
Setelah membeli PS, Athes and the geng membawa Sky ke Timezone.
Mereka bersenang-senang disana. Memasukan bola basket ke ring, mencapit boneka dengan ricuh ketika gagal. Bermain tembak-tembakan, bermain dance di Timezone dan masih banyak lagi.
Mereka benar-benar menikmati permainan di sana tanpa rasa canggung. Javier tidak ada di sana membuat Athes and the geng bebas bermain bersama Sky. Tidak perlu lagi memanggil Nyonya, tidak perlu membungkukan badan. Mereka seperti anak kuliahan yang berteman dekat sekarang.
Tidak ada yang tahu keenam lelaki yang berada di lingkungan Timezone itu anak buah dari seorang Mafia kejam. Tidak ada yang tahu identitas mereka. Tidak ada yang tahu sudah puluhan manusia yang pernah mereka bunuh.
Ketika tidak ada penyerangan mereka bebas bermain seperti anak kecil. Canda dan tawa terlihat dari wajah mereka tapi ketika di tugaskan untuk menyerang keenam lelaki ini berubah menjadi kejam dan sulit terkalahkan.
"Ayo ... ayo ... dikit lagi ... dikit lagi!!" teriak mereka melihat Athes yang sedang sibuk mencapit boneka.
"Yaahhhh ..." mereka menghembuskan nafas kecewa karena boneka nya malah kembali jatuh.
"Coba lagi ... coba lagi ..." Sky meminta Athes kembali bermain boneka capit.
Jonathan pun menggesek kartu bermain nya. Dan Athes kembali menggerakkan capitan.
"Aku bisa ... pasti bisa." Athes mencoba untuk fokus dan.
"HORREEE!!!" teriak mereka semua seraya berjingkrak-jingkrak seperti anak kecil.
Athes memberikan boneka dinosaurus itu kepada Sky.
"Untukmu, Sky."
"Terimakasih, Athes." Sky memeluk boneka itu dengan senang.
Setelah itu mereka kembali sibuk dengan permainan yang lain.
__ADS_1
Mereka keluar dari Timezone setelah menghabiskan waktu selama satu jam di sana.
Sky membawa mereka ke tempat make up. Membeli beberapa alat make up yang biasa dia pakai dan juga membeli skincare karena skincare nya hampir habis.
Athes and the geng yang terbiasa memegang pistol kini dengan tatapan bingung sedang memegang lipstick di tangan nya.
"Apa kau mau mencoba nya, Jonathan?" tanya Aiden kepada Jonathan.
"Hei, aku ini laki-laki!!"
"Kenapa lipstick ini banyak sekali warnanya," ucap Nicholas.
"Lihat ini." Nicholas memperlihatkan lipstick warna hitam.
"Menurut kalian siapa yang mau pakai lipstick warna hitam? dan untuk apa?"
Athes menunjuk seorang perempuan dengan ekor matanya. Mereka semua mengikuti arah pandang Athes.
"Be-benar-benar ada yang memakai lipstick hitam," ucap Nicholas terbata karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat Menurutnya semua perempuan hanya suka lipstick merah itu sebabnya ketika ia melihat lipstick hitam Nicholas merasa aneh.
"Hei, aku mau membeli ini dan ingin mencoba nya tapi wajahku sudah pakai foundation." Sky datang dengan membawa foundation di tangan nya.
"Jonathan, aku pinjam wajahmu, ya."
Jonathan membulatkan mata, ia segera mundur seraya menggelengkan kepala. "Tidak, Sky. Aku tidak mau."
Sky melihat ke arah Athes. Athes pun melakukan hal yang sama seperti Jonathan.
Sky beralih ke arah Aiden. Aiden juga melakukan hal yang sama. Keenam lelaki itu terus mundur menjauhi Sky.
__ADS_1
Sky menekuk wajahnya kesal karena tidak ada yang mau mencoba foundation yang ia bawa sampai akhirnya.
"Sayang ..."
Javier datang membuat Sky membinar seketika dan membuat keenam lelaki itu menghembuskan nafas lega. Alangkah lebih baiknya hal seperti ini di coba oleh Javier, suaminya sendiri.
Sky berlari menghampiri Javier dan menarik tangan nya. Javier yang bingung hanya bisa menurut.
"Aku pinjam wajahmu, ya."
Sky segera memoleskan foundation ke wajah Javier. Javier sempat bergerak memberontak tapi gagal kala melihat Sky mengerucutkan bibirnya.
Ia hanya bisa menghela nafas dan pasrah saja sekarang.
Athes and the geng diam-diam tertawa. Tapi ketika tatapan maut Javier tertuju ke arah mereka, mereka pun hening seketika.
"Sky, cukup ..." Javier meminta dengan wajah melasnya.
Sky tidak berhenti, ia malah membawa lipstick dan mencoba nya di bibir Javier.
Tidak jauh dari sana Thomas, Philip dan Sekretaris Han memotret mereka. Mereka tertawa diam-diam melihat bibir Javier yang kini merah merona.
"Dasar mafia badut!!" ledek Philip dengan tawa nya.
"Mafia banci!!" Thomas ikut meledek.
Hanya sekretaris Han yang diam karena ia bekerja untuk Javier jadi memilih diam saja agar aman dari pada gajihnya di potong.
Sky masih fokus dengan bibir Javier, jarak mereka sangat dekat. Javier memperhatikan wajah istrinya sampai perlahan wajahnya mendekat dan mendekat. Dan berakhir dengan ciuman.
__ADS_1
Athes and the geng segera memalingkan wajahnya dengan terkejut sementara Thomas dan yang lain hanya membulatkan mata. Saking kaget nya Thomas tak sadar ia memotret Javier yang mencium Sky di toko make up.
Bersambung