
Javier menonton kartun bersama Sky di kamarnya. Javier memeluk Sky ikut menonton kartun yang entah lucunya dimana tapi Sky selalu tertawa.
Sky mendongak melihat Javier yang fokus dengan televisi di depan nya.
"Aku pikir kau tidak menyukai kartun."
"Aku memang tidak suka, Sky. Saking tidak sukanya membuat aku fokus mencari tau dimana letak lucunya kartun ini sampai membuatmu tertawa."
Sky terkekeh. Javier memukul kening Sky dengan jari telunjuknya. "Apa yang kau tertawakan hm?"
"Padahal ini seru tapi kau tidak tertawa huhh ..."
"Satu-satunya yang membuatku tertawa hanya menikmati waktu bersamamu." Javier mengeratkan pelukan nya sampai membuat Sky sulit bernafas.
"A-aku tidak bisa bernafas."
Javier melonggarkan pelukannya seraya tersenyum. "Maaf."
Ia beranjak dari sofa dan mengambil sesuatu dari dalam laci samping ranjang.
"Itu apa?" tanya Sky melihat Javier membawa kotak kecil.
Javier duduk disamping Sky dan membuka kotak itu. Cincin berlian dengan bentuk hati dan ada sinyal merah berkedip di sana, sudah pasti itu alat pelacak.
"Kau tidak bisa lari dariku, Sky. Aku sudah memasang alat pelacak disini."
Javier memakaikan nya di jari tengah Sky karena jari manis nya sudah isi dengan cincin pernikahan mereka.
Sky terkekeh. "Benarkah?"
Javier mengangguk dengan tersenyum.
"Kau benar-benar takut aku kabur?" Javier mengangguk.
"Kau tidak bisa jauh dariku hmm." Javier merengut kedua pipi Sky dan menciumnya gemas. Sesekali ia mengigit pipi gembul itu membuat Sky meringis dan mendorong tubuh Javier.
"Itu sakit." Sky menekuk wajahnya dengan mengelus-ngelus pipinya. Sementara Javier hanya terkekeh.
Tiba-tiba terdengar suara ribut di luar kamar mereka. Suara Sekretaris Han, Athes and the geng, Thomas dan Philip.
__ADS_1
"Ada apa itu?" tanya Sky.
Javier beranjak dari sofa di ikuti oleh Sky dan ketika membuka pintu.
"Zivania ..."
Zivania sedang berusaha melepaskan cengkraman Athes dan Jonathan yang memegang kedua tangan nya.
"Javier ... lihatlah dua anak buahmu ini. Mereka mulai berani bersikap kurang ajar!!"
Javier hanya mematung, tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang. Benarkah?benarkah Zivani ada di depannya sekarang.
Perempuan yang mengisi kesepian nya selama lima tahun dan perempuan yang meninggalkan nya tanpa penjelasan apapun.
Sekretaris Han menatap tajam ke arah Javier, kalau sampai Javier mengkhianati Sky, maka dia orang pertama yang akan menghajarnya.
"Lepaskan dia!" ucap Javier membuat senyum kemenangan terlukis di wajah Zivania.
Athes and the geng hanya melirik satu sama lain. Tentu saja mereka ada di pihak Sky, mereka juga tidak akan terima kalau Sky di sakiti oleh Tuan nya.
"Thom, kau mau taruhan denganku?" bisik Philip.
"Aku tidak tahu. Lihat tatapan nya." Thomas menunjuk Javier dengan dagu nya.
"Tatapan macam apa itu!"
Zivania berjalan dengan elengan mendekati Javier dengan tangan bersidekap dada.
"Hai, Jav. Lama tidak bertemu." Ia sudah berdiri sangat dekat di depan Javier menatap mantan kekasihnya itu dengan penuh kerinduan. Dan kemudian Sky keluar dari kamar.
Zivania menoleh sinis ke arah Sky. Javier yang melihat itu segera memegang tangan Sky.
Sky hanya menatap bingung Javier dan Zivania. Siapa lagi perempuan di depannya ini. Apa dia sejenis dengan Carla.
Zivania yang melihat Javier menggenggam tangan Sky membuat emosinya naik seketika tapi ia berusaha menahan dan kembali tersenyum.
"Bisnis apa lagi sekarang, Jav?" tanya nya dengan tersenyum miring.
"Apa maksudmu?"
__ADS_1
"Bukankah dia sejenis dengan Carla?" Zivania menoleh ke arah Sky.
Apa-apaan ini, padahal akulah yang berfikir dia sejenis dengan Carla.
"Dia istriku," jawab Javier.
Zivania terkekeh. "Carla dulu juga istrimu. Apa bedanya."
"Tentu saja berbeda. Aku mencintainya."
Zivania menghela nafas mendengar itu, tangan nya mengepal. Sekretaris Han yang melihat kepalan tangan Zivania hanya bisa tersenyum puas. Begitu juga dengan yang lain.
"Aku ingin bicara berdua denganmu."
Sky menggenggam erat tangan Javier kala Zivania mengajak suaminya itu berbicara hanya berdua. Javier menoleh ke arah Sky kala merasakan genggaman erat dari istrinya.
Lalu ia kembali menoleh Zivania. "Baik."
Zivania tersenyum dan berjalan ke arah balkon dengan elegan. Mereka yang ada di sana menatap sinis kala Zivania berjalan melewati mereka semua.
"Javier ..." panggil Sky pelan.
Javier tersenyum ke arahnya mengelus pipi istrinya dan berbisik.
"Aku mencintaimu." Kalimat itu ia lontarkan untuk menenangkan Sky.
"Aku harus menyelesaikan ini sebentar hm."
Sky mengangguk pelan. Javier menatap anak buah dan sahabatnya.
"Jaga istriku!"
Ia berjalan melewati mereka semua. "Berhenti menatapku seperti itu, Han!!" hardik Javier kala ia melihat Sekretaris Han menatapnya tajam sedari tadi.
Javier berjalan menyusul Zivania di balkon. Sky hanya menatap punggung suaminya yang berjalan mendekati perempuan yang tidak ia kenal.
"Sky, tenang saja. Kami ada untukmu." Jonathan menepuk-nepuk dada nya seakan-akan memberikan kepercayaan besar untuk Sky kalau mereka akan selalu mendukungnya.
Bersambung
__ADS_1