelah." Sky beranjak tapi Javier menahan tangan nya.


"Duduklah kita bicara."


"Aku lelah ..." Sky melepaskan tangan Javier tapi Javier tidak menyerah. Ia beranjak dan memeluk Sky dari belakang agar istrinya itu tidak bisa pergi.


"Kenapa hm? bicara saja."


"Aku bilang aku lelah, lepaskan aku." Sky bergerak memberontak.


"Tidak. Sebelum kau bicara!"


"Javier!!" Sky berbicara setengah membentak.


Javier segera memutar tubuh Sky menghadap nya.


"Ada apa? kau kenapa tiba-tiba marah seperti ini?" Javier masih berbicara lembut bahkan pria itu mengelus pipi Sky.


Sky menepisnya. "Aku ingin tidur siang."

__ADS_1


Sky berjalan mendekati ranjang tapi Javier menarik tangan Sky.


"Ada apa, Sky? tolong jangan membuatku bingung seperti ini."


"Berapa kali aku harus bilang aku lelah, Javier!!" Sky berteriak membuat Javier terdiam seketika.


Gadis itu masuk ke dalam selimut. Nafas Javier naik turun melihat sikap Sky, tangan nya mengepal tapi ia memejamkan mata berusaha tidak terpancing dengan emosi Sky yang entah karena apa.


Javier menghela nafas membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya pelan tapi Sky justru menarik kembali selimutnya dengan kasar.


Alhasil emosi Javier mulai terpancing sekarang. Ia menarik lagi selimut itu tak kalah kasarnya.


"Bangun!!" perintah Javier.


Sky masih diam.


"Sky!!"


Tidak ada jawaban.


Javier mendengus dan menarik tangan Sky dengan kasar. Sky meringis.


"Sakit?" tanya Javier.


"Kau pikir sikapmu yang seperti ini tidak membuatku sakit?!"


"Kau ini kenapa?!!" tanya Sky.


"Aku yang harusnya bertanya seperti itu, Sky!!" Javier membentak Sky.


Gadis itu terhentak kaget tapi emosinya juga malah terpancing.


"Berhentilah bersikap kasar denganku, Javier!! Kau selalu bersikap semaumu!!"


"ADA APA DENGANMU?!!" Emosi Javier sudah di puncak kemarahan nya. Ia menatap tajam Sky dengan rahangnya yang mengeras.


"Aku memelukmu terkadang kau memberontak!! aku mencium mu kau malah mendorongku!! aku memegangmu kau menyuruhku untuk diam!!" Javier mengingat kejadian di meja makan dimana ia mengelus punggung Sky dan gadis itu meminta tangan nya untuk diam.


"DAN SEKARANG KAU BILANG AKU BERSIKAP SEMAUKU?!!"

__ADS_1


"Lalu bagaimana denganmu, Sky?!!"


Sky terdiam dengan kemarahan Javier.


"Kita membuat surat perjanjian, apa kau benar-benar mematuhi isi perjanjian itu? Tidak Sky!! Aku bilang peluk aku ketika tidur, apa kau memelukku? Tidak!! aku meminta morning kiss setiap hari, apa kau melakukannya? Tidak!! Tidak ada yang kau lakukan satu pun!!"


Sky menghela nafas dan ia berteriak tak kalah kerasnya.


"Kau yang mengganti isi dari surat perjanjian itu , kau sendiri yang curang Javier!! Perjanjian itu tidak di sepakati oleh kedua belah pihak!!"


Javier membahas isi dari surat perjanjian yang sudah di tanda tangani Sky.


Pria itu menggosok sudut bibirnya dengan gejolak kemarahan yang terus meluap.


"Kau keberatan dengan isi perjanjian itu, Sky?!! KAU KEBERATAN?!!


"Padahal isi dari surat perjanjian itu hanya tugas seorang istri pada umumnya!!"


Ya, isinya hanya Javier yang meminta di peluk, ketika tidur, morning kiss dan Sky tidak boleh membantah apapun yang dia katakan.


"Kalau kau keberatan aku akan membakarnya!!" Javier mengambil surat perjanjian itu di laci dan membakarnya di depan Sky.


Sky hanya diam seraya memperhatikan surat perjanjian yang sudah setengah terbakar.


Sementara dada Javier masih naik turun, emosinya belum reda. Ia memijit kepalanya frustasi.


"Sudah?"


"Surat perjanjian itu sudah tidak ada lagi!! kau boleh melakukan apapun yang kau mau sekarang!! bahkan kau boleh membantah ucapanku!!" Javier sudah di ambang frustasinya, ia sudah menyerah menghadapi Sky. Tapi tetap saja ia tidak akan melepaskan istrinya begitu saja.


Javier hendak pergi dari kamar tapi langkahnya kembali terhenti. Ia membalik memandang Sky yang masih bergeming.


"Katamu kau mencintaiku, kalimatmu di taman malam itu ternyata hanya omong kosong, Sky!!"


"A-aku ..."


Belum selesai bicara Javier memilih pergi dari kamar meninggalkan Sky sendirian setelah mengambil kaos putih di lemari. Mungkin ia butuh waktu untuk menenangkan dirinya sendiri dengan menjauhi istrinya sebentar.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2