
Sky menaburi bunga di makam Ibunya bersama Javier. Sebelum pergi ia mampir ke makam Alexa.
Sky mengusap batu nisan dengan tersenyum tipis.
"Ibu ... maafkan Sky, karena baru sekarang Sky bisa menangkap Mama Elsa. Sky tidak menyangka kalau Mama Elsa yang membuat Ibu seperti ini," lirihnya.
Javier yang berada di samping Sky hanya bisa mengelus istrinya.
"Aku bersama suamiku sekarang, Bu. Dia jahat ..."
"Hei!!" pekik Javier, bisa-bisanya istrinya menggadu ke orang yang sudah meninggal seperti itu.
"Kau memang jahat, By. Menukarku dengan hukuman Papah Herry," sahut Sky dengan sedikit berbisik.
"Tapi sekarang kau baik," lanjut Sky dengan tersenyum.
Javier menghela nafas, tidak jadi kesal melihat senyuman istrinya.
Setelah mengirimkan doa untuk mendiang Ibunya, Sky dan Javier pun pergi dari makam itu.
Mereka pun berada di dalam pesawat pribadi milik Javier. Selama perjalanan Javier memeluk istrinya, bahkan sesekali mencium gadis itu.
Setelah sampai Javier mengajak Sky mengganti bajunya terlebih dahulu. Ia tidak mau istrinya sakit.
Javier mengenakan Coat, sarung tangan, beanie sebagai pelindung kepala agar tidak kedinginan, earmuff penghangat telinga untuk Sky, sepatu boots dan syal.
Jangan tanya seberapa kesal Sky dengan tingkah Javier sekarang. Ini bukan kali pertama ia bersenang-senang di musim salju, saat kecil Alexa pernah membawa nya bermain salju juga tapi tidak dengan pakaian rumit seperti ini.
"Sudah sayang ..." Javier tersenyum menepuk-nepuk pipi istrinya.
Mereka pun turun dari pesawat dan tentu saja Javier langsung membawa Sky main salju.
Sky dengan senangnya membuat Olaf tapi ia mengerutkan dahi nya melihat hasil maha karya suaminya.
"Itu apa, By?" tanya Sky.
"Olaf juga," sahut Javier.
"Olaf tidak seperti itu, itu seperti pisang."
__ADS_1
"Iya, ini olaf yang kerja malam di ranjang sayang," sahut Javier seraya mengedipkan matanya ke arah Sky.
Sky melebarkan matanya, ia baru mengerti maksud suaminya. "Hei ... astaga kenapa membuat itu!!"
Sky langsung menghancurkan maha karya suaminya membuat Javier malah tertawa.
"Bagaimana kalau ada yang melihat, By ..."
"Mereka tidak akan mengerti aku membuat apa sayang," ucapnya di sela-sela tawa nya.
Setelah olaf yang di buat Sky jadi, gadis itu meminta Javier memotret nya.
Sky tersenyum seraya memeluk olaf.
"Satu ... dua ... tiga ..."
cekrek.
"Sekarang kita foto berdua," ujar Sky.
"Tidak, aku tidak mau. Kau saja."
Javier sangat benci selfie seperti ini, bahkan di ponsel nya tidak ada foto dirinya sendiri.
Tapi karena Sky merengek akhirnya Javier pun menuruti keinginan suaminya.
Sky bergaya dengan membulatkan bibirnya, Javier melihat camera tanpa ekspresi.
Yang kedua Sky tersenyum dengan Javier mencium gemas pipi Sky.
Dan tiba-tiba.
Oeekk.
"Sayang kenapa?" tanya Javier panik.
"Tidak, aku hanya sedikit mual."
"Kita ke hotel sekarang, oke. Kau pasti kedinginan di sini."
__ADS_1
Javier pun membawa Sky ke hotel, menidurkan nya di ranjang.
Ia membuat teh hangat untuk istrinya tapi tiba-tiba Javier memikirkan sesuatu.
"Apa jangan-jangan Sky hamil," batin Javier.
Suara sendok memutar-mutar di gelas terus bersuara, karena Javier malah asik melamun.
"By ... mana teh nya."
Javier menoleh. "Eh, iya sebentar sayang."
"Ini, minum yang banyak."
Sky meminum teh itu sementara Javier mengelus kepala Sky dengan penuh kasih sayang.
Ia tersenyum tipis, semoga saja apa yang ada di pikiran nya benar. Semoga Sky benar-benar hamil.
...💥💥💥...
Seorang pria dengan pakaian serba hitam, memakai kaca mata, masker dan kupluk hitam datang menghampiri makam Alexa.
Ia mengelus nisan Alexa lalu membuka kaca matanya.
"Dia sudah besar, Al. Anak kita sudah besar, dia sangat mirip denganmu ... cantik."
"Aku menyesal karena tidak membawamu dan Sky pergi dari kota ini. Aku menyesal membiarkan mu bersama Herry," lirihnya.
"Sesuai dengan janji kita, aku boleh merawat Sky ketika usia nya dua puluh tahun. Tapi lihatlah, anak gadisku di ambil pria lain. Walaupun aku mengenal pria itu ... tapi bukan kah seharusnya ia meminta izin untuk menikahi putriku, benar bukan? dia malah menukar anak gadis kita dengan hukuman Herry."
"Apa aku harus menghukum pria itu, Al. Aku tidak akan membiarkan siapapun mempermainkan anakku. Tidak Herry, tidak Javier. Herry harus mati karena menyiksa anakku begitu lama dan Javier, ah aku akan memikirkan hukuman apa yang pantas untuk dia."
"Dan aku juga akan membalaskan dendam mu terhadap Elsa, Al."
"Seandai nya kau bisa mencintaiku sedikit saja, Al. Semua ini tidak akan terjadi," lirihnya.
Ia menghela nafas berat. "Aku merindukanmu ... kau satu-satu nya wanita untukku. Tunggu aku sayang ... tidak lama lagi mungkin aku akan menyusulmu. Tidak ada wanita lain untukku. Tugasku sekarang hanya memastikan putriku benar-benar bahagia di tangan Javier."
"Jika putriku bahagia aku akan membiarkan dia bersama Javier. Tapi jika putriku terluka, walau sedikit saja. Tak akan aku maafkan pria itu."
__ADS_1
Bersambung