
Mansion Xander menggelar acara pernikahan. Kebetulan ada aula besar di dalam rumahnya. Pernikahan itu di buat untuk Thomas dan juga Liana.
Setelah tiga hari Sky terus menerror sahabatnya ini dengan berbagai pertanyaan akhirnya Liana memutuskan menikah dengan Thomas.
Sky sangat terkejut dengan kedatangan Thomas yang membawa Liana ke rumah Xander apalagi ketika mereka berdua mengatakan kalau mereka berpacaran.
Liana tidak pernah mengatakan apapun kepada Sky jika gadis itu sedang dekat dengan sahabat suaminya.
Pernikahan di adakan dengan cukup sederhana, hanya orang-orang terdekat saja yang ikut merayakan hari bahagia Thomas dan Liana.
Thomas dan Liana sedang menyalami beberapa tamu, orang tua Liana pun turut hadir di pernikahan anaknya.
Javier menggendong Miwa dan Xander menggendong Maxime sementara itu sang Ibu sibuk sendirian mencicipi hidangan manis yang tersedia, ia pindah dari satu meja ke meja lain hanya untuk mencoba ice cream berbagai rasa.
Athes and the geng sibuk masing-masing. Ada yang berfoto, ada yang makan, ada juga yang menggoda para gadis muda di acara tersebut.
Sekretaris Han dan Keenan menikmati acara dengan segelas wine di tangan nya.
Dan Philip juga terlihat asik makan sendirian. Lagu dari penyanyi internasional pun silih berganti mengisi acara bahagia pengantin.
"Lihat putriku ... apa dia lupa dia sudah punya anak," ucap Xander melihat Sky dengan lahapnya mencoba berbagai ice cream tak jauh dari tempat mereka berdiri.
"Biarkan saja ... putrimu sudah kesakitan saat melahirkan, sekarang giliran kita yang mengurus si kembar," sahut Javier.
"Dia kesakitan karena kau!!" ucap Xander sedikit mendelik.
"Ya mau bagaimana lagi, kau juga ingin punya cucu bukan."
Setelah merasa perutnya penuh dengan ice cream Sky menghampiri Liana.
"Selamat ya sayangku ..." dua gadis itu berpelukan.
"Keinginanmu mempunyai suami mafia seperti di film terkabul," bisik Sky di telinga Liana seraya menepuk punggungnya.
__ADS_1
Liana terkekeh. "Tentu saja terkabul karena sahabatku ini yang lebih dulu terjebak di hidup seorang mafia."
Huh seandainya Liana tahu kalau Xander adalah seorang mafia juga, mungkin gadis itu akan mengatakan hidup Sky terjebak di dunia mafia bahkan sebelum dirinya lahir. Karena Sky adalah keturunan pemimpin Antraxs.
Sky melepaskan pelukan nya lalu menatap Thomas. "Jaga sahabatku baik-baik, kalau kau sampai menyakitinya akan ku pastikan Antraxs membunuhmu!!"
"Wahhh ... wahh ... wahh ... bahasamu sudah seperti seorang mafia wanita saja," ucap Liana seraya menggelengkan kepala.
"Cih, kau tenang saja. Aku lebih baik dari suamimu," sahut Thomas.
Sky mengangkat satu alisnya. "Oh iya? buktikan saja kalau begitu!"
Gadis itu pun pergi menghampiri suami dan anaknya setelah melempar tatapan tajam kepada Thomas.
"Byy ..."
"Sudah kenyang makan ice cream nya sayang?"
"Tidak, dia baru saja minum susu tadi."
"Dimana Maxime?"
Javier menunjuk Xander dengan dagu nya, Xander sedang memperkenalkan Maxime kepada rekan kerja nya.
"Kemari biar aku yang menggendong Miwa."
"Tidak perlu, sayang. Kau nikmati saja pesta nya," sahut Javier seraya mengelus pipi Sky.
Sementara itu Sekretaris Han sibuk minum sendirian, Keenan entahlah pergi kemana.
Tidak ada yang seru, pesta ini sama saja dengan pesta yang sering ia datangi bersama Javier.
Sampai akhirnya Sekretaris Han mengerutkan dahi nya kala melihat sosok perempuan bergaun hitam. Ia seperti mengenali perempuan itu.
__ADS_1
Ia menyipitkan mata nya, perempuan itu terhalang oleh beberapa orang yang juga ada di pesta.
Dan ketika perempuan itu berbalik Sekretaris Han membulatkan mata.
"Kara ..." batin nya.
Ia pun menyimpan minuman nya di meja dan melangkah menghampiri perempuan itu.
Ia hampir menabrak beberapa orang di sana karena terlalu fokus dengan perempuan yang terlihat seperti Kara.
"Kara ..." Sekretaris Han memegang lengan perempuan itu dan sontak perempuan itu pun menoleh.
Perempuan itu tak kalah terkejut. "Han ..."
Mereka saling memandang satu sama lain dalam hening, seakan tak percaya bisa saling bertemu lagi selepas puluhan tahun berpisah.
"K-kau benar Kara?" tanya Sekretaris Han memastikan.
Kara mengangguk. "Iya Han, aku Kara."
Perlahan senyuman terlukis di wajah Sekretaris Han, karena terlalu sering memikirkan perempuan itu sampai tak sadar Sekretaris Han langsung memeluk Kara karena terlalu senang.
Athes and the geng, Javier, Thomas dan Philip menatap bingung, siapa perempuan yang Sekretaris Han peluk.
Bahkan Javier saja sudah tak mengenali Kara karena terlalu lama tidak bertemu, ia ikut mengerutkan dahi melihat Sekretaris nya itu.
"Siapa dia?" bisik Aiden kepada Samuel.
"Tidak tahu, apa mungkin pacarnya?" sahut Samuel.
"Sekretaris Han tinggal di sini sudah mendapatkan pacar, kenapa kita tidak?" kata Sergio seraya menatap Sekretaris Han tanpa berkedip. Sepertinya Sergio iri.
Bersambung
__ADS_1