Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#188


__ADS_3

Penyerangan di mulai, puluhan anak buah Yakuza menaiki motor besar nya melaju ke markas Mudork, sebagian menunggu di mansion ketiga.


Javier memimpin di barisan pertama di ikuti Sekretaris Han, Thomas dan yang lain. Aiden, Jonathan dan Philip di tugaskan menjaga para istri di mansion bersama Keenan.


Sky, Liana dan Kara duduk seraya meremas jari-jemari nya, mereka khawatir dengan keadaan suami mereka di luar sana.


Empat bocil sibuk bermain dengan Glory dan Gery.


Anak buah Yakuza menembak jendela sebuah gedung yang terlihat kumuh dari jauh. Suara tembakan itu memancing anak buah Mudork keluar.


Sontak anak buah mudork berlari menghampiri mereka dan dengan cepat Javier dan yang lain memutar balikkan motornya untuk memancing mereka ke mansion ketiga.


"ADA APA INI? KEMANA MEREKA PERGI?!!" teriak Sandic yang melihat motor Javier malah berbalik bukan menyerang.


"POLO SURUH MEREKA SEMUA MENGEJAR YAKUZA!!"


"Siap tuan!" ucap Polo Sekretaris pribadi Sandic dan dia juga yang sering memata-matai Javier dan yang lain diam-diam. Dia juga yang berbicara dengan Miwa hari itu.


"JAVIIIERRR!!" teriak Sandic geram melihat kepergian motor Javier dari balik jendela.


Ia pikir dengan mengirim Polo ke mansion Javier akan membuat pria itu membawa seluruh anak buah nya datang menyerang, nyatanya dia malah memutar balik. Apa Javier takut? hanya itu yang ada di pikiran Sandic.

__ADS_1


Anak buah mudork pun menyusul Yakuza dengan motor nya, mereka saling mengejar satu sama lain. Yakuza menambahkan kecepatan motornya dan mudork pun tidak mau kalah, suara deruman motor saling bersautan satu sama lain.


DOR


DOR


DOR


Mudor menembak Yakuza dari jarak jauh, ada beberapa anak buah Yakuza yang tangan nya tertembak, mereka meringis tapi berusaha bertahan. Dan untungnya selain memakai baju anti peluru, helm yang mereka kenakan pun anti peluru juga. Hanya tangan dan Kaki yang kemungkinan menjadi sasaran tertembak.


Javier melihat dari spion, beberapa anak buah nya tertembak dan itu membuatnya sangat marah. Ia melajukan kecepatan motornya di ikuti yang lain.


Di sebuah pertigaan, anak buah Antraxs sedang menunggu lewatnya motor Yakuza dan Mudork.


Xander pun membawa Antraxs ke markas mudork setelah sebagian anak buah Mudork berhasil menjauh dari daerah itu karena mengejar Yakuza.


Alarm di markas Mudork berbunyi, pertanda seseorang berhasil menerobos masuk ke halaman markas nya.


Sandic kalang kabut sendirian di ruangan, ia segera mengecek cctv. Dan seketika mata nya membulat sempurna dengan kekesalan menguasai tubuhnya kala Xander melepas helm dan turun dari motornya.


"Sia*l!!" geram Sandic. Pasalnya Polo dan yang lain mengejar Yakuza, Mudork kalah jumlah dengan Antraxs sekarang.

__ADS_1


"KELUAR KAU KEPAR*T!!" teriak Xander.


Sandic tahu, tidak mudah menaklukan dua kelompok mafia sekaligus. Apalagi Yakuza dan Antraxs bersatu. Tapi dari awal dia tidak akan menyerah demi membalas kematian dua putra nya, ia meminta Mudork bersatu untuk menyerang mereka, tapi sama seperti Lucas, Sandic ceroboh sekarang sampai membuat anak buah Mudork yang tersisa di markas tinggal sedikit.


Ia hanya berharap anak buah yang lain berhasil membunuh Javier dan anak buah nya, dengan begitu Antraxs akan mudah di taklukan.


Kala Xander dan yang lain mendengar langkah kaki menghampiri mereka, sontak mereka semua berpencar.


Mereka berusaha menembak satu sama lain, sementara Xander berusaha berlari ke halaman belakang. Tujuan nya untuk mencari Sandic di lantai atas.


Jangan berpikir tidak ada anak buah Antraxs, karena sebagian dari mereka pun berhasil terkena peluru dari musuh. Tapi Mudork jauh lebih banyak yang tumbang karena kalah jumlah.


Xander mengendap-ngendap dengan membidikkan pistol ke depan berusaha masuk dari pintu belakang.


Sementara itu Javier berhasil membawa Yakuza dan juga anak buah mudork masuk ke perangkapnya. Satu hal yang tidak di ketahui Mudork, mereka tidak tahu Javier mempunyai tiga mansion.


Mereka di serang habis-habisan oleh Yakuza, saling menembak, saling berjibaku, saling merebut senjata satu sama lain. Banyak dari Yakuza yang hampir tumbang tapi mereka punya banyak cadangan yang bisa melawan setengah anak buah mudork itu, lagi pula ada Antraxs yang ikut bergabung di mansion ketiga.


Setelah memantau anak buahnya cukup pintar mengendalikan lawan, Javier memutuskan untuk pergi ke markas Mudork membantu Xander.


Bisa saja tadi Javier bergabung dengan Xander dari awal, tapi itu akan membuat anak buah Mudork tidak akan masuk perangkap nya ke mansion ketiga, karena kalau tidak ada Javier mana mungkin mereka mau mengejar Yakuza. Tetap saja dia orang pertama yang di incar.

__ADS_1


Bersambung


(Besok ending)


__ADS_2