Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#35


__ADS_3

Sekretaris Han keluar dari mobil hendak masuk ke mansion tapi di ambang pintu ponselnya bergetar.


Sekretaris Han mengangkat panggilan itu walaupun ia tidak tahu siapa yang menelpon nya.


"Hallo."


"Hai, Han. Apa kabar?"


"K-kau?"


"Ya, aku Zivania. Lama kita tidak bertemu, Han."


Han menjauh dari pintu mansion dan kembali ke mobilnya agar Javier tidak mendengar percakapannya dengan Zivania.


"Untuk apa kau menelponku lagi?"


"Huh... kenapa kau jadi tidak sopan seperti ini."


"Tidak ada alasan untukku bersikap sopan."


"Terserah lah. Aku dengar, Jav akan menceraikan Carla."


"Iya."


Zivania terkekeh di seberang sana. "Kau tahu, Han. Mengapa aku tidak hadir di pernikahan mereka? karena aku tahu mereka tidak akan pernah saling mencintai, aku tahu itu hanya pernikahan bisnis. Jadi aku rasa aku tidak perlu khawatir Javier akan melupakanku karena pernikahannya dengan Carla."


"Lalu?" tanya sekretaris Han.


"Carla bilang, ada perempuan lain di mansion utama!"


Sekretaris Han mengenggam ponselnya dengan geram. Sial, mengapa Carla memberitahu Zivania.


"Siapa dia? siapa orang tuanya? dan mengapa dia tinggal di mansion utama? Mengapa dia tidur satu ranjang bersama Javier!"


Sekretaris Han menghela nafas menetralkan emosinya.


Di seberang sana suara Zivania semakin meninggi.


"Dan kenapa aku tidak tahu soal pernikahan ini?!! mengapa tidak ada media yang meliput?!!"


"Bukan urusanmu lagi dengan siapa Javier menikah!!"


"Dia mengajak Carla ke pesta untuk menutupi identitas istri keduanya itu bukan? karena istri keduanya itu juga akan hadir di pesta itu dengan identitas yang lain, iya kan Han?!!"


Sekretaris Han kembali menghela nafas dengan mencengkram kuat ponsel di telinganya. Ini yang ia benci dari sikap Zivania, perempuan itu jauh lebih pintar dari Carla si mata duitan.


Sekretaris Han bicara dengan penuh penekanan. "Dengar, aku tidak akan membiarkan mu kembali masuk ke hidup Javier!!"


"Hahahaha.. kau pura-pura bodoh atau bagaimana. Hanya aku orang yang Javier cintai, tidak ada yang bisa menggantikan aku. Kau dengar!!"


"Dengan tuan Javier tidur satu ranjang dengan gadis lain itu artinya kau sudah di lupakan!!"


tut.


Sekretaris Han mematikan panggilannya membuat Zivania yang di seberang sana menggila karena kesal.

__ADS_1


Javier memang mencintai Sky tapi yang Han takutkan hatinya goyah kala Zivania kembali ke hidupnya. Mengingat Zivania lah yang menemani Javier dalam masa masa terpuruknya selama lima tahun yang lalu.


Ia pikir setelah perceraian Javier dan Carla semua masalah selesai, tapi nyatanya Zivania malah kembali menghubungi nya.


Aku ada di pihak mu nyonya Sky. Kau tenang saja, akan ku pastikan tuan Javier tidak akan pernah kembali ke masa lalu nya.


Di dalam mansion Javier dan Sky sedang berada di balkon, Javier duduk di sofa sementara Sky duduk di bawah di apit oleh kedua kaki Javier.


Gadis itu sedang menonton Drakor di laptop, biasanya Liana yang selalu menemani Sky menonton tapi sekarang Javier lah yang menemani gadis itu.


Javier mendekatkan wajahnya ke laptop kala melihat adegan sepasang kekasih sedang bercumbu diatas ranjang.


Ia lalu beralih menatap Sky.


"A-apa?"


Pletak


Javier menyentil kening Sky dan mendesis. "Kenapa kau menonton yang seperti ini?!"


Sky mengusap ngusap keningnya karena terasa perih dan panas.


