Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#166


__ADS_3

"Sayang ayo ke Rumah Sakit sekarang," ujar Javier.


"Sebentar, By. Kontraksi nya masih jarang juga," sahut Sky yang sedang minum jus di meja makan.


"Sayang ayolah ... sekarang saja, aku takut kau kenapa-kenapa terlalu lama di rumah."


"Santai saja, By ..."


Javier mendengus menoleh ke arah Xander meminta Ayah mertua membantu nya.


Athes and the geng, Sekretaris Han, Philip dan Thomas sedang duduk di sofa. Ada yang sedang makan, sedang main hp saja, ada juga yang sibuk main catur.


Sementara Keenan duduk di dekat Sky. Bukan apa-apa, semua anak buah Yakuza suka sekali menganggu nya. Ia sedang mencari keamanan di dekat Sky saja.


Xander mendekati Sky. "Nak, kita pergi sekarang oke."


"Dokter bilang kemungkinan satu minggu lagi, dari awal perkiraan Dokter memang ini bukan tanggal aku melahirkan, Dad."


"Satu minggu kita menginap di Rumah sakit saja untuk berjaga-jaga sayang," potong Javier.


"Tidak!!" Sky tetap keukeuh. Ia mendengus melihat kepanikan Ayah dan Suami nya ini.


"Lagipula aku tidak suka tidur di Rumah Sakit," ujar Sky.


Xander hanya bisa menghela nafas menatap Javier seraya menggelengkan kepala. Dengan maksud membiarkan Sky saja.


"Hahaha kau kalah lagi!!" Semua menoleh ke arah Aiden yang sedang main catur bersama Jonathan.


"Kau curang ya," kata Jonathan.


"Kalian ini dari tadi diam sekalinya bersuara tertawa keras seperti itu," ucap Xander dengan kesal.


Belum ada satu hari mereka tinggal di mansion nya, tapi mansion nya seakan berubah menjadi pasar saja. Berisik sekali.


"Mereka memang kampungan!! set*n kampung!!" gumam Keenan pelan tapi tentu saja tetap terdengar oleh mereka semua.


"Ooohhhh ... kau mulai berani ya!!" pekik Philip seraya mengepalkan tangan ke arah Keenan. Ingin sekali menonjok sekali saja muka si cerewet itu.


"Huhh di ajak satu lawan satu saja tidak berani," hardik Aiden.


Xander hanya berdecak seraya menggelengkan kepala melihat mereka. Sementara Javier tidak perduli, ia lebih memilih memfokuskan diri memotong apel untuk istrinya.


"Iya benar, dasar kau idiot!!" teriak Jonathan.


Keenan tidak terima selalu di bilang idiot oleh mereka semua, ia memasang wajah marah dengan tangan mengepal, rahang nya mulai mengelurkan urat-urat kemarahan.

__ADS_1


Ia beranjak dari kursi membuat Sky yang di sampingnya sedikit terkejut.


Dengan amarah ia menghampiri mereka semua, mereka semua pun sudah sangat siap melawan Keenan.


"Apa?" Teriak Philip.


"Apa? mulai berani kau?!!" teriak Sergio.


Sasaran nya adalah Philip, tapi baru saja hendak melayangkan pukulan. Dengan mudah nya Philip menghindar dan balik menendang Keenan sampai tersungkur ke belakang mengundang tawa keras dari orang-orang.


"Akkkhh!!" Keenan memekik memegang perutnya.


Dan lagi, Philip tidak terlalu keras menendang Keenan. Ia masih tahu batasan, Keenan bukan musuh yang harus di hilangkan nyawanya.


"Sial*n kau!!" teriak Keenan.


Ia susah payah berdiri dan kembali melayangkan tatapan permusuhan. Philip pun tak kalah tajam menatap Keenan.


Yang lain sibuk menonton dengan tersenyum sinis, seakan tahu Keenan pasti kalah.


Dan Sky, gadis itu juga ikut menonton dengan sesekali menyuapkan potongan apel di piring.


