
Engga ngerti eps 24 ga lulus mulu terus aja sedang di review :( . Kalau beruntung ini lanjutan dr eps 24 ya..
Javier keluar dari kamar diikuti Sky dari belakang mereka menuruni anak tangga dan mendapati Carla sedang duduk disana bersama Thomas dan Sekretaris Han.
"Sedang apa kau disini?" tanya Javier.
Carla acuh ia menghampiri Sky menatapnya tajam, Sky tak kalah tajam menatap Carla. Javier masih berdiri di dekat mereka menatap bergantian kedua istrinya itu. Sementara Sekretaris Han dan Thomas sudah setia untuk menonton sebuah pertunjukan antara dua istri tuannya.
"Kau--"
"Apa hah?"
"****** perusak rumah tangga orang!!" kesal Carla.
Sky tertawa kecut mendengarnya. "Kau bahkan tak di anggap istri oleh Javier, lalu rumah tangga mana yang ku rusak?!"
"Semua orang sudah tahu aku istrinya. Istri pertama! semua istri kedua itu perusak rumah tangga! Lagi pula aku tidak pernah mengizinkan Javier menikah lagi!!"
"Dia tidak perlu izin dari istri pembisnis sepertimu!"
"Kau---Sialan!!" geram Carla.
Thomas menyesap secangkir kopi tanpa mengalihkan pandangan dari dua perempuan yang sedang bertengkar itu.
Javier yang sedari tadi hanya memperhatikan akhirnya duduk di sofa membiarkan kedua istrinya bertengkar tanpa mau melerainya.
"Pisahkan mereka Javier!" ucap Thomas.
"Tidak perlu. Sky lawan yang seimbang. Tonton saja."
"Apa ini alasan mu menikah lagi, agar membuat sebuah drama yang bisa di tonton," timpal Sekretaris Han seraya tersenyum miring.
"Aku hanya ingin tahu istri kedua atau istri pertama yang lebih pemberani."
"Aku tim Sky," ucap Sekretaris Han.
"Baiklah, biar aku saja yang mendukung Carla."
"Carla tidak akan menang," pekik Sekretaris Han seraya menunjuk kedua perempuan itu dengan dagunya. Oh Sky Alexander sedang menjambak rambut Carla.
"Belum tentu. Carla lebih gila," jawab Thomas yang melihat Carla melawan Sky dengan menginjak kaki Sky dengan higheels tingginya.
"LEPASKAN NENEK TUA!!"
"SIALAN BILANG SEKALI LAGI KAU BILANG APA HAH?" Carla berteriak geram.
"NENEK TUA. KAU PIKIR KAU CANTIK, MUKAMU TERLIHAT KERIPUT SEPERTI NENEK NENEK!!"
"HEH AKU PERAWATAN SETIAP SAAT, LIHATLAH KULITKU YANG TANPA PORI PORI INI----arrrgghhh."
Sky memutar tangan Carla ke belakang karena gadis itu hendak mencekik lehernya.
"Shittt" umpat Carla. "Lepaskan aku sial*n!!"
"TIDAK!!"
__ADS_1
"LEPASKAN ******!!"
"APA? BILANG SEKALI LAGI!!" Sky menekan lebih keras tangan Carla.
Javier hanya menonton dengan sesekali tersenyum tipis.
"Apa aku harus menambah satu istri lagi sebagai wasit?" tanya Javier kepada kedua temannya.
"Tidak perlu, karena wasitnya sedang berjalan kesini." Thomas melihat Philip berjalan menghampiri mereka dengan menggendong Momo seperti biasanya, tubuh anak babi itu di selimuti handuk putih. Apa Philip baru saja memandikannya lagi?.
"Hei... hei... ada apa ini?" Philip berlari lalu berdiri di tengah tengah Carla dan Sky.
Wajah dan rambut kedua perempuan itu sudah berantakan dengan nafas keduanya yang tidak teratur. Perpaduan kesal dan marah, sampai matanya menatap tajam satu sama lain.
"Ngokkkk.."
"Diam Momo!" ucap Philip. "Kita harus memisahkan dua macan betina ini, mengerti," lanjutnya.
"Ngok." Mungkin Momo berkata mengerti papih.
"Minggir kau!" Carla mendorong tubuh Philip.
Dan Sky pun ikut mendorongnya. "Jangan menghalangi ku memukul si nenek tua ini."
Mereka terus memainkan Philip yang berada di tengah tengah, terdorong ke sana kemari.
"Kau Brengs*k! Jal*ng brengs*ek!!"
"Kau yang brengs*k Nenek tua!!"
"Ngok.. ngokk.. ngokk..." Momo terus bersuara karena tubuhnya ikut terpental kesana kemari mungkin kepala babi ini terasa pusing tiba tiba.
