Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#114


__ADS_3

Mereka sampai di taman, keduanya keluar dari mobil dan Sky berjalan untuk mengambil tikar dan juga beberapa makanan di bagasi mobil seperti roti, minuman dan beberapa makanan ringan.


Sebenarnya Javier menolak acara liburan seperti ini, tapi istri nya sangat memaksa. Alhasil mengalah lagi saja.


Sky keluar dari mobil membuka bagasi, ketika ia hendak membawa cemilan nya.


"Apa ini?" Sky mengambil sesuatu di bagasi mobil itu, seperti tumpukan selimut karena terlihat tebal.


"Ini kan Teddy," ucap Sky melebarkan matanya kala kostum badut beruang tiba-tiba ada di mobil Javier.


"Sayang ..." panggil Javier melangkah mendekati Sky.


Javier lebih melebarkan matanya lagi, ah kenapa ia lupa kalau kostum badut itu ia simpan di bagasi mobil, sial.


"Ini punya siapa?" tanya Sky.


"I-itu ..."


"Ini punya Teddy kan ... kenapa ada di mobil?"


"Aku ... aku ..."


Sky tiba-tiba tersenyum ke arah Javier. "Apa jangan-jangan ..."


"Tidak sayang, tidak. Bukan aku," sahut Javier yang tahu apa isi pikiran istrinya in


"Benarkah?" tanya Sky dengan masih tersenyum.


"Kau kemarin seperti ini, bukan?" Sky menggerakan pinggulnya ke kanan ke kiri dan memutar lalu meloncat-loncat.


Selepas itu ia tertawa. "Hahahaha jadi teddy bergoyang itu suamiku sendiri," goda Sky.


Javier menghembuskan nafas dan akhirnya mengakui. "Iya sayang ... itu aku."


Javier langsung merangkul istrinya menyeret nya masuk ke taman. "Sudahh ... hentikan itu," pinta Javier yang melihat istrinya masih saja meledeki dirinya badut.


"Hei ... makanan nya ..." teriak Sky.


"Aku akan mengambilnya nanti," sahut Javier yang masih menyeret istrinya.


Mereka pun mengerai tikar di taman, yang lain juga melakukan hal yang sama. Di atas tikar terdapat beberapa makanan. Semua arah pandang memandang Javier, bukan tanpa alasan Javier menjadi pusat perhatian pasalnya pria itu memakai kostum badut atas permintaan Sky. Walaupun kepala badut nya tidak di pakai.

__ADS_1


"Sayang lihat ... semua orang memperhatikanku," pekik Javier.


"Sudahlah, aku sekalian pakai kepala badutnya saja."


Javier hendak memasang kepala badut beruang nya tapi Sky menahan nya.


"Kau akan kesulitan makan kalau pakai itu."


"Kalau begitu aku akan membuka baju badut nya saja."


Sky mengerucutkan bibirnya Javier yang melihat itu pun mendengus.


"Oke ... oke ... aku tidak akan membukanya. Tapi suapi aku makan," pintanya.


Sky tersenyum senang. "Siap my teddy bear."


Javier tersenyum melihat itu.


"Mau makan apa, By?"


"Salad."


"Huhh di saat seperti ini salad lagi ... salad lagi ..."


"Hei, harusnya kau yang belajar makan sayur sesekali."


"Sayur musuhku ----Aaaa." Sky menyuapi suami badut nya.


Sesekali mereka tertawa kala Sky memainkan sendok nya di udara. Mereka bercanda satu sama lain.


Javier tidak pernah seperti ini bersama Zivania, mereka lebih sering makan di restaurant mewah dengan gaun yang indah dari pada menggerai tikar di taman.


"By kita foto ya." Sky mengeluarkan camera dari dalam tas nya.


"Kau mengajakku berfoto dengan kostum badut tidak berguna ini," kesal Javier.


"Itu ada gunanya, By. Kau kan datang di hari ulang tahunku memakai kostum badut itu."


Javier menghela nafas, Sky pun tersenyum mengarahkan camera ke wajah dirinya dan suaminya.


"Ayo ... senyum."

__ADS_1


Cekrek


Sky melihat hasil fotonya. "Hasilnya lebih bagus kalau ada seseorang yang memfotokan kita, By. Tunggu ..."


Sky beranjak menghampiri seseorang di taman dan mengacuhkan teriakan suaminya. Ah, rumit sekali hanya foto saja.


"Mas ... boleh minta tolong fotokan aku dan suamiku."


Lelaki itu membalik lalu melebarkan matanya kaget. "Loh ... Sky."


"Jonathan," ucap Sky. "Sedang apa di sini?" lanjutnya.


"Aku sedang jogging bersama yang lain. Tuh mereka ..." Yang lain sedang sibuk membeli makanan.


"HEI!!" teriak Jonathan kepada Athes dan yang lain.


Mereka pun menoleh, Sky melambaikan tangan ke arah mereka semua dan mereka semua pun membalasnya seraya berjalan menghampiri Sky.


Javier mengerutkan dahinya, bingung kepada siapa istrinya itu melambaikan tangan.


Ia mengikuti arah pandang istrinya dan Javier melotot ketika melihat anak buah gila nya ada di taman. Pantas saja tadi pagi ia cari di mansion tidak ada ternyata mereka sedang jogging di sini.


Javier langsung membuang muka, ah bagaimana ini, enam orang anak buah nya pasti akan melihatnya memakai kostum badut.


"Sky kau sedang apa di sini?" tanya Aiden yang baru datang.


"Aku sedang makan bersama suamiku."


"T-tuan Javier?" ucap Sergio. Sky mengangguk.


Mereka menoleh satu sama lain, bagaimana bisa seorang Javier De Willson mau makan di taman seperti ini.


Mereka pun celengak-celinguk mencari Tuan nya. Tidak ketemu, jelas saja Javier kan memakai kostum badut. Dan lagi pria itu membelakangi Sky dan yang lain agar tidak terlihat.


"Dimana Tuan Javier?" tanya Samuel.


"Tuh, di sana."


Deg


Jantung Javier seakan berhenti seketika, tolonglah kenapa istrinya malah menunjuk ke arahnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2