
Sky mengerjap-ngerjapkan mata seraya meringis kesakitan. Tubuhnya terasa remuk, tulangnya terasa patah, ia sangat lemas sampai tak kuat untuk bangun.
"Sayang ..."
Javier sibuk menata makan siang, ketika mendengar suara istrinya ia segera menghampiri Sky.
Ia duduk di ranjang. "Kau baik-baik saja hm?"
"T-tulangku kemana?" tanya nya dengan polos.
Walaupun sudah duduk, nyawa gadis ini belum sadar sepenuhnya. Matanya masih setengah terbuka.
"Badanku lemas sekali."
Javier yang mendengar itu menahan senyumnya, pria itu malah ikut menggoda istrinya.
"Benarkah? kenapa bisa lemas sayang?"
"Semalam ... semalam aku ..."
Ketika berusaha mengingat-ngingat, Sky langsung sadar seketika. Ia membulatkan mata lalu menarik selimut dengan cepat.
Ia meneliti wajah suaminya dari atas sampai bawah. Javier sudah memakai baju lengkap lalu Sky mengintip dirinya sendiri di balik selimut.
Begitu terbelalaknya Sky melihat dirinya yang tanpa busana. Javier yang melihat itu hanya bisa terkekeh.
"Kenapa tidak pakai baju sayang?" tanya Javier mengelus rambut Sky.
"Ah, kau sepertinya menggodaku lagi."
"Ti-tidak ..." Javier tersenyum geli melihat ekspresi istrinya yang kaget dan bingung di waktu bersamaan.
"Jam berapa sekarang?"
"Sebelas sayang. Kau bangun kesiangan."
"Kenapa tidak membangunkanku?"
"Sepertinya kau pingsan bukan tidur sayang."
"A-aku mau ke kamar mandi. Bisa tolong ambilkan aku bathrobe?"
Javier menaikkan satu alisnya. "Memangnya kau bisa jalan?"
"Bisa, kenapa tidak bisa."
Sky mengangkat kakinya berusaha turun dari ranjang tapi.
__ADS_1
"Akkhh!!"
"Kenapa sayang?"
Sky hanya menggeleng, tidak mungkin ia bilang kalau yang di bawah terasa sakit.
"Kemari, biar aku gendong."
Javier pun menggendong Sky lengkap dengan selimut yang melekat di tubuh gadis itu. Ia membaringkan Sky di bath up.
"Kalau udah, panggil aku ya." Sky mengangguk, Javier mengelus Sky sebelum keluar dari kamar mandi.
"Bbbyy ..." teriak Sky dari dalam kamar mandi.
Javier membuka pintu kamar mandi. "Sudah sayang?
Sky mengangguk. Ia membawa istrinya yang terbalut bathrobe ke meja makan.
"Aku belum pakai baju."
"Makanlah dulu."
Sky mengangguk dan mengambil nasi goreng. Sebenarnya ada makanan lain tapi ia merasa nasi bisa memulihkan energi nya yang terkuras.
Javier dengan santai nya makan sandwich dan pandangan nya tak lepas dari wajah istrinya. Ia sesekali tersenyum, ah apalagi mengingat kejadian semalam, rasanya ingin menerkam lagi si gembul di depan nya.
"Hei, kenapa selalu memalingkan wajahmu dariku sayang?"
Sky kembali menoleh ke arah Javier. "A-apa? aku hanya ingin melihat ombak."
Javier tersenyum lagi menyimpan sandwich nya dan berjalan menghampiri istrinya. Sky yang sadar suaminya mendekat hanya bisa memejamkan mata sesaat, kenapa harus gugup lagi ketika Javier mendekatinya.
Pria itu memeluk Sky dari belakang dan mengelus-ngelus tubuhnya lalu mencium pipi Sky. Sky hanya bisa pasrah menyembunyikan kegugupan nya sekarang.
"Bagaimana semalam hm? Kau suka?"
Mata Sky menatap mata Javier. Entah apa yang harus ia jawab dengan pertanyaan suaminya ini. Dan kenapa Javier harus menanyakan hal ini.
"Jawab sayang," hardik Javier menoel pipi Sky.
"A-aku tidak tahu ... semalam aku tidur," sahutnya mengigit bibir bawahnya menahan malu.
Javier terkekeh. "Tidur atau pingsan?"
"Tidur," jawab Sky cepat.
"Oh tidur ya ... kalau begitu nanti jangan sampai tidur lagi sayang." Javier mengecup bibir Sky setelah mengatakan itu.
__ADS_1
"Hari ini kita pulang." Sky mengangguk.
Bukan nya membiarkan Sky makan Javier malah mempererat pelukan nya.
"Tidak bisakah biarkan aku makan?"
Perkataan Sky membuat Javier melonggarkan pelukannya seraya terkekeh pelan.
"Aku tidak bisa jauh darimu, sayang."
Javier mencium lebih dalam pipi Sky lalu kembali ke kursinya.
Sky kembali menghabiskan makanan nya. Sore hari mereka berpakaian lengkap untuk pulang.
Sky sedang membereskan rambutnya yang sedikit berantakan. Javier menghampirinya dan memeluknya dari belakang.
"Cantik." Ia mengecup pundak Sky.
"Kau sudah bisa jalan sekarang?"
"Sudah."
"Sampai mansion akan kubuat kau tidak bisa berjalan lagi, ya."
Sky berdecak menatap horror suaminya. Javier hanya tersenyum melihat istrinya.
"Apa semalam sakit?"
"Iya," jawab Sky jujur.
"Harus lebih sering sayang agar sakitnya hilang."
Sky melepaskan pelukan Javier. "Jangan membahas itu lagi!"
Javier kembali memeluknya. "Kenapa? kau marah hm?"
Sky memutar badan nya menatap suaminya. Ia menggeleng. "Tidak."
Sedetik kemudian ia memeluk tubuh kekar Javier. Javier sangat senang melihat Sky yang memeluk dirinya lebih dulu.
Ia membalas pelukan Sky lebih erat seraya mengelus rambut Sky dan sesekali menciumi istrinya gemas.
"Aku mencintaimu," kata Javier.
"Aku juga mencintaimu," jawab Sky.
Bersambung
__ADS_1