Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#136


__ADS_3

"Pergilah dulu ... aku tidak bisa menjelaskan apapun," ucap Javier.


Sky menelan ludahnya dengan kelu, menatap Javier dengan mata berkaca-kaca. Pria ini menyuruhnya keluar dari mansion tanpa alasan yang jelas.


Cairan bening akhirnya keluar dari mata Sky. Sky menghela nafas ia menghapus air mata dengan punggung tangan nya. Jangan, jangan menangis di depan pria yang sudah mengusirnya, itu akan terlihat sangat lemah.


Javier melihat istrinya menangis tapi ia memalingkan wajahnya ke arah lain agar tidak terlihat sedih pula.


"K-kau ..." suara Sky bergetar karena rasa sakit yang teramat dalam.


"Kau yang membawaku ke sini secara paksa ..." Ia menghapus lagi air mata nya. Sial, air mata nya tidak bisa di hentikan.


"Kau juga ... yang menyuruhku pergi sekuat tenaga ..."


"Kau anggap aku apa hah ..." Ia terisak sangat kuat. Javier hanya bisa memejamkan mata serata mengigit bibir bawahnya.


Yang lain masih memperhatikan perdebatan ini.


"Kau anggap aku apa ... JAWAB!!" Sky berteriak seraya menarik-narik jas hitam Javier.


"K-kau ... apa kau menganggap ku seekor anjing? kau merantai hidupku agar aku berada di dalam mansion ini tapi sekarang kau melepas paksa rantai itu dan menyuruhku keluar. Apa aku anjing di hidupmu Javier ... IYA?!!" teriak Sky semakin keras dengan air mata terus membanjiri pipi nya.


Ia memegang dada nya. Seraya berusaha mengatur nafasnya, setiap tarikan nafas nya seakan ada belati yang menusuk jantungnya dan membuat Sky bernafas dengan rasa sakit.


"KAU MEMINTAKU UNTUK DIAM DI MANSION ... AKU DIAM!!"


"KAU MEMINTAKU BERHENTI BEKERJA ... AKU BERHENTI!!


"KAU MEMINTAKU UNTUK TIDAK BERTEMU DENGAN PAPAH HERRY ... AKU MENURUT!!"


"Bahkan aku ..." Sky menunjuk dirinya sendiri dengan tangis semakin pecah.


Ia berbicara penuh penekanan dengan suara gemetar.

__ADS_1


"Aku masih tinggal di mansion ini di saat aku berfikir Ayahmu lah yang membunuh Ibuku, Javier ... aku percaya itu hanya salah paham dan itu alasan aku tidak keluar dari mansion ini!!"


"TAPI KENAPA KAU MENGUSIRKU TANPA ALASAN SI*LAN!!"


"Kenapa ... kenapa ... KENAPA?!!" Sky mengamuk menarik-narik jas hitam Javier seraya tangis yang semakin keras. Sementara Javier masih bergeming.


Sekretaris Han mendekap Sky dari belakang, berusaha menarik gadis itu.


"Cukup!! kau tidak perlu menangisi dia!! air matamu terlalu berharga untuk manusia seperti dia!!" ucapnya dengan tajam menatap Javier.


"A-aku pikir ... k-kau .. tidak akan meninggalkanku ... aku percaya kau akan benar-benar berjanji menjagaku ... kau pembohong ... hiks ..."


Ia menangis tersedu-sedu di pelukan Sekretaris Han. Javier menghela nafas, berjalan melewati tubuh Sky yang gemetar dengan tangisnya. Tapi baru tiga langkah Sky kembali memanggil nya.


"Javier ..."


Javier kembali terhenti.


"Ingat ini ... Di saat kepercayaan kau rusak maka kata maaf sudah tidak ada artinya lagi. Kelak ... jangan datang kepadaku dengan membawa maaf mu itu. Karena aku tidak akan menerima nya lagi," ucap Sky tanpa membalikkan badan ke arah Javier. Bahkan pria itu pun tidak menoleh ke arah Sky.


Mereka saling membelakangi satu sama lain. Sky sangat percaya Javier tidak akan meninggalkan nya, Sky sangat percaya Javier akan selalu menjaga nya, Sky sangat percaya dalam hidupnya hanya Javier yang tidak akan memberikan nya luka.


Nyatanya ia salah, Javier memberikan luka yang begitu besar untuk nya sekarang.


Javier kembali berjalan menaiki anak tangga. Sementara itu kaki Sky seakan lemas secara tiba-tiba. Kedua kakinya tidak bisa menopang tubuhnya lagi, ia terjatuh duduk bersimpuh di lantai dengan pandangan kosong.


"Sky ..." Sekretaris Han memeluk gadis itu.


"Aku baik-baik saja," ucapnya dengan pelan. Seakan semangat nya sudah hilang sekarang.


"Bangunlah ..." Sekretaris Han membantu Sky untuk bangun.


Sky perlahan kembali berdiri. "Tidak perlu membawaku ke rumah manapun Kak Han-Han. Aku akan mencari rumahku sendiri," ucapnya dengan lemah dan melepaskan tangan Sekretaris Han di pundaknya.

__ADS_1


Tiba-tiba hujan turun begitu deras, petir menggelegar seketika. Semua orang menatap ke atas. Kenapa tiba-tiba hujan.


Sky berjalan tertatih keluar dari mansion. Tepat ketika ia hendak keluar dari pintu, Sekretaris Han memayungi nya dari belakang.


"Aku akan mengantarmu, Sky ..."


Sky menggeleng. "Tidak perlu, Kak. Jangan memayungi ku juga, aku ingin main hujan-hujanan seperti saat aku kecil," sahutnya dengan tersenyum getir ke arah Sekretaris Han.


Sky memeluk tubuhnya sendiri berjalan di bawah guyuran hujan yang deras.


"Tak apa, setidaknya air hujan menggantikan air mataku," batin Sky.


Ia tidak mau terlihat menangis lagi, setidaknya air hujan menutupi tangisan nya.


Di atas balkon Javier melihat Sky yang kedinginan di bawah derasnya air hujan tengah malam. Ia memejamkan mata, menelan ludah nya susah payah.


Sekretaris Han memegang gagang payung dengan kuat, amarah nya memuncak melihat Sky di perlakukan seperti itu.


Thomas, Philip, Athes and the geng, Bibi Gail dan Pak Liam berlari ke teras mansion.


"SKY!!" teriak mereka semua.


Sky menghentikan langkah nya dan perlahan membalik menatap mereka dengan senyuman getir. Lalu melambaikan tangan.


Mereka semua terlihat berat hati membiarkan Sky pergi dari mansion tapi mereka tak punya kuasa untuk menahan gadis itu tetap tinggal.


Sebelum kembali berjalan ia tak sengaja melihat Javier yang berada di atas balkon. Pandangan mereka saling mengunci satu sama lain.


Sky menatap suaminya di atas dan Javier menatap istrinya di bawah guyuran hujan dengan tubuh mengigil hebat.


Bersambung


Banyak yang mau mogok baca nih ๐Ÿ˜‚ maaf engga bisa memuaskan kalian semua ya๐Ÿ˜Œ karna mereka tetap bakal pisah. Soalnya Sky mau di didik jadi wanita kuat sama papah Xander ... liat aja nanti๐Ÿ˜Ž

__ADS_1


__ADS_2