
BUGH
Sebuah pukulan keras melayang ke wajah Javier tepat ketika pria itu menuruni anak tangga terakhirnya. Dan yang memukul, Sekretaris Han.
"Sial*n kau bajing*n!!" geram Sekretaris Han seraya tangan yang masih mengepal.
Javier memegang sudut bibirnya, pukulan Kakak angkat nya ini cukup keras sampai membuat sudut bibirnya berdarah.
"KAU MENGUSIR SKY SETELAH KAMI SEMUA MATI-MATIAN MENJAGA NYA!!" teriak Sekretaris Han.
Thomas, Philip dan Athes and the geng pun ada mengelilingi dua macan jantan yang sedang baku hantam ini.
BUGH
Sekretaris Han kembali melayang kan pukulan nya ke wajah Javier. Pria itu masih enggan melawan, ia hanya berusaha berdiri.
"Cukup, Han." Thomas berusaha melerai, tapi Sekretaris Han menepis tangan Thomas dari pundaknya.
"KITA SEMUA MENJAGA DIA SAAT DI HOTEL, KITA SEMUA MENJAGA DIA DARI MUDORK!! BAHKAN KAU SAMPAI MEMBUNUH LUCAS SIAL*N!! DAN INI AKHIR DARI USAHA KAMI SEMUA HAH?!!"
Javier menghela nafas. "Kau tidak mengerti, Han," sahutnya.
Sekretaris Han menunjuk dirinya sendiri dengan amarah. "Aku?!!" lalu menunjuk wajah Javier. "ATAU KAU YANG TIDAK MENGERTI!!"
"KAU TIDAK MENGERTI AKU JUGA TERLUKA KARENA MASALAH INI!!" Javier akhirnya berteriak.
"KAU TIDAK MENGERTI RASANYA MELIHAT AYAHKU MATI DI TEMBAK DI DEPAN MATAKU SENDIRI!!"
"KAU TIDAK MENGERTI AKU MENCARI BABA YAGA SELAMA PULUHAN TAHUN ..."
"Dan ketika aku menemukan nya ... aku tidak bisa membunuhnya Han, tidak bisa ... KARENA DIA AYAH KANDUNG DARI ISTRIKU!!"
Nafas keduanya memburu karena amarah, keduanya sama-sama menahan tangis. Javier mencintai Sky sebagai istrinya dan Sekretaris Han menyayangi Sky sebagai adik nya.
__ADS_1
Keduanya sama-sama terluka, keduanya sama-sama kehilangan.
"Tapi dia tidak salah!! dia tidak tahu apa-apa," sahut Sekretaris Han dengan penuh penekanan.
"BAHKAN DIA TIDAK TAHU KALAU DIA ANAK DARI SEORANG PEMBUNUH KEPAR*T!!" teriak Sekretaris Han.
"Apa dia mempermasalahkan identitas mu sebagai seorang mafia? APA DIA PROTES SAAT KAU MENEMBAK BANYAK ORANG DI HOTEL HARI ITU?!! TIDAK JAVIER ... TIDAK!!"
Sekretaris Han mendekat mencengkram kerah baju Javier dengan kasar dan berbicara d kok dengan penuh penekanan. "Kalau sampai dia tertangkap oleh mudork, kau orang pertama yang akan aku bunuh!!"
Javier menepis tangan Sekretaris Han. "Baba Yaga tidak akan membiarkan anaknya di culik oleh mudork!!"
Sekretaris Han terkekeh sinis. "Ya ... kau benar!! Baba Yaga tidak akan membiarkan Sky di culik mudork!! tapi Baba Yaga juga tidak akan membiarkan Sky bertemu lagi denganmu ... aku yakin itu!!"
Javier bergeming seraya menghela nafas dengan mata berkaca-kaca. Tidak pernah ia bertengkar separah ini dengan Sekretaris Han. Mereka paling sering bertengkar biasa saja sebagai adik kakak.
Sekretaris Han diam-diam merogoh pistol di celana nya.
Suara kaca pecah terdengar, tepat kala Sekretaris Han hendak menembak Javier Thomas menangkis tangan pria itu sampai akhirnya jendela mansion nya yang tertembak.
Semua orang terkejut bukan main dengan Sekretaris Han, hanya dia yang berani menembak Javier seperti itu.
Javier melebarkan matanya melihat serpihan kaca itu lalu beralih menatap Sekretaris Han dengan tajam.
"Kau ingin membunuhku sial*n!!" geram Javier.
Thomas segera memegangi Sekretaris Han. Athes, Nicholas dan Aiden merentangkan kedua tangan nya di depan Sekretaris Han membuat benteng pertahanan agar Javier tidak bisa menyerangnya.
Di sisi lain Philip memegang Javier dengan Jonathan, Samuel dan Sergio juga ikut merentangkan tangan nya membuat benteng pertahanan agar Sekretaris Han tidak dapat menyerang Javier lagi.
"BUNUH AKU ... BUNUH AKU KALAU KAU MAU SIAL*N!!" teriak Javier seraya menunjuk-nunjuk wajah Sekretaris Han.
"Jav hentikan!!" Philip terus memegang Javier sekuat tenaga dan pria itu sendiri berusaha keras terus memberontak.
__ADS_1
"YA!! AKU INGIN MELIHATMU MATI SAJA KARENA KEBOD*HANMU!!" balas Sekretaris Han yang juga berteriak keras.
"Han, cukup ... tidak seharusnya kau menembak Javier seperti itu!!" pekik Thomas seraya terus memegangi Sekretaris Han.
Sekretaris Han dan Javier masih saling berteriak sementara itu Athes and the geng saling berbisik.
"Bagaimana ini?" bisik Jonathan yang menjadi benteng pertahanan Javier.
"Aku tidak tahu, sudah diam. Kita jadi benteng saja," sahut Sergio.
"Cepat ambil pistol di tangan nya," bisik Athes kepada Aiden seraya mata nya menatap pistol di tangan Sekretaris Han.
"Kalau dia marah dan aku yang di tembak bagaimana?" sahut Aiden.
Athes berdecak kesal. "Tidak akan!! cepatlah kau mau Tuan Javier di tembak!!"
Setelah menghela nafas panjang akhirnya Aiden merebut pistol di tangan Sekretaris Han.
Sekretaris Han sempat memberikan tatapan horror kala pistolnya di ambil Aiden tapi Javier kembali berteriak membuatnya lupa dengan pistol itu dan membuat Aiden menghembuskan nafas lega, akhirnya tidak di marahi.
"BERHENTI IKUT CAMPUR DENGAN URUSANKU, HAN!!"
"OH ITU YANG KAU MAU?!!"
"BAIK ... AKU TIDAK AKAN IKUT CAMPUR DENGAN URUSANMU TAPI KAU JUGA TIDAK BOLEH IKUT CAMPUR DENGAN URUSANKU NANTI!!"
"Han cukup Han ... membunuh Javier tidak menyelesaikan masalah!! justru malah menambah!!" ucap Thomas di sela-sela memegangi tubuh Sekretaris Han.
"Aku hanya ingin menembak kaki nya saja bod*h!!" bisik Sekretaris Han.
Thomas menghela nafas frustasi. Mereka bertengkar seperti anak kecil saja. Dan lagi Athes and the geng malah menjadi benteng pertahanan pula.
Bersambung
__ADS_1