
Keesokan harinya, mereka kumpul kembali di bawah. Sky masih di kamar bersama si kembar, semalam setelah acara selesai Thomas menginap di hotel bersama Liana, jangan tanya kenapa mereka menginap di hotel.
Javier menuruni anak tangga, terlihat yang lain sudah duduk di meja makan.
"Dimana istrimu?"
"Di kamar, sedang menyusui Miwa," sahut Javier lalu duduk di depan Xander.
Yang lain sedari tadi memandang Sekretaris Han yang sibuk dengan ponsel nya dengan sesekali tersenyum.
Javier yang merasa aneh dengan sikap Sekretaris nya itu menoleh ke arah Philip dengan maksud menanyakan ada apa dengan Sekretaris Han, tapi Philip hanya menaikkan kedua bahu nya.
Sudahlah, Javier pun membiarkan sikap aneh Sekretaris nya itu.
"Philip ..." panggil Javier dan Philip pun menoleh.
"Belika baby oil untuk anakku setelah makan."
"A-aku?" Philip menunjuk dirinya sendiri dan Javier mengangguk.
"Aku tidak tahu baby oil bayi seperti apa," sahut Philip.
"Aku tau." Jonathan mengangkat tangan nya.
"Kau tahu?" tanya Javier dan Jonathan pun mengangguk.
"Kalau begitu, kau yang belikan."
"Siap Tuan."
Keenan pun datang bergabung bersama mereka dan duduk di samping Sekretaris Han, ia sempat mengintip ponsel Sekretaris Han tapi dengan cepat pria itu menjauhkan ponselnya.
__ADS_1
"Mau apa kau? mengintip?!" sinis Sekretaris Han.
"Huhh siapa juga yang mau mengintip," sahut Keenan. Padahal sebenarnya ia juga penasaran dengan Sekretaris Han yang terlihat ceria pagi itu.
Setelah selesai sarapan, Jonathan pergi untuk membeli baby oil, tapi ternyata semua orang ingin ikut. Hanya Xander, Javier dan Sky yang berada di mansion.
Mereka pun pergi dua mobil hanya untuk membeli satu barang, baby oil saja. Huh.
Keenan menyetir dan di sampingnya ada Sekeretaris Han yang hening dan hanya melihat ke luar jendela seraya tersenyum.
Di belakang Samuel, Nicholas dan Sergio saling menyikut satu sama lain. Mereka sangat kebingungan dengan sikap aneh Sekretaris Han, apa jangan-jangan dia sudah tidak waras karena terlalu banyak di sumpal pekerjaan oleh Javier.
Keenan hanya bisa menggeleng melihat sikap Sekretaris Han yang bahkan sedari pagi tidak mengajaknya ribut sama sekali.
Mereka pun sampai di sebuah mall, sebenarnya bukan hanya untuk membeli baby oil saja, mereka bosan dan ingin jalan-jalan.
"Aku lapar kita makan dulu," ucap Sekretaris Han seraya membuka pintu mobil.
"Sepertinya orang gila memang sering lapar," sahut Keenan yang ikut keluar dari mobil.
Mereka semua pun masuk ke mall dan tujuan pertamanya adalah tempat makan. Walaupun tadi pagi sudah sarapan kalau soal makan itu nomor dua untuk mereka, karena nomor satu nya tetap uang. Uang segalanya.
Athes and the geng, Philip, Keenan dan Sekretaris Han duduk di meja bulat yang besar.
Dua pelayan menghampiri mereka dan memberikan pilihan menu. Kebetulan mereka masuk ke tempat makan yang harga nya lumayan besar dan itu juga kemauan Sekretaris Han, mungkin dia juga yang akan membayar pikir mereka.
"Sebentar," ucap Sekretaris Han menutup buku menu itu.
"Bagaimana kalau kita membuat permainan."
"Permainan apa?" tanya Philip.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita tulis nama kita di kertas dan masukan ke botol kosong, siapapun nama yang keluar setelah di kocok harus membayar tagihan makan hari ini."
"Dan bukan hanya satu, tapi tulis nama kita masing-masing di tiga kertas sekaligus agar botol ini bisa di gunakan kapanpun. Bagaimana?" lanjut Sekretaris Han.
Mereka saling menoleh satu sama lain dan akhirnya mengangguk setuju.
Mereka pun menulis nama mereka masing-masing di kertas lalu memasukan nya ke botol. Sekretaris Han yang memasukan semua nama itu ke botol.
Mereka pesan makanan apapun yang mereka mau, tidak perduli mahal atau tidak mereka tetap memesan nya.
Sampai makan selesai pun sesi pengocokan botol di mulai, mereka terlihat fokus dengan Sekretaris Han yang sedang membuka salah satu gulungan kertas itu.
"Keenan," ucap Sekretaris Han menatap Keenan dengan tersenyum.
"Kenapa aku?"
"Namamu lah yang keluar, jadi kau harus membayarnya. Sudah, kau bayar saja aku harus pergi membeli baju."
Sekretaris Han pun beranjak meninggalkan meja di ikuti yang lain.
"Ucapkan selamat tinggal dengan uangmu," ucap Philip menepuk pundak Keenan sebelum pergi.
Keenan hanya celengak-celinguk, makanan yang tadi di pesan sepertinya sangat mahal. Dia memang punya uang tapi tetap saja seharusnya ia hemat bukan.
Keenan hanya mendengus lalu dengan kesal mengeluarkan ATM di dompetnya.
Setelah itu ia menyusul yang lain ke toko baju.
Terlihat Sekretaris Han sedang memilah-milah Kemeja dan Jas yang cocok untuk bertemu dengan Kara nanti malam.
Alasan nya tersenyum tidak jelas karena ia sedang chat bersama Kara dan mereka janjian untuk bertemu nanti malam di sebuah restaurant.
__ADS_1
Bersambung