"Memangnya kenapa? lagi pula mereka pakai baju dan hanya berciuman."


"Cih, kalau aku yang mencium mu kau mengamuk seperti macan betina tapi tontonan mu justru yang seperti ini!"


"Aku hanya menonton, tidak ada masalah."


Javier memeluk Sky dari belakang, tubuh kekarnya menghimpit tubuh kecil Sky.


Cup.


Javier mencium bibir Sky membuat gadis itu membulatkan mata seketika.


"Kenapa kau mencium ku lagi." Sky menutup bibir dengan tangannya.


"Kau yang memancingku melakukannya karena menonton film ini."


"Dasar maniak ****." Sky berbicara pelan tapi masih terdengar oleh Javier.


Javier mendorong kening Sky dengan jari telunjuknya. "Aku baru mencium mu, kau sudah bilang aku maniak ****. Bagaimana kalau aku sampai memperk*samu."


Sky terkejut dengan ucapan Javier. "Me-menjauh lah aku ingin menonton lagi."


Sky menghentikan topik pembicaraan maniak **** itu karena takut malah memancing pikiran Javier untuk melakukan yang aneh aneh.


Dan gadis itu mengganti Drakor nya dengan film kartun.


Javier terkekeh melihatnya, apa setakut itukah Sky oleh dirinya.


"Tidak usah ketawa. Aku mengganti nya karena bosan."


Javier mengangguk ngangguk. "Iya.. iya... terserah kau saja. Aku yakin nanti kau berada di bawahku dengan mendes*h hebat."


Sky membalik menatap tajam Javier. "Bahasamu itu kotor sekali Tuan Jamal!!"

__ADS_1


"Kau berani memanggilku dengan nama bod*h itu lagi!!"


Sky berdiri dari duduknya ia menjulurkan lidah ke arah Javier dengan gaya mengejek.


"Jamal... Jamal.. wle.. Jamal.. Jamal... wle."


"Sky!!" Javier melotot ke arah Sky tapi gadis itu malah tertawa dan berlari masuk ke mansion.


Javier kembali mengejar Sky, mereka saling mengejar dengan Sky yang terus mengejek Javier dengan nama Jamal.


Sesekali Sky tertawa seraya terus berlari. Javier berlari semakin cepat sampai ketika ia berhasil menangkap Sky, ia menggelitik tubuh istrinya itu.


Mereka saling tertawa dengan tingkahnya yang seperti anak kecil.


Sekretaris Han melihat mereka dari anak tangga, ia hendak menghampiri Javier tapi karena melihat mereka sedang saling bercanda akhirnya sekretaris Han hanya diam.


Sekretaris Han tersenyum tipis, tidak pernah ia melihat tuan sekaligus teman masa kecilnya ini tertawa begitu lepas.


Bahkan dengan Zivania pun ia tidak pernah melihat Javier tertawa selepas itu.


Sekretaris Han berjanji tidak akan membiarkan Zivania masuk kembali ke dalam hidup Javier. Biarkan Sky Alexander yang menemani Javier selamanya.


Mereka tertawa dan saling menggelitik satu sama lain sebelum akhirnya mata Sky mendapati sekretaris Han mematung di anak tangga.


"Sekretaris Han?" Javier mengikuti pandangan Sky.


Sekretaris Han pun kembali menaiki anak tangga menghampiri mereka.


"Ini pakaian yang harus anda pakai di pesta nanti nyonya." Sekretaris Han memberikan tas coklat yang berisi pakaian di dalamnya.


"Terimakasih." Sky tersenyum yang disambut anggukan dari Sekretaris Han.


Sebelum sekretaris Han pergi ia sempat melirik ke arah Javier tanpa berkata apapun membuat Javier bingung dengan sikap Sekretaris nya itu.


Ia hanya memandang punggung sekretaris nya yang semakin menjauh.


Jelas saja, sekretaris Han adalah orang yang paling takut jika Javier kembali kepada Zivania dan meninggalkan Sky.


Cintanya untuk Sky belum seratus persen full. Hal yang di takutkan bisa saja terjadi bukan.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2