
Javier melupakan satu poin penting di surat itu. Karena ia terlalu marah dengan Jonathan yang berani mengajak istrinya makan ice cream ia sampai tidak sadar kesalahan Jonathan untuk meminta maaf.
Ia duduk di ranjang dan masih tanpa busana. Sky pun datang menghampiri dengan menunduk.
"Sky--"
"Aku mau bernegosiasi," potong Sky cepat.
"Apa maksudmu?"
"A--aku mau.. Bernegosiasi denganmu s--soal.. Hmmm... Itu..."
"Apaa?!!"
"K-kau tidak boleh menyentuhku sebelum aku mencintaimu.." terang Sky membuat mata Javier melebar.
"Apa maksudmu?!! Tidak aku tidak setuju!!"
"Antara suami dan istri harus adil!! Kau mengambil keuntungan lebih banyak!! Kau bisa memeluk ku kau bisa menciumku tapi kenapa aku tidak bisa melakukan apapun!!"
Javier menghela nafas menatap tajam Sky, jangan tanya seberapa kesalnya ia dengan permintaan Sky.
"Dan satu hal lagi," seru Sky.
"Apalagi?!!"
"Kau tidak boleh menghukum Jonathan dan teman temannya apapun kesalahan mereka."
"Kenapa begitu?" Javier masih belum sadar dengan kesalahan Jonathan.
"Karena aku menganggap mereka temanku."
"Aku tidak mengizinkanmu berteman dengan mereka!!"
"Kalau begitu selamanya aku tidak akan mengizinkanmu menyentuh ku," ucap Sky dengan kedua tangan di dada.
Javier menghela nafas. "Baik lah terserah kau saja!!"
Sky melangkah Menghampiri Javier. "Janji?" ia mengangkat jari kelingkingnya.
"Hm."
"Angkat jarimu juga."
"Seperti anak kecil saja kau ini!" Javier pun mengaitkan jari kelingkingnya di jari Sky. Sky tersenyum puas.
"Kemari lah aku ingin tidur." Javier merebahkan dirinya dikasur menepuk nepuk ranjangnya meminta Sky naik.
Dengan ragu ragu perlahan Sky pun melangkah tapi
Grepp!!
Javier menarik Sky dan menggulingkannya ke sisi kiri ranjang. "Jangan seperti siput aku tidak suka."
__ADS_1
Javier memeluk Sky begitu erat sesekali ia mendusel dusel di ceruk leher istrinya itu membuat Sky menahan nafas karena geli.
"Kenapa dia memelukku seperti ini." batin Sky.
"Ciuman pertamaku berhasil direbut secara paksa oleh si om tua ini. Sekarang aku harus melindungi harga diriku."
"Tapi kenapa dia ingin sekali meniduriku? Apa jangan jangan... Dia.. Mencin.. Ah tidak tidak.. Itu tidak mungkin."
"Apa yang kau pikirkan hm?" tanya Javier dengan suara berat.
"T-tidak. Bisa kah jangan seperti ini."
"Apa maumu seperti ini?" dengan cepat Javier menggulingkan tubuh Sky sampai gadis itu berada dibawah dan Javier berada di atas nya. Dan ia tidak melepaskan pelukannya dari tubuh Sky.
Javier mendongak menatap wajah istrinya yang sangat dekat bahkan hidung mereka sampai bersentuhan.
"Kau mau seperti ini hm?" goda Javier.
Sky memberontak tapi nihil tubuh Javier terlalu besar.
"B-bisakah jangan seperti ini."
"A-apa yang kau lakukan.." Sky melotot ke arah Javier ketika merasakan sesuatu menganjal di bagian tubuhnya.
"Ayolah." Javier masih menggodanya.
"D-dengar, yang tersiksa disini bukan aku tapi kau. Kau sudah berjanji tidak akan menyentuh ku."
Javier menghembuskan nafas kecewa. "Benar juga."
"Sky." panggil Javier yang masih bersembunyi di leher gadis itu.
"Hm?"
"Di surat itu Jonathan.. Di.. Dia.." Javier kembali mendongak menatap Sky.
"Memelukmu Sky?" Sky melebarkan matanya ia pikir Javier tidak akan ingat lagi.
Sky diam tak menjawab membuat Javier tersulut emosi.
"Sialan dia!!" Javier hendak bangkit tapi Sky menahannya.
"Kau sudah berjanji untuk tidak marah dengan mereka!!"
"Kecuali yang ini!! Aku harus menghukumnya!!" Javier menepis tangan Sky dari tangannya dan mengambil kemeja di lantai.
