Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#64


__ADS_3

Javier mengerjap-ngerjapkan matanya. Sky sudah tidak ada di sampingnya dan ia mendengar suara shower. Sky sedang mandi.


Jiwa nakal Javier pun keluar ketika mendengar bunyi shower di kamar mandi.


BRAKH


Ia membuka pintu dengan kasar membuat Sky terhentak kaget sampai berjongkok memeluk tubuhnya sendiri.


"Sky kau lupa bawa handuk." Javier mengulurkan handuk di tangan nya.


"A-aku sudah bawa." Pandangan Sky beralih ke handuk yang tergantung di sana. Javier mengikuti arah pandang Sky.


"Oh, baiklah."


Javier keluar dari kamar mandi dan Sky menghembuskan nafas lega. Bagaimana bisa Javier masuk tanpa mengetuk pintu apalagi Sky sedang telanjang bulat di bawah guyuran shower.


Satu menit kemudian.


BRAKH


Sky kembali berjongkok menutupi tubuhnya.


"Sky shampo mu ketinggalan." Javier kembali mengulurkan tangan nya.


"Shampo di sini masih banyak."


"Oh, baiklah." Javier keluar lagi.


Dan satu menit kemudian.


BRAKH


Sky berjongkok lagi dengan menghela nafas.


"Apa lagi sekarang?!" Ia bertanya dengan ketus.


"Ini pakaian dalam mu," ucapnya dengan tersenyum. Dan itu seperti senyuman nakal.


Sky membulatkan mata, bisa-bisanya Javier datang dengan membawa pakaian dalam nya.


Sky segera mengambilnya. "Keluar lah!"


Javier masih tersenyum dan ketika hendak menutup pintu.


"Lucu ya, warna pink ada renda-renda nya."


Sky terbelalak dengan ucapan Javier.


"JAVIERRR!!" teriaknya menahan malu sementara pria itu sedang tertawa di kamar.


Sky keluar dari kamar mandi dengan bathrobe melekat di tubuhnya dan Javier sedang duduk di ranjang seraya tersenyum ke arahnya. Pandangan Javier meneliti tubuh Sky. Sky merasa tak nyaman dengan pandangan suaminya itu akhirnya membuang muka.

__ADS_1


"Kau suka warna pink ternyata."


Sky duduk di meja rias, mengeringkan rambutnya dan mengacuhkan ucapan Javier.


"Aku suka cel*na dal*m mu," ucapnya menahan tawa.


Sky mendengus menatap Javier horror. "Kau bisa diam tidak! aku tidak menyuruhmu membawa pakaian ku ke kamar mandi."


"Ah, ketus sekali istriku ini." Javier berdiri menghampiri Sky dan memeluknya dari belakang. Sky membeku seketika dengan pelukan Javier.


"Wangi." Javier memeluk Sky seraya mencium leher gadis itu.


"J-Javier ..."


Javier tidak perduli dengan panggilan istrinya ia semakin memeluk Sky erat.


Dan pria itu kini sibuk menciumi pipi istrinya.


"Baby serangga ku nanti pasti pipi nya seperti ini nanti." Javier mencium pipi Sky.


"Serangga gembul," lanjutnya seraya terkekeh pelan.


Sky menghela nafas, memejamkan mata lalu memilih memberontak saja, apalagi suara Javier sudah sangat berat sekarang. Pria itu pasti sedang menahan mati-matian n*fsu nya.


"Aku mau pakai baju." Sky kabur ke kamar mandi sementara Javier menghela nafas dan berakhir dengan melentangkan tubuhnya di kasur memandang langit-langit kamar dengan kedua tangan di jadikan bantalan.


Kita akan segera bertemu, Jav.


Tidak tahu bagaimana hatinya ketika bertemu dengan Zivania nanti karena sekarang sudah ada Sky di hidupnya.


Sky keluar memakai dress pendek berwarna putih, ia melihat Javier yang melamun dengan melihat ke langit-langit kamarnya.


Bahkan Javier tidak sadar kalau dirinya sudah keluar dari kamar mandi.


Sky meremas jari-jemarinya, mengigit bibir bawahnya.


Apa dia marah?


Hanya itu yang ada di pikiran Sky melihat Javier sekarang. Apa mungkin Javier marah karena dirinya malah kabur ke kamar mandi ketika pria itu memeluknya.


Javier masih saja melamun dan akhirnya Sky memberanikan diri memanggil suaminya itu.


"Javier ..."


Javier menoleh. "Hei, kau sudah keluar." Javier tersenyum ke arah Sky.


Sky berjalan mendekati Javier, pria itu segera duduk di ranjang.


Javier menepuk-nepuk paha nya. "Duduk di sini."


"Di--"

__ADS_1


Belum selesai bicara Javier sudah menarik tangan Sky dan istrinya itu duduk di pangkuan nya.


Dan lagi, Javier memeluk Sky seraya menciumi pundak Sky.


"Kau marah?" tanya Sky.


"Marah kenapa?" tanya Javier.


Sky hanya menggeleng. Javier tersenyum. "Kalau aku marah, aku tidak akan memelukmu seperti ini hm."


Ia kembali merapatkan pelukan nya. "Sky bagaimana kalau aku memperk*samu saja?"


Sky membulatkan mata dan spontan memukul dada Javier. "Hei!!"


Javier tertawa. "Tidak ... tidak, aku bercanda."


Javier mengangkat tubuh Sky menidurkan nya di ranjang. Sky hendak beranjak lagi tapi Javier menahan nya.


"Diam!"


"Aku baru selesai mandi kenapa harus tidur lagi."


Javier mendorong pelan pundak Sky agar kembali tidur.


"Diam lah seperti itu, aku tidak menyuruhmu tidur."


Javier mengitari ranjang memeluk tubuh Sky dari samping.


Selama beberapa menit pria itu hanya memeluk Sky dari samping sampai akhirnya ia mendongak menatap wajah istrinya.


Ia menumpu kepala dengan satu tangan nya dan tangan yang lain sibuk menelusuri wajah Sky. Mengusap rambutnya beralih membelai pipi Sky.


Sky memegang tangan Javier. "Javier."


Sky bermaksud untuk menghentikan tangan Javier yang sedari tadi hanya mengelus wajahnya.


Javier menggeleng dan menepis tangan Sky pelan. "Diam. Aku hanya ingin melihatmu lebih dekat."


Sky akhirnya memilih diam apalagi ketika melihat wajah Javier yang terus memandangnya tanpa tersenyum. Entah apa maksud dari pandangan itu.


Tidak lama kemudian senyuman dari wajah Javier menggembang kembali. Ia beranjak menjauhi Sky dan kembali duduk di ranjang.


Sky ikut duduk dan hanya menatapnya bingung.


"Sudah selesai, Sky."


Sky menaikkan satu alisnya. "Apanya yang sudah selesai?"


"Mengisi pikiranku dengan wajahmu," jawab Javier dengan tersenyum. "Agar tidak ada wajah yang lain masuk ke pikiranku."


Sky hanya menggeleng pelan dengan ucapan Javier, entahlah ada apa dengan pria ini Sky pun bingung.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2