
Hari selanjutnya Sky di ajak ke sebuah perusahaan Valeric group. Xander sudah mengganti semua aset miliknya menjadi nama Sky.
Mereka keluar dari lift. Beberapa orang membungkukan badan melihat Xander dan Sky.
"Jangan ikut membungkukan badan," bisik Xander.
"Siapa gadis itu?" tanya mereka berbisik satu sama lain.
Sky berjalan dengan sopan, setiap orang yang membungkukan badan ke arahnya ia ikut membungkukan badan juga. Sementara Xander berjalan dengan wibawa nya sebagai seorang pemimpin.
Sudah beberapa kali Xander mengingatkan putrinya untuk jangan membungkukan badan tapi Sky tetap saja seperti itu.
Mereka masuk ke ruangan khusus presdir. Ada beberapa lelaki dan perempuan yang berbaris rapih di dalam sana.
Tepat ketika Xander membuka pintu, mereka semua membungkukan badan.
"Ayo nak."
Sky mengangguk. Sekretaris pria di sana memberikan beberapa berkas kepada Xander.
Xander memerintahkan Sky untuk duduk di kursi kebesaran nya. Sky pun menurut.
"Tanda tangani semua ini," ucap Xander di samping Sky.
Beberapa Sekretaris yang berbaris itu diam-diam melirik ke arah Sky. Mereka bertanya-tanya siapa gadis ini.
"Dad apa kau yakin?" tanya Sky.
"Tentu saja. Kau putriku, ini semua milikmu."
Semua orang melebarkan matanya. Mereka baru tahu Tuan Xander mempunyai seorang anak. Apa anaknya selama ini di kurung di gua dan baru di keluarkan sekarang sampai mereka tidak tahu.
Sky pun sibuk menanda tangani semua berkas yang isinya aset milik Xander yang akan pindah tangan kepadanya.
Setelah selesai, Sky kembali berdiri. Xander berdehem sebentar.
"Dengarkan aku ... mulai sekarang aku bukan lagi pemilik Valaric group. Valaric group akan di pimpin oleh putriku, Sky Alexander."
Semua orang bertepuk tangan lalu membungkukan badan. Dan lagi, Sky ikut membungkukan badan.
Yang lain keluar dan meninggalkan Ayah dan anak ini berdua di ruangan.
"Duduk, Sky." Sky menurut ia duduk santai di kursi pemimpin.
__ADS_1
"Tidak, bukan seperti itu."
"Hah? lalu seperti apa?"
"Keluarkan aura mu sebagai seorang pemimpin!! Sekarang, duduk tanpa bersandar dan tegakkan badanmu."
Sky pun menuruti perkataan Ayahnya.
"Tangan di atas paha."
Sky pun menyimpan kedua tangan nya di atas paha.
"Kaki menyamping dan taruh satu lutut di atas kaki satunya ... seperti itu. Mengerti?"
Sky mengangguk. "Mengerti, Dad."
Sekarang ikut Dad keluar. Sky pun membuntuti Ayahnya dari belakang.
"Buka pintunya."
Sky pun membuka pintu dan.
"Salah!! bukan seperti itu!!"
"Kau akan bertemu banyak pengusaha terkenal. Kau akan sering menghadiri acara formal, Nak. Ini ilmu yang penting untukmu."
Xander memegang kedua pundak Sky dan menatap mata putrinya dengan serius.
"Kau harus menjadi wanita berkelas yang tidak mudah di goda dan tidak takut di sakiti orang lain. Ingat, wanita sepertimu sangat mahal. Tak boleh di sentuh sembarang orang!!"
Sky pun menghembuskan nafas dan mengangguk saja.
"Sekarang anggap di depanmu ada seseorang. Ucapkan terimakasih atau selamat tinggal, buka pintu tanpa membelakangi mereka. Mundur perlahan dengan menghadap orang di depanmu, tersenyum dan kau harus pede."
Sky melakukan apa yang di katakan Ayahnya.
"Tetap eye contact dengan mereka."
"Oke, Dad."
Mereka pun jalan-jalan di kantor, Xander memperkenalkan kantor miliknya yang akan di pimpin oleh Sky.
"Jangan bungkukan badan," bisik Xander kala ada dua orang pekerja membungkukan badan ke arah Sky.
__ADS_1
"Tegakkan badanmu ketika berjalan. Jangan menunduk, angkat dagumu," bisik Xander.
Sky mulai menghela nafas. Semuanya mulai di atur oleh Xander. Bahkan cara makan Sky pun di atur agar tidak seperti orang kelaparan.
Sekarang mereka sedang pergi ke toko make up.
"Kau bisa make up kan?" tanya Xander.
"Sedikit, Dad."
"Oke. Les make up mulai sekarang dan belajar fashion dengan dia," tunjuk Xander kepada seorang pria yang seperti wanita.
"Sarah," panggil Xander.
Sarah menoleh sementara Sky menatap Xander dan Sarah dengan bingung.
"Kenapa namanya Sarah, dia pria."
"Dia pria tulang lunak," sahut Xander membuat Sky terkekeh pelan.
"Yaaa ada apa tampan?" tanya Sarah dengan senyum menggoda.
"Menjijikan!" pekik Xander.
"Ini putriku. Jangan banyak tanya, daftarkan dia les make up dan ajari dia fashion yang bagus. Aku ingin penampilan nya lebih berkelas."
"P-putrimu?" tanya Sarah heran. Yang dia tahu Xander belum pernah menikah, sekarang tiba-tiba membawa gadis dan mengakui anaknya. Membingungkan.
"Jangan banyak tanya cepat ajari dia!!"
"O-oke ..."
Sarah menatap Sky dari ujung rambut sampai ujung kaki membuat Sky sedikit tidak nyaman sampai mengigit bibir bawahnya. Pria lunak ini kenapa menatapnya seperti itu.
Sarah menjentikkan jarinya. "Ah aku tahu apa yang cocok denganmu. Ikut aku .."
Xander mengangguk ke arah Sky agar mengikuti Sarah.
"Lihatlah Javier ... ketika nanti kau bertemu dengan putriku, kau akan berpikir Sky mempunyai kembaran," gumam Xander.
Dan setelah ini Xander akan mengajari Sky bela diri.
Bersambung
__ADS_1