Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#81


__ADS_3

Pertengkaran mereka dibagi menjadi dua kubu suporter. Kubu pertama berdiri di sebelah kanan terdiri dari Athes, Sekretaris Han, Thomas, Sergio dan Aiden.


Dan kubu kedua berdiri di sebelah kiri terdiri dari Philip, Jonathan, Samuel dan Nicholas.


Sementara Javier berdiri di dekat anak tangga menunggu Sky yang sedang dalam amarah besar hendak menuruni anak tangga.


Mereka bukan tidak mau memisahkan dua macan betina yang hendak bertengkar ini, tapi menurut mereka pertengkaran perempuan tidak terlalu menegangkan seperti pertengkaran mereka yang mempertaruhkan nyawa satu sama lain.


Tidak ada pistol, tidak ada pisau atau benda tajam lain nya. Dari pada memisahkan lebih baik mereka menganggap pertengkaran ini sebagai pertunjukan yang layak di tonton.


Zivania berdiri angkuh bersidekap dada seraya menatap tajam ke arah Sky. Sky tersenyum sinis lalu menuruni anak tangga dengan tangan mengepal.


Tepat ketika Sky turun di tangga terakhir Javier memegang tangan nya.


"Sayang ..." Javier menggeleng menatap Sky.


Pria ini masih waras untuk tidak membiarkan istrinya bertengkar dan menjadi tontonan seperti yang di lakukan anak buah dan sahabatnya.


Sky memberontak berusaha melepaskan cengkraman tangan suaminya.


"Lepaskan aku, By!!"


"Sudah lah sayang, biarkan saja dia."


"Hahaha dasar si gendut penakut!!" Zivania mengolok-ngolok Sky.


Sky membulatkan mata marah dengan ucapan Zivania.


Kurang ajar, dia memanggilku si gendut padahal yang besar hanya pipiku saja!!"


"Lepaskan aku, By. Lepaskan!!" Sky semakin memberontak sementara itu suporter dirinya bersorak menyemangati.


"Sky ... aku mendukungmu ... kau pasti menang. Semangat ... semangat ... semangat ... Sky Alexander!!" teriak mereka dengan tangan mengepal di udara memberi semangat.


"Diam kalian sial*n!!" bentak Javier.


Javier kini memeluk tubuh Sky dari belakang sedikit mengangkat tubuh kecil istrinya itu sampai membuat kaki Sky tergantung meronta-ronta.


"Lepaskan aku, by!! lepaskan!! jangan membuatku malu!!"


"Sayang sudah, kembali saja ke kamar. Dia bukan lawanmu."

__ADS_1


Javier mengatakan itu karena melihat tubuh Zivania yang lebih tinggi dari istrinya. Wajar saja, perempuan itu seorang model. Berbeda dengan Carla yang tidak terlalu tinggi.


Krekk


Sky mengigit pergelangan Javier yang melingkar di dada nya. Gadis itu pikir suaminya akan kesakitan dan melepaskan pelukan nya tapi nyatanya Javier menatap datar ke arahnya sedikit menunduk.


"Sayang ..."


Mata Sky menoleh ke samping ke arah suaminya dengan gigitan yang masih belum terlepas.


"Jangan membantahku, oke." Javier berbicara dengan lembut. Oh ayolah, pria sekejam Javier tidak akan mempan dengan gigitan anak kucing.


Zivania yang melihat aksi Sky mengigit Javier hanya bisa tertawa.


Sky menghela nafas dan mengangguk lalu melepaskan gigitan nya. "Oke, aku akan ke kamar."


Javier tersenyum tipis dan melepaskan pelukan nya. Semua suporter menghembuskan nafas kecewa. Ah tidak jadi menonton pertunjukan.


Tapi sedetik kemudian.


BUGH


"S-sayang ..."


Sky segera berjalan penuh amarah menghampiri Zivania. Zivania hanya tersenyum sinis seakan-akan meremehkan Sky Alexander.


Sky hendak menampar Zivania tapi dengan satu gerakan Zivania menangkap tangan gadis itu dan memutarnya ke belakang.


Semua orang yang melihat itu terkejut. "Bantu istriku sial*n!!"


Javier membentak mereka semua yang hanya menonton. Bukan Javier tidak mau membantu tapi yang di bawah terasa keram sampai sulit membuatnya berdiri. Tendangan istrinya luar biasa.


"Hei gadis bogel, lebih baik pergi dan berikan Javier kepadaku lagi!! dia milikku!!"


Sky mendengus marah dengan gigi nya mengertak kesal.


Gadis itu masih mempunyai satu tangan yang masih bebas dari cengkraman Zivania. Dengan cepat Sky mendongak ke arah Zivania dan menarik rambut panjang perempuan itu.


Sky memutar-mutar rambut Zivania di tangan nya dan menariknya keras membuat perempuan itu menjerit kesakitan.


"HOREEEE!!" suporter Sky berteriak senang kala Sky mendominasi pertengkaran ini.

__ADS_1


Sementara suporter Zivania hanya bisa menghembuskan nafas.


Jonathan menonton pertengkaran ini dengan sesekali menyuapkan popcorn dari mangkuk yang ia pegang.


"Apa kau tidak punya harga diri hah?!!" ucap Sky yang masih menjambak keras rambut Zivania.


Kedua tangan Zivania di pakai untuk membebaskan rambutnya dari cengkraman gadis kecil di depan nya ini.


"Sayangg!!" panggil Javier.


Sky hanya menoleh sesaat ke arah Javier lalu menyeret Zivania dengan kasar dan menarik rambut perempuan itu untuk keluar dari mansion.


Zivania sampai harus berjalan menunduk karena cengkraman tangan Sky.


"Lepaskan aku sial*n!! kau yang menganggu hubunganku dengan Javier!! dasar kau gendut!!"


"Berisik kau jal*ng!!"


Sky terus menarik kepala Zivania. Perempuan itu terus berteriak meminta di lepaskan.


Ketika ia melihat segelas air di meja, Sky mengambilnya.


Gadis itu mendorong Zivania keluar mansion dan.


Byurrr


Dia menyiram muka Zivania dengan segelas air.


"Jangan datang lagi ke sini kau jal*ng!!"


BRAKH


Sky menutup pintu dengan keras. Ia masih memandang pintu dengan dada nya yang naik turun, tangan nya mengepal marah, dahi nya mengkerut. Walaupun Zivania sejenis dengan Carla tapi Sky lebih membenci perempuan itu karena dia mantan suaminya.


Sky akhirnya membalik untuk kembali ke kamar dan semua suporter sudah berdiri di depan nya dengan menatapnya tanpa berkedip. Mungkin mereka heran bagaimana bisa tubuh sekecil ini menyeret perempuan seperti Zivania.


"Apa kalian lihat-lihat?!!" bentak macan betina yang masih marah ini.


Semua orang memalingkan wajah ke arah lain. "T-tidak, Sky."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2