Xander menyesap kopi di tangan nya, bodo amat dengan suasana mansion nya yang tiba-tiba hancur karena kedatangan anak buah Yakuza.


Keenan berdecak. "Babi kok melihara babi!!"


Sejurus kemudian Keenan lebih memilih kabur saja membuat sorak dari semua orang.


"HEII!! KEMANA KAU!!" teriak mereka semua.


Semua orang berlari menyusul Keenan. Keenan di keroyok oleh anak buah Yakuza yang ada di sana.


Javier menggelengkan kepala melihat Sekretaris Han dan Thomas ikut mengejar Keenan. Padahal dulu mereka berdualah yang di anggap masih waras oleh Javier. Tapi lihatlah sekarang, seperti anak kecil saja.


Terlihat Philip yang paling semangat mengejar Keenan. Ia tidak terima wajah nya di samakan dengan Babi.


Dan kebodohan Keenan, pria itu malah berlari mengelilingi kolam berenang. Sembilan anak buah Yakuza sudah pasi mudah menangkapnya.


Ketika berhasil tertangkap. Philip memegang tangan Keenan, Aiden memegang Kaki Keenan.


Mereka mengayunkan tubuh Keenan untuk di lempar ke kolam renang.


"Hei ... hei ... hei .. berhenti ... jangan ... aku sudah mandi!!" teriak Keenan yang di sambut tawa keras dari mereka semua.


Sky di dalam sana terkekeh melihat candaan anak buah Yakuza dan Keenan.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan anakku main bersama mereka nanti," ucap Javier.


"Ya, aku setuju. Cucuku tidak boleh main bersama mereka." Xander menyetujui ucapan Javier.


"Kenapa tidak? si kembar pasti senang bermain bersama Athes dan yang lain. Aku akan menyuruh si kembar bermain dengan mereka. Lihatlah, suasana mansion semakin ramai kalau ada mereka," sahut Sky yang melihat Keenan sudah di lempar ke kolam renang.


Tawa keras dari Athes dan yang lain pun sampai terdengar ke dalam mansion. Dan teriakan Keenan yang marah juga tidak kalah kerasnya.


"Kau mau si kembar di lempar ke kolam renang?" tanya Javier.


"Aku akan membun*h mereka kalau berani seperti itu dengan cucuku," potong Xander menatap tajam mereka yang berada di dekat kolam.


"Tidak, mereka tidak akan melakukan nya."ujar Sky.


"Oh iya, By ... ini kan sudah sembilan bulan, siapa nama si kembar?" tanya Sky.


"Rahasia," sahut Javier seraya tersenyum dan beranjak menyimpan piring dan pisau di wastafel.


"Jadi kau sudah menyiapkan nama untuk mereka?" tanya Xander.


"Tentu saja," sahut Javier yang duduk kembali di samping istrinya.


"Aku sudah menyiapkan nya bahkan sebelum Sky hamil," lanjut Javier.


"Siapa namanya?" tanya Xander yang ikut penasaran.


"Aku bilang rahasia, nanti sajalah ketika mereka lahir."


"Akkhhh!!" Sky memekik memegang perutnya, tiba-tiba ia merasakan sakit luar biasa.


"By ... sa-sakit ... aakkhh!!"


"Sayang ... kenapa?" tanya Javier panik.


"Sky ... Sky ... kita ke Rumah Sakit sekarang ... kita ke rumah Rumah Sakit sekarang." Xander tak kalah panik.


Javie menggendong istrinya ke mobil dengan jantung yang berdebar, Sky semakin kesakitan.


"PUTRIKU AKAN MELAHIRKAN!!" teriak Xander kepada mereka yang ada di kolam.


Mereka semua pun menoleh ke arah Xander lalu segera berlari menyusul Javier dan Xander.


"HEI ... HEI ... TUNGGU JANGAN TINGGALKAN AKU!!" teriak Keenan di dalam kolam yang kesulitan untuk naik, ia malah di tinggalkan sendirian.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2