
Javier menidurkan Sky di ranjang. Ia menyelimuti tubuh istrinya lalu mengelus lembut wajah Sky.
Javier hendak keluar dari kamar tapi Sky menahan tangan nya. Akhirnya Javier duduk di ranjang.
Mereka saling melempar senyum satu sama lain, Javier menunduk mendekati wajah Sky dan memberinya ciuman.
Setelah ciuman itu terlepas, ia mengecup lembut kedua pipi Sky.
"Kau candu untukku, sayang."
Sky tersenyum dengan ucapan suaminya. "Aku masih ngantuk, By."
"Tidur saja. Aku ada urusan dengan Han dan yang lain." Sky mengangguk.
"Kiss." Javier mendekatkan wajahnya.
Sky mencium kedua pipi Javier dan berakhir dengan mencium bibir pria itu.
Javier keluar kamar menuruni anak tangga dan duduk di sofa bersama yang lain.
Ia mengeluarkan kertas dari saku nya dan melemparnya ke meja. Thomas segera mengambil kertas itu dan membacanya.
"Huhh ... mudork lagi," ucapnya.
"Tidak ada yang bisa kita lakukan, mereka pintar bersembunyi. Tidak ada yang tahu dimana markas mereka," ucap Sekretaris Han.
"Pak Liam?" ucap Javier yang mengingat Pak Liam lah yang paling tua di mansion ini dan mungkin Pak Liam tahu sesuatu.
Mereka pun memanggil Pak Liam. Pak Liam duduk di samping Philip.
"Maaf, Tuan. Saya tidak tahu dimana markas mudork, saya hanya tahu asal muasal kenapa mereka memusuhi kita. Saat Tuan Ataric membunuh anak dari pemimpin mudork beliau datang sendiri ke markas mereka. Itu artinya hanya Tuan Ataric lah yang tahu dimana markas mereka."
Javier menghela nafas, ia mengusap wajahnya kasar. Javier benar-benar frustasi sekarang. Mereka terus menerror dirinya dan Sky, tapi Javier sendiri tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak tahu dimana mereka bersembunyi.
"Itu artinya tidak ada cara lain untuk kita selain melindungi istrimu, Jav," ucap Thomas.
Dan tiba-tiba suara perempuan menyeruak masuk ke dalam mansion.
__ADS_1
"Javierrr!!! Javierrr!!"
Semua orang berdiri dan menoleh ke arah suara. Dan ternyata itu Zivania.
Zivania di ikuti beberapa penjaga yang hendak memaksa dirinya untuk keluar dari mansion.
"Hey sial*n lepaskan aku!!" Zivania memberontak kala kedua tangan nya di pegang para penjaga.
"Lepaskan dia," ujar Javier.
Mereka pun melepaskan Zivania, menunduk dan keluar dari mansion.
Dengan kesal Zivania menghampiri Javier dan hendak memegang tangan pria itu tapi Javier segera menepisnya.
"Ada urusan apalagi kau datang kesini?!"
"Jav ... kau tidak membalas pesanku, kau juga tidak mengangkat telponku. Kau kemana?"
"Aku baru pulang bulan madu bersama, Sky."
Zivania menggeleng dengan raut wajah kecewa. "Ti-tidak ... Kau pasti bohong kan, Jav. Kau bercanda kan? Iya kan?!"
"Aku tidak berbohong. Dia istriku."
Zivania berteriak marah menunjuk dirinya sendiri. "Aku yang seharusnya menjadi istrimu!!"
Yang lain hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Zivania.
"Berhenti mengangguku, Zi!!" kesal Javier.
"Kau milikku Javier!!"
"Kau yang meninggalkanku sial*n!! dan sekarang kau datang untuk merusak kebahagiaanku lagi? itu tidak akan pernah terjadi!!"
Zivania menggeleng dengan mata berkaca-kaca. Baru kali ini Javier membentaknya begitu keras sampai menyebutnya sial*n.
"Kau berubah, Jav." Nada bicara Zivania terdengar pelan karena kekecewaan yang mendalam terhadap pria yang menjadi miliknya selama lima tahun.
__ADS_1
Javier menghela nafas, mengusap kasar wajahnya. Ia begitu frustasi sekarang, mudork menerror dirinya dan Sky ketika di penginapan dan sekarang Zivania datang menghancurkan mood nya lebih parah.
Air mata turun begitu saja di wajah Zivania. Ia berbicara pelan karena rasa sakit dan kecewa nya begitu dalam melihat perlakuan Javier yang dulu selalu lembut terhadap dirinya.
"K-kau tidak seperti dulu ... kenapa kau seperti ini. Kau bilang tidak akan ada perempuan lain yang menggantikan ku. Tapi mana buktinya?!"
"MANA JAV? KAU JADI ORANG LAIN YANG TIDAK AKU KENAL!!"
"BERHENTILAH BERBICARA DULU DAN DULU!!" teriak Javier frustasi.
Javier menunjuk wajah Zivania dengan geram. "Kau yang meninggalkanku!! seharusnya kau punya harga diri untuk tidak datang ke mansion ku lagi!!"
"Aku melakukan itu karena kau tidak mendukung mimpiku, Jav. Aku pergi darimu bukan berarti aku tidak mencintaimu, Jav. Tolong mengerti lah!!"
Zivania menghapus air mata dengan punggung tangan nya.
"Seandainya saat itu kau mendukungku untuk menjadi seorang model, mungkin kita masih bersama sampai sekarang!! Tolong, Jav maafkan aku ... beri aku kesempatan, aku mohon ... aku mencintaimu ..."
Javier menghela nafas kasar, ia memercak pinggang melihat mantan di depannya ini.
"Pergi, Zi."
Zivania menggeleng seraya terus terisak.
"Zivania pergi!!"
Zivania masih menggeleng. Sampai akhirnya.
BUGH
"Akhh!!"
Zivania meringis memegang kepalanya karena seseorang baru saja melempar bantal dari atas. Semua orang mendongak melihat si pelaku dan ternyata itu, Sky Alexander yang menatap Zivania dengan tajam.
Sepertinya perdebatan antara dua macan betina kembali di mulai. Dulu Sky melawan Carla sekarang gadis kecil itu harus melawan Zivania.
Bersambung
__ADS_1