Ketika sedang mengancing kemejanya Sky berlari memeluknya dari belakang.
"Jangan hukum mereka.. Jonathan tidak sengaja waktu itu dia mabuk dan menganggap ku Ara mantannya."
Mendengar itu bukannya tenang Javier malah membalik menatap Sky dengan tatapan menusuk.
"Berani sekali si keparat itu menganggap mu mantannya!! Aku akan tetap menghukum mereka!!"
__ADS_1
Sky kembali menahan Javier dan memeluk tubuh kekar suaminya itu dari depan. Ia mengerucutkan bibirnya dan menatap Javier dengan mata puppy eyes memohon agar Javier tidak pergi.
"Sial. Kenapa dia manis sekali!" batin Javier.
"Ku mohonnn Javier... Jangan menghukum mereka... Plissss.. ya..ya.. Jangan ya.."
"Javier.." panggil Sky dengan manja.
Javier masih tak berkutik. Sky harus memikirkan cara.
"Hubby.."
Javier menaikkan satu alisnya. "Kau bilang apa?"
"Hubby." panggil Sky kembali dengan manja.
Javier bagai terhipnotis hatinya mencelos begitu saja melihat tingkah manis dan manja Sky Alexander. Apalagi kali pertama ia mendengar Sky memanggilnya hubby. Bukan lagi om tua atau Jamal.
"Apa yang kau lakukan Sky. Padahal baru beberapa menit kau bilang akan menjaga harga dirimu. Tapi lihatlah sekarang..sial." dalam hati Sky merutuki kebodohannya sendiri.
Javier membalas pelukan Sky dan mengelus lembut puncak kepala gadis itu. Dan ini semua ia lakukan karena Jonathan dan teman temannya.
Jonathan memohon Sky untuk membujuk Javier agar tidak menghukum mereka. Karena nasib mereka akan sama dengan ayah Sky jika mereka dihukum, itu yang Jonathan katakan.
Dan sialnya lagi, kenapa harus dirinya yang menjadi pengganti hukuman itu. Pertama Sky menikah karena mengganti hukuman ayahnya dan kedua ia bersikap murahan karena mengganti hukuman Jonathan. Sial sekali hidupnya.
"Tetaplah memanggilku seperti itu. Atau aku akan berubah pikiran dan menghukum mereka."
Lihat, Sky terjebak dalam permainannya sendiri. Sky hanya menghembuskan nafas, mau bagaimana lagi keputusannya membantu Jonathan membuatnya terjebak dalam permainan ini. Memanggil Javier dengan panggilan sayang, Hubby? cih, sebenarnya itu menjijikan.
"Aku mencintaimu," ungkap Javier membuat Sky menatap pria itu sampai ternganga.
"Aku mencintaimu." Javier mengulang perkataannya.
"Tidak.. tidak.. ini pasti mimpi.. sky bangun sky..."
"T-tapi.."
"Aku tidak perduli kau tidak mencintaiku," potong Javier. "Karena kau akan tetap ada disampingku selamanya," lanjut Javier dengan tersenyum miring. Sky masih mematung kata mencintaimu terasa terngiang ngiang di kepalanya.
"Kenapa bisa?" tanya Sky.
"Eumm.. mungkin karena kau menyebalkan. Sikapmu selalu kasar denganku dari awal bertemu. Aku tidak pernah diperlakukan oleh gadis kecil seperti itu. Dan itu yang membuatku jatuh cinta."
Mampus. Sekali lagi, sekali lagi Sky terjebak dalam permainannya sendiri. Sky bersikap menyebalkan agar Javier menolak untuk menikahinya tapi lihatlah sekarang pria itu malah mengungkapkan cinta terang terangan.
Javier menunduk memposisikan bibirnya di telinga Sky. "Dan cepat atau lambat tubuhmu itu akan menjadi milikku, Baby.."
Deg.
Jantung Sky seakan berhenti, darah terasa berdesir begitu cepat membuat bulu kuduknya merinding dengan apa yang ia dengar.
Tubuhnya akan menjadi milik Javier? benarkah. Lelaki itu sudah mencintainya, itu artinya tak ada kesempatan untuk lari dari mansion ini terutama lari dari hidup Javier.
__ADS_1
"Tolong aku tuhan..." rengek Sky dalam hatinya.
Minta like sama coment di setiap chapter nya dong 😌 karena cuman itu yang bikin aku semangat lanjutin cerita ini ❤