"Hei hei.. Kalian menyakiti Momo." Naas teriakan Philip di acuh kan oleh kedua macan betina itu.
"Anjir bos.. boss... tolong bos..."
"Ngokk..ngokk..ngokk.."
Ketiga pria yang sedang menonton di sofa hanya tertawa melihat Philip tersiksa disana.
"Bercerailah ******!!"
"SURUH SUAMIMU YANG MENCERAIKANKU!! DIA YANG MENAHANKU DISINI NENEK!!"
"Arrrrgghhh!!" Philip berteriak kala rambutnya menjadi sasaran jambakan Carla.
"Lepaskan dia, dia kesakitan nenek tua!!" Sky berusaha menarik tangan Carla tapi itu malah membuat Carla semakin kuat menjambak Philip.
"Arrrrghhhh sakit!! Lepaskan sial*n!" Sebelah tangan Philip berusaha melepaskan tangan Carla dari kepalanya. Tangan satunya lagi memeluk erat Momo agar tidak jatuh.
"Ngookk.. Ngookkk.." perut Momo yang gendut kesakitan karena Philip memeluknya sangat erat.
"BOOOOSSSSS TOLONGGG!!"
"NGGGOOKKKK!!"
__ADS_1
Mereka tertawa melihat Philip yang tersiksa dan Momo yang berusaha berontak untuk lepas dari cengkraman Philip seraya terus bersuara. Momo ingin lepas, ingin bernafas dengan baik. Perutnya yang tertekan oleh pelukan Philip membuatnya sulit bernafas.
"BOOSSSS SIAL*N.. KELUARKAN AKU DARI DUA ISTRI GILAMU INI!!"
"NGOOOKKK....NGOOKKKKK..."
"HAHAHAHAHA AYO SAYANG SEMANGAT!" Javier menyemangati Sky seraya tak henti tertawa.
"NYONYA SKY BUKTIKAN KAU LEBIH HEBAT!" teriak Sekretaris Han.
"JANGAN MEMBUATKU MALU CARLA. AKU SUDAH SANGAT TERPAKSA MENDUKUNGMU." teriak Thomas.
"PAK LIAM TOLONG AKUUUUU!!" akhirnya Philip lebih memilih meminta bantuan kepada Pak Liam disaat ketiga temannya malah menertawakan dirinya.
Pak Liam yang merasa terpanggil pun datang dengan tergopoh gopoh.
"Nyonyaa.. nyonyaa... ada apa ini..." Pak Liam berusaha meleraikan mereka semua.
Akhirnya mereka pun terhenti. Sky berhasil merobek baju Carla. Keduanya begitu tampak kusut, rambut mereka yang panjang kini berantakan. Apalagi wajah Philip yang terlihat hampir pingsan, matanya setengah terbuka dengan nafas tak teratur.
Dan Momo? dia sudah terkulai tak berdaya di pelukan Philip. Anak babi itu pingsan karena udaranya tertahan masuk oleh pelukan Papihnya.
Philip berjalan gontai menghampiri Sofa. Tak perduli dengan ledekan tawa dari ketiga temannya. Ia berusaha menetralkan nafas dan Philip belum sadar kalau Momo pingsan.
"Nyonya Carla, Nyonya Sky sebaiknya kita bereskan masalah ini secara kekeluargaan," kata Pak Liam.
"Tidak. Aku tidak mau, kita bukan keluarga untuk apa menyelesaikan secara kekeluargaan!!" tolak Sky.
"Cih, kau pikir aku mau berkeluarga denganmu!!"
"Nenek menyebalkan!"
"Dasar kau ******!"
"APA KAU BILANG!!
"KAU MAU MULAI LAGI HAH!!
"Astaga... CUKUP...CUKUP..." Pak Liam setengah berteriak. Ia mencoba melihat Javier dan Suami dari dua perempuan ini malah asik tersenyum memandangi mereka. Gila memang.
"Nyonya Carla, maaf kalau saya sedikit tidak sopan. Tapi sebaiknya anda pulang dulu ke mansion kedua."
"Kau berani mengusirku pak Liam?!"
"Pulang lah Carla." suara santai itu berasal dari Javier.
"Aku tidak mau sayang. Aku ingin tinggal disini juga." rengek Carla yang disambut juluran lidah dari Sky.
"Ini bukan rumahmu. Dari awal tempatmu di mansion kedua. Kita akan bicara nanti."
"Tapi--"
"Pulang." Javier berbicara dengan nada datar tapi itu terdengar seperti ancaman untuk Carla.
Akhirnya gadis itu pun pergi dengan kesal setelah melayangkan tatapan kebencian kepada Sky.
__ADS_1
Makasih buat yang like dan coment terus di setiap chapter aku yaaa. karena itu berarti besar buat aku hehe ❤