Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#167


__ADS_3

Sky berada di ruang persalinan. Di samping kanan ada Javier yang menemani nya dan di samping kiri ada Xander.


Sementara Athes and the geng dan yang lain menunggu di luar ruangan. Mereka semua terlihat sangat panik juga, mereka hanya bisa duduk dengan wajah cemas menunggu kelahiran Sky.


Semuanya hening, tidak ada candaan lagi, tidak ada teriakan, tidak ada obrolan. Semua orang hanya duduk dengan sesekali menghela nafas.


Pandangan mereka tidak berpindah dari pintu ruang bersalin. Sedang apa Sky sekarang, apa gadis itu baik-baik saja. Hanya itu di pikiran mereka.


Sampai Keenan datang pun mereka tidak sadar, Keenan mengerutkan dahi nya bingung melihat si pembully yakuza tampak diam. Tapi ia pun ikut duduk tak jauh dari mereka.


Sementara itu di dalam Ruang bersalin.


"Aakkkhhh ... auuuww ... sa-sakit ..." Sky memekik kesakitan memegang perutnya.


"DOKTER CEPAT DOKTER!!" teriak Javier.


"Daddy yakin kau pasti bisaa ..." Xander berusaha menyemangati dengan tenang, padahal jantungnya seakan ingin keluar dari tubuhnya sendiri saking paniknya melihat putri kesayangan nya ini.


"Hufftt ... huuftt ..." Sky berusaha mengatur nafasnya.


Dokter Rachel pun akhirnya datang.


"Lama sekali kau ini!!" geram Javier kepada Dokter Rachel.


"Astagaa ... sabarlah sedikit, aku harus menyiapkan peralatan nya dulu."


"Nyonyaa ... sekarang buka kaki mu."


Sky pun menurut, sementara itu Ayah dan Suaminya terlihat sangat panik sampai beberapa kali menghela nafas.


Dokter Rachel mencoba melihat jalan lahir, sudah pembukaan sepuluh.


"Aku akan menggunting ****** nya dulu, karena ukuran bayi sangat besar." Dokter Rachel pun membawa gunting khusus.


Javier dan Xander membulatkan mata tak percaya.

__ADS_1


"Jangan bercanda kau ini!!" ucap Xander.


"Tahan nyonya ..."


"Arrkkkhhhh ..." Sky menjerit kesakitan saat Vag*na nya di gunting. Javier menelan ludah nya susah payah, keringat dingin memenuhi tubuhnya. Di pandang lah wajah istrinya dengan tertegun, tiba-tiba sekelebat ingatan tentang Sky kedinginan di bawah derasnya air hujan kembali muncul.


Lihat, jahat sekali dia. Menyakiti istrinya begitu dalam, tapi ketika Sky melahirkan ia tidak bisa apa-apa. Istrinya rela kesakitan di depan matanya demi melahirkan darah dagingnya sendiri.


Tiba-tiba ia menangis penuh penyesalan. "S-sayang ... maafkan aku ..." lirihnya dengan gemetar.


"Oke, dorong nyonya ..."


"Errrrgghhh ..." Sky mengejan sekuat yang ia bisa.


Wajahnya basah dengan keringat, Javier gemetar melihat istrinya seperti itu.


"Lagi nyonyaa ..."


"Errrggghh ..."


"S-sayanggg ... sayang ... kau kuat ... kau hebat ..."


"Hufft ... hufftt ..." Sky mencoba mengatur nafasnya dulu.


"Dorong sekali lagi Nyonyaa ..."


"Hahh ... Hahh ... tidak, aku tidak bisa ..."


Kalimat Sky seakan sambaran petir untuk Javier, apa yang harus ia lakukan. Sky terlihat lemah, tapi di sisi lain hanya Sky yang mampu mengeluarkan anaknya.


"Sayang ... lihat aku ... lihat aku ..." Sky menatap suaminya dalam-dalam.


"Si kembar ingin bertemu denganmu, mereka pasti senang bertemu denganmu ... kau harus kuat demi melihat mereka ..."


Sky akhirnya mengangguk dan mengejan lebih panjang dari sebelumnya.

__ADS_1


"Errrggghh ..."


Oeee ... Oeee ... Oeee ...


Akhirnya tangisan bayi laki-laki itu memenuhi seisi ruangan, Javier menghembuskan nafas bersama Xander. Tubuh kedua pria itu sampai lemas melihat perjuangan Sky.


Sementara Dokter sedang menggunting tali pusar bayi lelaki itu sekaligus membersihkan nya.


Javier terduduk di lantai menopang kepala dengan kedua tangan nya. Ia menangis sejadi-jadinya. Begitupula dengan Xander, ia mencoba tetap berdiri dengan memegang ujung ranjang agar tetap bisa menopang tubuhnya dengan baik.


Ia menatap putrinya tertegun, lalu mengusap keringat di wajah Sky. Xander tidak menemani Alexa saat melahirkan Sky dulu, jadi ia tidak tahu sesakit apa melahirkan. Tapi ketika melihat putrinya, ia pun berkata.


"Darimu aku mengerti ... yang hebat bukan pria yang kuat berperang tapi perempuan yang kuat melahirkan anak-anaknya ..." Xander memegang tangan Sky kuat-kuat dengan mata berkaca-kaca.


"YEAAYYYY!!" teriak mereka yang di luar ruangan begitu antusias nya mendengar tangisan bayi itu. Mereka sampai meloncat-loncat dan berpelukan satu sama lain.


Hanya Keenan, yang tidak di ajak berpelukan. Kasihan sekali.


Javier mencoba berdiri dengan sekuat tenaga. "Dimana? Dimana anakku?" tanya nya yang tak sabar melihat anaknya.


"Sebentar, masih ada satu lagi yang belum keluar."


"HAHH??" Javier dan Xander membulatkan mata tak tak percaya. Satu lagi?itu artinya Sky akan kesakitan lagi.


"Anakmu kembar, kau lupa."


"A-ku pikir ... tadi keluar dua-duanya ..."


"Kau sudah siap Nyonya?"


Sky pun mengangguk, walaupun sedikit lemah tapi suara bayi laki-laki nya memberikan semangat besar untuknya.


Javier menelan ludah nya susah payah. Dulu ia sangat senang mendapatkan bayi kembar tapi setelah melihat perjuangan istrinya melahirkan, jujur ia merasa bersalah.


Dan Sky pun kembali mengejan untuk mengeluarkan bayi perempuan nya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2