
Javier baru kembali ke mansion malam hari, ia hanya duduk di dalam mobil setelah kepergian Sky.
Ia hanya menangis seraya meminum alkohol dan membaca ulang surat dari istrinya untuk mengobati rasa rindunya.
Dulu, ia pernah mengikat tangan Sky dengan tangan nya sendiri karena tidak bisa jauh dengan gadis itu.
Tapi sekarang, ia sangat jauh dengan istrinya dan itu karena kebodohan nya sendiri.
Dari awal semua orang berfikir Javier lah yang paling mencintai Sky, Javier lah yang paling tidak bisa jauh dari Sky.
Kejadian ini membuat ia tersadar bahwa bukan dia yang paling baik mencinta istri nya. Tapi Sky lah yang paling baik mencintainya, gadis polos yang tidak pernah pacaran itu harus menikah dengan seorang mafia. Dan benar, Sky tidak pernah protes akan hal itu, Sky tidak pernah meminta Javier untuk berhenti membunuh orang.
Gadis itu menerimanya dengan baik tapi kenapa ia menyalahkan Sky atas kesalahpahaman antara Ataric dan Xander.
Javier berdiri di ambang pintu, setiap sudut mansion seakan memutar setiap kenangan nya bersama Sky.
Ia pernah duduk berdua di meja makan untuk sarapan nasi goreng bersama Sky, ia pernah duduk di sofa dan menggoda istrinya ketika marah dan berakhir dengan berc*nta.
Ia juga pernah menggelitik Sky dan saling mengejar satu sama lain. Gadis itu pergi, tapi tidak dengan kenangan nya.
Kenangan nya tersimpan baik di mansion ini. Javier perlahan berjalan menaiki anak tangga dengan mata berkaca-kaca.
Ia berjalan ke balkon. Dan ingatan itu kembali muncul, ingatan dimana ia hanya berdiri di balkon menatap istrinya yang kedinginan di bawah sana.
Ia menghela nafas berat, Javier seakan melihat Sky yang berdiri di bawah guyuran hujan seraya menatapnya.
"Maafkan aku sayang ..." lirihnya.
"Maafkan aku yang menyakitimu ..."
"Maafkan aku atas kebodohanku ..." Ia terisak.
__ADS_1
Javier seakan sulit untuk bernafas, hatinya seakan teriris-iris. Ia membalik dan mendapati sofa kosong di depan nya.
Dan lagi, sofa itu merekam kenangan dimana Javier mengajari Sky pelajaran kotor hari itu.
"Sky ..." lirihnya dengan gemetar seraya menatap sofa panjang di depan nya.
Ia memegang pagar besi di balkon itu karena tubuhnya seakan lemah seketika. Nyawanya seakan hilang setengah karena kepergian Sky.
Suasana mansion pun sepi, semua orang meninggalkan nya. Tidak ada Sekretaris Han, tidak ada Thomas, tidak ada Philip bahkan Athes and the geng yang selalu berisik pun entah ada dimana.
Kesalahan nya bukan hanya membuat Sky pergi tapi membuat yang lain juga ikut meninggalkan Javier.
Sampai tengah malam tiba Javier masih di balkon dengan menengadah menatap langit malam.
Ia terus bergumam sendirian.
"Aku merindukanmu dan aku hanya bisa menatap langit di sini sayang ..."
"Apa kau mengidam sesuatu sayang? ingin sekali aku ada di sampingmu ... aku ingin melihat mu mengidam sesuatu ... aku ingin menemanimu di masa-masa kehamilan ..."
Ketika kepercayaan di rusak kata maaf sudah tidak ada artinya lagi.
Ucapan Sky melintas begitu saja, seakan menyadarkan Javier kalau Sky tidak mungkin memaafkan nya.
Ia menghela nafas berat, walaupun begitu Javier akan mencoba menyusul Sky ke Negara X.
Ia menelpon anak buahnya yang sudah pasti bukan Sekretaris Han dan yang lain karena mereka pasti sudah terlalu benci dengan nya.
"Cari tahu tentang keberadaan Antraxs!!"
"Siap, Tuan!!"
__ADS_1
Javier beranjak untuk kembali ke kamar. Tapi mata nya mendapati rumah kecil Momo di bawah sana.
Dan lagi ia menghela nafas melihat itu, anak babi seperti Momo saja merekam dengan baik kenangan tentang istrinya.
Ia ingat Sky bermain lumpur dengan Momo di pagi hari sampai membuat dirinya frustasi.
Javier membuka pintu kamar, tempat yang paling banyak menyimpan kenangan bersama Sky.
Pria itu duduk di bawah ranjang memegang kedua kepalanya dengan pikiran kacau. Ia lalu menangisi kesalahan nya tapi ia juga merindukan istrinya. Kesepian kembali melanda hidup pria ini.
"Sky ..."
"Sky ..."
"Aku merindukanmu ..."
"Maaf ..."
Ponselnya berdering, anak buah yang di suruh mencari identitas Antraxs menelpon nya.
"Maaf, Tuan. Semua situs tentang Antraxs di tutup total. Bahkan di Negara X Antraxs sudah pindah dari mansion lama nya. Dan cctv yang merekam Xander bersama Nyonya Sky hanya berhenti di bandara saja. Semua cctv di jalan sepertinya di rusak oleh anak buah Antraxs."
"Suruh mereka mendatangi desa-desa terpencil di sana. Xander pasti menyembunyikan istriku!!"
"Siap, Tuan."
Sekarang apa yang harus ia lakukan, ia tidak tahu kemana Xander membawa istrinya. Karena pria itu pintar sekali bersembunyi, terbukti saat Javier mencari Xander bertahun-tahun selepas kematian Ataric saja sangat sulit.
Tapi tetap saja Javier akan mencoba untuk mencari Sky ke Negara X. Ia tidak mau melewatkan kehamilan istrinya, itu adalah moment yang di tunggu-tunggu.
*
__ADS_1
Bersambung