Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#85


__ADS_3

Tengah malam Javier masuk ke kamar setelah mengambil segelas air. Ia melihat Sky sudah tertidur dengan selimut menutupi tubuhnya.


Pria itu naik ke ranjang hendak menyusul istrinya ke alam bawah sadar tapi tiba-tiba jam tangan nya bergetar dan memberikan sinyal merah berkedip di sana.


Javier melihat tanda sinyal merah itu dan ternyata sinyal itu menunjukan sesuatu terjadi di dekat mansion nya.


Javier mendengus, apalagi yang terjadi sekarang.


Ia mencium kening Sky dan memeluk istrinya erat. Setelah itu beranjak dari kasur, baru saja tiga langkah Javier kembali lagi meloncat ke kasur memeluk Sky dan menciumnya lagi.


"Aku mencintaimu sayang ..."


Pria itu kembali beranjak dari kasur dan baru memegang knop pintu ia menghela nafas.


"Sekali lagi," gumam nya lalu kembali lagi ke kasur mencium lagi pipi Sky dengan gemas.


Entah kenapa istrinya begitu candu untuknya.


"Aku mencintaimu ... aku mencintaimu ... aku mencintaimu ..."


Cup


Cup


Cup


Kecupan bertubi-tubi ia berikan di wajah Sky setelah olahraga malam nya. Bahkan sempat-sempatnya Javier mengigit pipi Sky sampai membuat gadis itu mengerang dan hampir terbangun.


"Jangan bangun ... jangan bangun ...," ucap Javier panik seraya menepuk-nepuk pundak Sky menidurkan nya lagi.


Dia yang menganggu istrinya dia juga yang takut istrinya bangun. Huh.


Karena kalau Sky bangun sudah pasti Javier tidak bisa ke bawah melihat sesuatu terjadi di dekat mansion nya.


Ponsel Javier bergetar, ia segera mengangkatnya dengan sebelah tangan masih menepuk-nepuk lembut pundak istrinya.


"Kau dimana sial*n? apa jam tangan mu tidak berfungsi?!" tanya Sekretaris Han.

__ADS_1


Yang lain sudah menunggu Javier di halaman mansion bahkan sudah menekan tombol bulat di jam tangan yang di berikan Thomas tapi pria itu masih belum keluar kamar.


"Aku punya istri, aku sedang menidurkan Sky!!"


Sekretaris Han berkata geram. "Sky sudah besar, bisa tidur sendiri. Cepat lah kemari, anak buah mudork ada di sini kepar*t!!


"Sebentar sial*n!!" Javier mematikan ponselnya dan lagi sebelum beranjak dari kasur ia malah mencium lagi istrinya.


"Aku keluar sebentar, sayang."


Ketika keluar dari mansion Javier melihat Sekretaris Han, Athes and the geng dan Thomas. Philip entah dimana.


Javier berjalan dengan kedua tangan di saku celananya. Ia menatap mangsa di depan nya dengan seringai tajam.


Pria itu sedang duduk bersimpuh dengan kedua tangan di ikat ke belakang.


Javier mendorong pelan kepala pria itu dengan kakinya.


"Untuk apa kau datang kesini? Sudah ada anak buah mudork yang datang kesini dan mereka hanya mati sia-sia!!"


Javier mendengus, ia baru ingat saat itu anak buah mudork datang dengan lidah terpotong setengah membuat mereka sulit berbicara.


"BUKA!!"


Pria itu pun membuka mulutnya dan Javier segera merogoh pistol di celana nya dan.


DOR


Dia menembak pria itu sampai terkulai tak bernyawa karena Javier melihat hal serupa. Pria itu datang dengan lidah terpotong.


Javier dengan kesal membalik menatap Sekretaris Han.


"Bisakah jangan membuang-buang waktuku!! lihat lah mulut mereka sebelum memanggilku!! Bagaimana bisa aku berbicara dengan manusia bisu seperti mereka!!"


"Tunggu lah sebentar, Philip sedang menyeret anak buah mudor yang bisa berbicara," jawab Sekretaris Han dengan santai.


Dan benar saja, Philip datang dengan membawa anak buah mudork yang lain.

__ADS_1


Ia langsung mendorong pria itu tepat ke kaki Javier.


Javier tersenyum menyeringai. "Aku tidak punya banyak waktu, katakan sekarang dimana markas mudork!!


Pria itu menggeleng. "Aku tidak akan mengatakan nya!!"


BUGH.


"KATAKAN SIAL*N!!"


Dan bersamaan dengan Javier yang menendang kepala pria itu sampai tersungkur ke belakang sebuah dompet terhempas begitu saja dari jaket yang pria itu kenakan.


Javier melirik dompet itu lalu mengambilnya sementara pria di depan nya sedang meringis kesakitan.


Javier membuka dompet itu dan menemukan sebuah foto perempuan remaja dan laki-laki yang berfoto bersama.


Ia menarik ujung bibirnya kala mendapatkan ide.


"Adikmu?" tanya Javier seraya mengacungkan foto di dompet itu.


"Jangan menganggu adikku!!"


Javier masih tersenyum memandang foto itu lalu melempar dompet itu ke arah Thomas dan yang lain.


"Bunuh adiknya!!"


"Siap."


Tepat ketika mereka hendak pergi untuk mencari identitas gadis remaja di dalam foto, pria di depan nya segera memegang kaki Javier memohon.


"Tolong jangan bunuh adikku ... dia tidak tahu apapun, dia masih kecil. Aku terpaksa bekerja dengan mudork untuk biaya sekolah adikku ..."


Javier hanya diam. Sebenarnya Javier tidak akan membunuh gadis itu, ia hanya ingin mengancam kakaknya saja, mengingat Andreas De Willson melarang keras pembunuhan untuk seorang perempuan di dalam kelompok mafia nya.


"Beri tahu aku dimana Markas mudork maka adikmu akan selamat."


Pria itu mendongak dan mengangguk pelan membuat senyuman tajam terlukis di wajah Javier.

__ADS_1


Bersambung


Detik-detik masuk bab baku hantam lagi nih. Lumayan nguras otak pas nulisnya 😩


__ADS_2