Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#127


__ADS_3

Tengah malam Elsa terbangun karena mendengar suara perempuan bersenandung. Ia mengerjapkan matanya lalu melihat sekeliling, ruangan itu tiba-tiba sedikit gelap, padahal sebelumnya ia ada di ruangan yang luas dan terang.


Ia masih mengedarkan pandangan nya, antara bingung dan juga penasaran dengan suara itu.


Elsa menyipitkan matanya kala ia melihat seorang perempuan duduk di kursi dengan menghadap tembok.


"Siapa dia," batin Elsa.


Hanna terus bersenandung seraya mengayunkan kakinya yang tergantung.


"Hei ... kau siapa," panggil Elsa.


Hanna tetap bergeming.


"Heii ... kau punya telinga tidak!!"


Hanna berhenti bersenandung, kakinya berhenti menggayun dan perlahan-lahan kepala nya menoleh sedikit demi sedikit.


Melihat itu Elsa menelan saliva nya susah payah seraya mundur dan mundur sampai mentok di dinding.


Deg.


"Aaaaaa ..."


Elsa menjerit melihat wajah Hanna yang menyeramkan dengan menatap nya tajam.


...💥💥💥...


Sekitar pukul lima pagi, Javier meraba-raba ranjang di sampingnya dengan mata yang masih menutup.


Sky tak ada di samping nya, ia langsung membuka mata dengan panik.


"Sayang ..." panggilnya. Lalu melihat ke kamar mandi dan tersenyum.


"Kau pasti sudah tidak sabar membuat olaf," gumam Javier karena hari ini mereka akan terbang ke negara M untuk berliburan.


Tok tok tok


Javier mengetuk pintu kamar mandi. Yang di dalam masih tidak mengeluarkan suara.


"Sayang ... kau di dalam? Sedang apa?"


Tok tok tok


"Sayang ... sedang mandi ya?"


Tok tok tok


Masih tidak ada jawaban. Javier menghela nafas dan membuka knop pintu perlahan, ia sedikit terkejut karena ternyata tidak di kunci.


Dan ketika di buka Sky tidak ada di dalam.


"Kemana dia," gumam Javier.

__ADS_1


Pria itu pun keluar dari kamar, menuruni anak tangga. Ia pikir Sky akan duduk di sofa untuk menonton tapi ternyata tidak ada, di meja makan pun tidak ada.


Javier langsung mengacak-ngacak rambutnya frustasi, kemana Sky di jam sepagi ini.


Javier pun menggedor pintu kamar Sekretaris Han.


"Hmm?" tanya Sekretaris Han dengan menguap dan mata setengah terbuka.


"Dimana Sky?"


Sekretaris Han mengangkat kedua bahu nya. "Tidak tahu, itu istrimu."


"Dia memang istriku tapi dia tidak ada di kamarku," sahut Javier dengan panik.


"Jadi kau berfikir dia ada di kamarku?" pekik Sekretaris Han.


"Bukan begitu sial*n!!" sahut Javier dengan menjitak kepala Sekretaris Han.


Sekretaris Han mendesis, gila saja datang-datang bertanya soal Sky dan menjitak kepala nya.


"Bantu aku mencari nya ..."


"Cari sendiri saja!!"


BRUKH


Sekretaris Han menutup pintu dengan keras membuat Javier mendengus.


Pria itu pun keluar dari mansion dan menghampiri satpam di depan.


"Apa kalian melihat Sky?"


Mereka berdua saling menoleh lalu menggelengkan kepala. "Tidak, Tuan."


Javier semakin frustasi, ia mengusap wajahnya kasar. Kapan gadis itu keluar dari kamar dan kenapa ia tidak bangun dengan suara pintu terbuka. Ah, Javier menyesal karena tidur terlalu nyenyak.


Di saat bersamaan, terlihat Philip sedang frustasi juga.


"Kau melihat Sky?"


"Kau melihat Momo?"


Mereka bertanya bersamaan.


"Tidak," sahut mereka bersamaan lagi.


"Momo tidak ada di kandang nya," ujar Philip.


"Sky juga tidak ada di kamar," sahut Javier.


Lalu mereka melebarkan matanya dan saling menoleh.


"Apa jangan-jangan ..." ucap mereka bersamaan.

__ADS_1


"Belakang mansion," ujar Philip.


Mereka pun sontak berlari kencang seperti sedang berlomba satu sama lain untuk cepat sampai ke belakang mansion.


Sky hilang bersamaan dengan Momo tidak ada di kandang. Kemana lagi mereka pergi kalau bukan bermain bersama.


"ASTAGA SAYANG!!!"


"MOMO!!"


Teriak mereka dengan nafas terengah-engah. Benar tebakan Philip pasti belakang mansion, karena Momo suka sekali bermain di sana.


"Ngokk."


"Ngookk .."


Momo berguling-guling di lumpur dengan Sky ikut duduk memanjangkan kedua kakinya. Gadis itu juga sedang main lumpur sekarang menemani Momo.


Momo mengibas-ngibaskan ekor nya dengan kedatangan Philip.


"Ngok ... ngok ..."


Ia terlihat senang ketika Philip menghampiri nya sedangkan Sky mengigit bibir bawah nya melihat tatapan Javier.


Gadis itu seperti menciut seketika melihat tatapan itu.


"Bangun ..." titah Javier dan Sky pun menurut.


Sementara itu Philip langsung menggendong Momo.


Javier menghela nafas berat dengan menggelengkan kepala melihat tubuh istrinya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Lumpur semua.


"Semalam aku bilang apa?" tanya Javier dengan datar.


Sky tidak menjawab, ia hanya memajukan bibirnya cemberut.


Javier mendengus lalu menggendong tubuh Sky seperti karung beras di pundaknya. Gadis itu terlihat begitu pasrah dengan rambut panjang terurai ke bawah.


Dan sempat-sempatnya Sky mendongak menatap Momo lalu tersenyum dan melambaikan tangan.


Philip pun terlihat marah dengan Momo. "Ini belum waktunya mandi kenapa malah main lumpur!!"


PLAK


"Aww!!"


Javier menampar bok*ng Sky karena kenakalan nya pagi ini.


PLAK


"Ngokk!!"


Philip menampar bok*ng Momo karena berani main lumpur di pagi hari.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2