
Mereka sudah pindah ke ruangan lain. Semua persalinan berjalan dengan baik, Xander sedang menggendong bayi lelaki putrinya dengan tersenyum senang dan Sky menggendong bayi perempuan nya.
Sementara itu sang Ayah, Javier. Sedang mengisi energi nya kembali, ia duduk di sofa di temani Thomas dan Sekretaris Han di sampingnya.
Javier begitu lemah melihat perjuangan istrinya melahirkan sampai belum sempat menggendong si kembar. Dan lagi, kesalahan nya di masa lalu terus saja membayang-bayangi nya. Kesalahan membiarkan Sky kedinginan di tengah malam.
"Minum dulu." Sekretaris Han memberikan segelas air kepada Javier.
"Aku butuh alcohol," sahut Javier yang mendapat toyoran kepala dari Thomas.
"Kepar*t jangan gila!! di saat seperti ini bukan nya senang malah minta alcohol!!"
Sekretaris Han pun berdecak seraya menggelengkan kepala.
Sementara itu Xander terlihat sibuk menimang-nimang bayi laki-laki yang belum di beri nama itu.
Athes and the geng pun tampak mengerumuni si kembar.
"Cucuku tampan, bukan?"
"Ya, mirip Tuan Javier yang ini," sahut Aiden.
"Tapi pipi nya gembul mirip Sky," ujar Jonathan.
Sky hanya terkekeh.
"Ini sangat cantik," ucap Sergio melihat bayi perempuan.
"Ini juga gembul," kata Samuel.
Mereka pun bertukar melihat kedua bayi kembar itu.
"Ini kalau besar pasti bahaya," ucap Athes.
"Ya, aku setuju. Lihat alisnya, tajam sekali. Matanya setajam burung elang, iya kan?" ujar Nicholas.
"Ya, kau benar."
Sementara itu Philip dan Keenan sedang sibuk meneguk minuman kaleng.
Javier beranjak menghampiri Xander. "Biarkan aku menggendongnya."
__ADS_1
"Hati-hati, dia sedang tidur."
Javier pun menggendong bayi laki-lakinya dengan sangat hati-hati.
Bayi lelaki yang sedang tertidur itu perlahan membuka mata di gendongan Ayahnya. Dan dua detik kemudian ia kembali menutup matanya seraya menyunggingkan senyum ke arah Javier.
Javier tersenyum haru, lucu sekali darah dagingnya ini.
"Kau tidur di pangkuan Kakekmu tapi memberikan senyuman itu untukku? huhh ... siap-siap pipimu itu akan aku gigit setiap hari," ucapnya menoel pipi anaknya.
"Maxime Louis De Willson ..."
Semua orang melebarkan mata nya mendengar nama bayi lelaki itu.
"Wihhh namanya Maxime ..." ucap Jonathan.
"Bagus."
"Aku merasa Maxime akan lebih kejam dari Tuan Javier ketika besar nanti," bisik Sergio.
"Ya, aku juga berpikir seperti itu," sahut Samuel.
"Maxime?" Sky menaikkan satu alisnya, Javier menoleh ke arah istrinya.
Javier mendekati anak perempuan nya di gendongan.
"Tukeran sayang."
Javier dan Sky pun menukar bayi nya.
"Wahhh ... wahhh ... wahhh besar nanti kau harus siap dengan keposesifan ku dan Kakakmu, oke."
Bayi merah itu hanya menggerak-gerakkan tangan dan kakinya.
Javier tersenyum. "Miwa ... namamu Miwa Louisa De Willson."
"Maxime, Miwa. Nama yang bagus untuk cucuku, biarkan aku menggendongnya."
Javier langsung menjauh dari Xander. "Tidak!! anak perempuanku tidak boleh di gendong lelaki lain selain aku."
Xander berdecak. "Aku ini Kakeknya!!"
__ADS_1
"Lihat, masih bayi saja sudah di larang dekat dengan lelaki lain," bisik Jonathan. "Apalagi besar nanti, jodohnya harus bersujud di kaki Tuan Javier dulu sepertinya."
"Iya, kau benar," sahut Samuel.
"Cepatlah Javier!!" paksa Xander.
Javier mendengus. "Yasudah, hati-hati."
Javier akhirnya memberikan Miwa kepada Xander.
Ruangan itu cukup luas untuk di isi oleh mereka semua, mereka menghabiskan waktu sampai sore hari di Rumah Sakit untuk memulihkan kondisi Sky.
Sebenarnya Javier meminta Sky untuk tetap istirahat di Rumah Sakit selama tiga hari tapi gadis itu terus memaksa untuk pulang.
Sampai akhirnya, mereka sibuk membereskan baju-baju si kembar.
"Lihat, aku sudah bilang. Bawa dua saja sudah cukup, tapi kalian malah bawa baju seperti orang liburan saja," ucap Sky.
"Ini untuk berjaga-jaga sayang," sahut Javier yang sedang memasukan baju-baju si kembar ke tas.
Sky hanya bisa menggeleng dengan sikap suami dan Ayahnya itu.
...💥💥💥...
Sandic menghembuskan rokok seraya memandang taman di depan nya, semenjak kematian Lucas ia menghilang begitu saja dari Javier.
Tepatnya bukan menghilang, ia sedang menunggu datangnya keturunan De Willson untuk di bunuh.
Ia menarik ujung bibirnya tersenyum kala mendengar Sky sudah melahirkan bayi kembar. Yang sangat ia incar adalah anak laki-lakinya.
Tentu saja ada orang yang selalu memperhatikan gerak-gerik Javier dan yang lain tanpa sepengetahuan mereka.
"Dua anakku mati ... maka sebagai gantinya, dua anak dan istrimu juga harus mati!!"
"Dan aku juga mendapatkan bonus sekarang ... kemana lagi kau akan lari Xander!!" Ia tersenyum sinis, membuang puntung rokok, menginjaknya lalu pergi dari ruangan itu.
Sandic tahu kalau Sky adalah putri dari Xander Valaric, bukan takut. Ia malah sangat senang karena selama ini ia juga mencari keberadaan Xander yang bersembunyi entah dimana.
Dan lagi, seandainya Sandic hanya ingin Javier mati ia akan berusaha dari dulu untuk membunuh pria itu. Tapi yang Sandic mau, melihat Javier sengsara karena kehilangan orang yang dia cintai seperti dirinya kehilangan Lucas dan Alton.
Sandic ingin melihat Javier hancur kehilangan istri dan anak-anaknya.
__ADS_1
Bersambung