Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#Athes and the geng (Flashback 05)


__ADS_3

Jonathan duduk menunduk dengan penuh penyesalan setelah mabuk dan memuntahi Tuan nya.


Di telinga nya seakan ada yang berbisik kalau ia akan di pecat, Jonathan menghela nafas.


Javier duduk di depan Jonathan menatapnya tajam bersama yang lain.


Dan tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan Thomas dan Seketaris Han ikut bergabung bersama yang lain.


Sebelum duduk Sekretaris Han menoleh ke arah Jonathan seraya menggelengkan kepala lalu duduk di samping kanan Javier sedangkan Thomas duduk di samping kiri Javier.


Jonathan benar-benar seperti sedang di introgasi sekarang.


"Hanya karena perempuan kau sampai mabuk dan muntah di bajuku Jonathan!" Kesal Javier.


"Apa kau tidak malu? ini masalah kecil!" lanjut Javier.


"Tidak ada yang namanya masalah kecil ketika sudah berhubungan dengan perempuan," sahut Sekretaris Han.


Javier menoleh ke arah Sekretaris Han. "Apa maksudmu? kau membela nya?!"


"Apa kau tidak ingat, kau dulu juga mabuk berat saat di tinggalkan Sky ke Negara X, bahkan kau sampai di pukuli beberapa orang dan kau tidak melawan. Perusahaan hampir bangkrut di tanganmu. Lihat ... kau lebih parah dari Jonathan!" balas Sekretaris Han membuat Philip dan yang lain menahan tawa nya.


Javier terlihat kikuk lalu berdecak. "Seharusnya aku tidak menyuruhmu datang ke sini, Han." gumam nya.


"Perempuan memang lebih sulit di banding mengendalikan senapan," sambung Thomas.


"Aku tebak, kau pasti bertengkar lagi dengan Liana," ucap Philip.


"Tidak sial*n!!" sahut Thomas.


"Sudah ... sudah ... aku di sini untuk menghukum Jonathan!"


Jonathan sontak mendongak mendengar ucapan Javier.


Lalu pria itu memasang muka memelas. "Tuan ... jangan Tuan ... saya tadi tidak sengaja."


"Tunggu, Nicholas dimana?" tanya Athes seraya celengak-celinguk mencari keberadaan Nicholas yang baru sadar tidak ada di antara mereka semua.


"Tadi ketika Jonathan mabuk, dia keluar," sahut Aiden.

__ADS_1


"Akhir-akhir ini aku sering melihat Nicholas senyum-senyum sendiri melihat ponsel nya," sambung Sergio lalu menoleh ke arah Aiden.


"Kau juga, kau sama gila nya seperti Nicholas. Setiap malam tertawa sendiri!"


"Itu bukan urusanmu!" sahut Aiden.


"Tentu saja menjadi urusanku, karena tertawa mu itu menganggu tidur nyenyak ku!" sahut Sergio.


"Kalau begitu kau pindah kamar saja!" balas Aiden.


"Seharusnya kau yang pindah kamar dan sadar diri untuk tidak menganggu orang lain tengah malam dengan suara tawa mu yang menyebalkan!"


"Sudah cukup ... Apa di antara kalian ada yang punya pacar selain Jonathan?" tanya Sekretaris Han.


Sontak Athes and the geng saling menoleh lalu menggelengkan kepala.


Javier melihat Aiden menggelengkan kepala dengan ragu.


"Kau pasti punya!" ujar Javier menatap Aiden.


Kini semua orang tertuju ke wajah Aiden.


"Apa?! memangnya kenapa kalau aku punya!" sentak Aiden.


"Ku pikir tidak akan ada perempuan yang mau menjadi kekasih kalian melihat sikap tol*l kalian ini," sambung Thomas.


"HEI!!" teriak mereka bersamaan tidak terima di sebut tol*l.


"Jav, lihatlah mereka semakin berani semenjak dekat dengan kita. Dulu bertemu denganku saja selalu menunduk sekarang berani berteriak," ucap Thomas memandang tidak suka Athes and the geng.


"Kau jadi menghukum Jonathan atau tidak?" tanya Sekretaris Han.


Jonathan yang sudah sedikit lega karena pembahasan soal hukuman nya teralihkan dengan pembicaraan yang lain malah kembali di ingatkan oleh Sekretaris Han.


"Aku sedang memikirkan hukuman apa yang tepat untuk nya," sahut Javier seraya menggosok dagu dengan ibu jari dan jari telunjuknya.


Melihat tatapan Javier seperti itu membuat Jonathan semakin bergidik takut saja.


Pintu terbuka memperlihatkan Nicholas yang baru masuk seraya bersiul santai lalu duduk di samping Aiden.

__ADS_1


Semua orang tertuju ke arah Nicholas.


"Kau darimana?" tanya Samuel.


"Jalan-jalan," sahut Nicholas.


"Ohhh." Samuel mengangguk-ngangguk.


"Tunggu, ini apa?" Aiden menunjuk bercak merah di leher Nicholas.


Sontak Nicholas menutupi leher dengan tangan nya.


"Kau ..." Keenan menunjuk Nicholas. "Kau baru pulang berkencan dengan kekasihmu, Nicholas?" tanya Keenan.


"Astagaa ... biasanya perempuan yang mendapatkan bercak merah dari pria, tapi kenapa kau terbalik." Sergio menggelengkan kepala.


"Diamlah, memang apa yang salah dengan ini?" sahut Nicholas sedikit malu.


"Kau memilih perempuan nakal sepertinya," sambung Thomas.


"Tidak, dia tidak nakal!"


Ponsel Aiden bergetar, ia membuka pesan lalu tersenyum tipis membaca pesan tersebut.


Ketika mendongak, mata yang lain tiba-tiba tertuju ke arahnya dengan ... penasaran.


"A-apa? kenapa kalian melihatku?"


"Setelah Nicholas, kau pasti mau pergi juga," ujar Athes.


"Memang iya."


Aiden pun beranjak dari duduknya keluar dari markas.


Javier menghela nafas lalu berbisik kepada Sekretaris Han.


"Aku tidak terbiasa melihat manusia tol*l seperti mereka jatuh cinta."


#Bersambung

__ADS_1


Tungguin up Maxime ya, karena ada gangguan kata admin. Aku udah up 4 bab di sana.


__ADS_2