Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#135


__ADS_3

Sky menunggu dan menunggu, dari pagi hingga siang ia tidak mau makan. Ia hanya mondar-mandir di balkon seraya sesekali menunduk melihat ke halaman mansion. Mobil Javier masih belum kembali.


Hingga sore hari gadis itu masih duduk di sofa balkon. Ia heran, bingung dan cemas karena Javier masih belum kembali.


Hati nya masih belum tenang apalagi mengingat kejadian semalam dimana Javier meninggalkan nya tanpa alasan.


"Nyonya kami membawa makan siang untukmu," ucap Pak Liam dan beberapa pelayan yang membawa nampan berisi makanan.


"Aku tidak lapar Pak Liam," sahut Sky.


"Nyonya belum makan dari semalam."


"Bawa saja dulu, aku makan bersama Javier nanti."


Pak Liam menoleh ke arah beberapa pelayan dan memberi kode untuk membawa kembali makanan nya.


Sebelum pergi Pak Liam sempat menatap Sky yang terlihat lemah, gadis itu seakan kehilangan semangat nya hari ini. Padahal biasanya Sky selalu ceria.


Sampai pukul sebelas malam pun Javier tidak kembali ke mansion. Sky menghela nafas menatap gerbang mansion yang tidak terbuka sama sekali dari pagi, kemana suaminya itu.


Sampai akhirnya tepat tengah malam tiba ia mendengar suara klakson mobil. Sky melebarkan mata lalu beranjak dari sofa.


Ia melihat mobil Javier masuk, Sky tersenyum senang. Dengan semangat ia berlari menghampiri suaminya.


Javier masuk bersama Sekretaris Han. Thomas, Philip dan Athes and the geng sedang santai di depan Tv.


Mereka tahu Sky dan Javier sedang bertengkar tapi mereka tidak mau terlalu banyak ikut campur.


"By ..." teriak Sky dengan semangat ia menuruni anak tangga dengan cepat lalu memeluk suaminya.


Javier bergeming. Ia tidak melihat Sky yang memeluknya, tidak juga membalas pelukan gadis itu.


Sky mendongak. "By kemana saja ..." ucapnya dengan cemberut.

__ADS_1


"Aku menunggu mu dari kemarin malam, tapi kau malah pergi meninggalkanku, aku tidak tahu kenapa kemarin aku sangat sedih kau pergi dari mansion sampai aku menangis ... huhh ... maafkan aku kemarin aku terlihat cengeng."


Sekretaris Han yang mendengar itu memalingkan wajah seraya menghela nafas. Jujur ia sangat sakit mendengar Sky berbicara seperti itu, apalagi wajah Javier sangat dingin sampai tidak mau menatap istrinya sama Sekali.


Sky sudah di anggap pengganti Alin oleh Sekretaris Han. Melihat nya seperti ini seperti melihat adiknya yang di sakiti. Ia tahu permasalahan antara mereka berdua berbeda dengan Thomas, Philip dan yang lain. Mereka tidak tahu apa-apa.


"Jangan pergi lagi ... aku ingin selalu dekat denganmu sekarang, tidak tahu kenapa ..."


Javier memejamkan matanya, berusaha menetralisir semua perasaan yang bercampur di dalam hati nya.


Dulu ia berjanji di depan makam Ayahnya untuk membunuh semua keturunan Baba Yaga seandai nya Baba Yaga punya anak. Tapi ternyata keturunan Baba Yaga malah istrinya sendiri.


Thomas dan yang lain menatap bingung dengan sikap dingin Javier kepada Sky. Padahal biasanya pria itu tidak bisa jauh dari istrinya sedikitpun sampai mengacuhkan perusahaan.


Sky masih asik memeluk Javier dengan memejamkan mata dan tersenyum. Ini pelukan ternyaman berbeda dari biasanya.


Javier dengan berat hati menoleh ke arah Sekretaris Han.


Sky membuka mata seketika, kenapa Javier meminta Sekretaris Han mencarikan rumah untuknya.


Sekretaris Han mengerutkan dahi nya menatap Javier.


"Jangan lakukan itu sialan!!" batin Sekretaris Han seraya mengepalkan tangan nya. Ia mengerti apa yang akan di lakukan manusia yang sudah di anggap adiknya dari kecil ini.


"Byy ... kenapa mencarikan rumah untukku? apa kita akan pindah?" tanya Sky.


"Ikutlah dengan Han, diam di rumah itu sampai Ayahmu menjemputmu."


"Ayah? tapi aku tidak tahu Ayahku dimana dan siapa ..."


Sekretaris Han semakin geram, kepalan tangan nya mengeras menatap tajam Javier.


Semua yang ada di sana semakin bingung, apalagi melihat kepalan tangan Sekretaris Han.

__ADS_1


"Ayahmu mengenalmu, dia pasti datang menjemputmu."


"Tidak mau!! aku mau di sini saja!!" Sky kembali memeluk Javier kali ini lebih erat dengan wajah cemberut.


Javier menghela nafas.


"Lepaskan ..."


"Tidak!!"


"Lepaskan."


Sky menggeleng dengan cepat. "Tidak ... aku tidak akan melepaskan mu!! aku mau di sini, By ..."


Javier menghela nafas kasar, ia terlihat marah tapi tidak bisa di bohongi mata nya malah berkaca-kaca. Kemarahan dan rasa sakit menguasai dirinya sekarang.


"SKY LEPASKAN!!" teriak Javier dengan keras membuat tubuh Sky terhentak kaget.


Bagai di sambar petir, teriakan Javier seakan membuat tubuhnya berhenti berfungsi sesaat. Ia melepaskan pelukan nya, menatap suaminya tanpa berkedip. Javier tidak pernah berteriak sekeras itu. Bahkan di awal pernikahan dimana mereka saling benci pun Javier tidak pernah berteriak keras seperti itu. Dan lagi, Javier memanggil nya dengan nama.


Yang lain pun ikut kaget dengan teriakan dari Javier De Willson.


"By ..." suara Sky seakan tercekat, ia masih bergeming menatap bingung sikap Javier yang tiba-tiba berubah.


"Pergilah bersama Han ..."


Nafas Javier terlihat naik turun, perasaan berkecamuk di dalam dirinya apalagi melihat wajah sendu Sky di depan mata nya.


"Sky ikut bersamaku ..." Sekretaris Han memegang tangan Sky tapi Sky menepisnya.


"Tidak!! aku minta penjelasan ... sebenarnya ada apa ini?!"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2