
Sekretaris Han kembali ke mobil. Ia lebih memilih tidur di mobil saja dari pada seperti gelandangan tidur di semak-semak.
Dan ia sangat kesal karena ternyata setelah dua jam menunggu Javier masih belum kembali dari kamar Sky. Sedang apa pria itu.
Di dalam sana Javier sedang menunggu Sky tidur pulas, ia masih telungkup di kolong kasur. Jujur saja, badan nya sangat pegal sekali tapi ia tidak bisa keluar ketika Sky masih bergerak-gerak di atas kasur.
Sampai akhirnya Javier merasa suasana hening, tidak lagi merasa kasurnya bergerak lagi.
Ia merangkak perlahan untuk keluar dan mengintip sebentar istrinya. Dan benar, Sky sudah tertidur. Javier tersenyum senang.
Ia perlahan naik ke kasur, berusaha sangat hati-hati agar Sky tidak bangun.
Mereka tidur saling berhadapan. Sky tidur pulas dengan kedua tangan di tindih kepala.
Javier sangat merindukan istrinya ini. Ia tersenyum mengelus pelan wajah istrinya.
"Kau sangat cantik," lirihnya.
Dan kemudian bayangan Javier membiarkan Sky di bawah derasnya air hujan tengah malam itu kembali muncul.
Javier merasa sangat bersalah akan hal itu sampai memandang wajah istrinya berkaca-kaca.
"Kau pasti sangat membenciku," lirih Javier.
"Sayang apa kau akan marah kalau tau aku ada di sampingmu sekarang?"
"Apa kau akan memaafkanku di saat kau bilang kata maaf sudah tidak ada artinya lagi ..."
Sky tidak bangun dengan celotehan Javier. Gadis itu memang seperti kerbau betina ketika tidur. Sulit untuk bangun.
"Sayang apa kau akan percaya jika aku bilang aku mencintaimu?"
"Apa tidak ada lagi aku di hidupmu sayang?"
Javier menghela nafas berat. Semua pertanyaan itu hanya mampu ia tanyakan kepada Sky ketika gadis itu tidak sadarkan diri saja.
Kalau menanyakan langsung kepada Sky ketika dia sedang sadar, Javier takut. Takut mendengar jawaban Sky, bagaimana jika gadis itu menjawab tidak mencintai lagi Javier.
"Aku ingin memelukmu," lirih Javier.
__ADS_1
Kemudian pandangan nya turun ke perut Sky yang besar. Ia dengan hati-hati mengelus perut itu.
"Kalian sedang apa di dalam sana?"
"Maafkan Daddy ... Daddy menyakiti Mommy kalian sampai Daddy tidak bisa menemani kalian tumbuh di perut Mommy ..."
"Bahkan Daddy saja tidak tahu kalian perempuan atau laki-laki. Daddy jahat, bukan? tolong jangan benci Daddy ya twins. Cukup Mommy kalian yang membenci Daddy ..."
Ia tersenyum getir mengelus perut Sky.
"Apa kalian membuat Mommy kalian kesusahan? Apa mommy kalian banyak mengidam yang aneh-aneh twins? Ah, Daddy ingin sekali menanyakan hal itu kepada Mommy ... Daddy ingin mendengar cerita Mommy kalian yang membawa kalian kemana-mana selama tujuh bulan ini."
Ia tersenyum lagi dan Javier terlonjak kala mendengar suara Sky yang mendesis kesakitan.
Dan lagi, tangan Javier yang masih menempel di perut Sky bisa merasakan kalau si kembar menendang. Dan mungkin itu yang membuat Sky hampir terbangun, huh jangan tangan seberapa paniknya Javier sampai mematung menyiapkan diri jika Sky terbangun dan mengamuk kepada dirinya.
Tapi ternyata ... gadis itu kembali tertidur membuat Javier menghembuskan nafas lega.
Javier kembali mengelus perut Sky. "Sssttt ... jangan menendang Mommy," ucap Javier pelan.
"Tolong kerjasama dengan Daddy malam ini, oke. Daddy masih mau di sini, jangan di tendang lagi."
Aku pulang mencari hotel. Kau menginap saja di situ dan jangan mengangguku.
Javier berdecak lalu kembali mematikan ponselnya dan menyimpan nya di saku.
"Bahkan aku tidak menyuruhmu menunggu," gumam Javier untuk Sekretaris Han.
Javier kembali memandang istrinya dengan pandangan takjub ... Makin hari Sky makin cantik saja. Apalagi ada si kembar, tubuhnya semakin seksi.
Javier pun tertidur di samping Sky. Ia sudah siap mendengar amukan Sky dan Xander besok pagi.
...💥💥💥💥...
BRUKH
"Akkhh!!" Javier memegang pingangnya kala merasakan tendangan yang cukup keras.
"Kau ... kenapa kau di sini?!!" teriak Sky.
__ADS_1
"Sky ... Sky aku."
BUGH
BUGH
BUGH
Gadis itu melempar bantal dan guling seenaknya. Javier hanya melindungi kepala nya dari benda-benda lunak itu.
"PERGI!! teriak Sky.
Javier dengan cepat beranjak, ia sangat panik melihat Sky yang sedang hamil marah-marah seperti itu.
"Sayang ... sayang ... hei, jangan marah-marah. Kau sedang hamil, ingat."
Sky menatap geram Javier. "Kalau kau tahu aku sedang hamil seharusnya jangan mengangguku dan masuk sembarangan ke kamar orang!!"
"Sayang aku hanya ingin melihat si kembar."
"Alasan!!"
Suara pintu pun terdengar, Xander dan Keenan berteriak di balik pintu seraya menggedor-gedor pintu dengan panik.
"Sky ... apa kau baik-baik saja, buka pintunya!!"
"A-aku baik-baik saja, Dad," teriak Sky.
"Cepat keluar!!" geram Sky kepada Javier.
"Kau tidak mau ketauan oleh Daddy ku, bukan?"
"Aku akan melawan Xander," sahut Javier.
"Jangan berani menyentuh Daddy ku!!" ucap Sky yang melihat Javier yang berjalan mendekati pintu.
"Tenang, Sayang. Dia lawan yang seimbang," ucap Javier mengingat Xander juga seorang mafia.
"Berhentila memanggilku sayang!!" kesal Sky.
__ADS_1
Bersambung