Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#163


__ADS_3

Pagi pun tiba, Javier menuruni anak tangga dan pergi ke dapur. Terlihat sang Ayah mertua sedang mencuci piring.


"Tidak ada pelayan di sini?" tanya Javier seraya mengisi gelas minum nya.


"Aku terbiasa mandiri," sahut Xander.


"Ohh ..."


"Tapi karena ada kau di sini, alangkah lebih baik untuk sadar diri dan bantu membereskan mansion ku," ucap Xander.


"Aku akan menyuruh beberapa pelayan datang ke mansion ini." Javier hendak menelpon Pak Liam tapi Xander menghalau nya.


"Pelayanmu datang ke sini dan kau keluar dari mansion ku bagaimana?"


"Cih, jahat sekali kau Ayah mertua."


"Lebih baik siapkan sarapan untuk putriku dan cucuku!"


"Tanpa kau suruh pun aku akan melakukan nya," sahut Javier.


"Pakai ini." Xander melempar celemek kepada Javier dan Javier pun memakai nya.


Xander masih mencuci piring dan Javier sudah mulai mengeluarkan bahan-bahan masakan dari kulkas.


Menantu dan mertua itu sama-sama memakai celemek di dapur dan sibuk dengan kegiatan nya masing-masing.


Sekretaris Han dan Keenan belum terlihat batang hidung nya. Entah kemana mereka, mungkin masih tidur.


"Oh iya, ini hari kamis. Buatkan putriku Sushi," ucap Xander.


Javier menoleh. "Sushi?" tanya nya heran.


"Sejak kapan dia suka makan sushi?" tanya Javier lagi dengan tangan sibuk memotong wortel.


"Semenjak hamil. Dia juga sangat suka salad, buatkan sekalian."


"Ada bagusnya dia hamil, sayuran bisa masuk ke tubuhnya," gumam Javier.

__ADS_1


Xander mengeringkan tangan nya setelah selesai mencuci piring. Lalu menyeduh secangkir kopi dan duduk tak jauh dari Javier memotong bahan-bahan.


"Tidak baik minum kopi di pagi hari ... apalagi untuk Kakek sepertimu," ucap Javier.


"Aku belum setua itu Javier," sahut Xander.


Ia meyeruput kopi nya sedikit lalu menyimpan kembali di meja.


"Jadi kau sudah baikan dengan putriku?"


"Sepertinya begitu, dia tidak mengusirku semalam ... jadi kau harus menerimaku dengan baik di sini Ayah mertua," ucap Javier seraya tersenyum miring.


"Kalau aku ingat kejahatanmu dengan putriku, aku ingin sekali mengusirmu!!"


Javier mendengus dan menyimpan pisau di tangan nya lalu menatap Xander serius.


"Tidak bisakah kau berhenti membahas itu? aku sedang berusaha menebus kesalahanku."


"Bagaimana kalau Sky tidak hamil? apa kau akan kembali mengejarnya seperti sekarang?" tanya Xander.


"Tentu saja," sahut Javier. "Aku hanya membutuhkan waktu hari itu untuk memikirkan semuanya, aku menyuruh Sky untuk pergi bersama Han ke rumah baru, aku ingin dia tinggal di sana untuk sementara waktu sampai aku menyelesaikan semuanya denganmu. Bahkan aku sempat mengejar dia, tapi karena ada kau yang mengikutinya diam-diam, aku memutuskan kembali pulang."


"Jadi kau tau Dad menyelamatkan Sky saat kecil?"


Xander mengangguk. "Tentu saja, aku sering melihat mereka bermain bersama, tapi aku tidak berani mengatakan yang sebenarnya kepada Ataric ... aku tidak berani mengatakan kalau Sky anakku."


"Kenapa?" tanya Javier. "Ayahku pasti senang kalau tau itu anakmu."


"Karena ..."


Xander menggantung kalimatnya membuat Javier penasaran.


"Karena aku ..."


"Apa?" tanya Javier.


"Aku memperk*sa Alexa."

__ADS_1


"Kau!!" teriak Javier melotot ke arah Xander saking kagetnya.


"Apa kau gila Xander!!" bentak Javier.


Xander menghela nafas. "Sudahlah ... tidak perlu di bahas lagi."


"Pantas saja kau tidak berani jujur dengan Ayahku ... kau pasti takut di bunuh oleh Ayahku seperti Alton, bukan?".


"Aku tidak takut, lagi pula aku tidak berkuasa di Negara M. Peraturan mafia tidak boleh memperk*sa dan membunuh perempuan hanya berlaku untuk para mafia di Negara M saja. Di sini tidak ada aturan apapun!!"


"Tapi tetap saja, Ibunya Sky tinggal di Negara ku. Kau pasti habis kalau Ayahku sampai tau hari itu."


Javier berdecak seraya menggelengkan kepala tak habis pikir dengan tingkah Ayah mertua nya ini.


"Dan lagi kau mengatakan aku jahat, Sky mengatakan aku kejam. Tapi kau sendiri merusak perempuan yang bukan istri sahmu!! siapa yang lebih jahat di sini?!!"


"Sudahlah ... kau seharusnya berterimakasih!! kalau aku tidak seperti itu, Sky tidak akan ada di dunia ini dan menjadi istrimu. Aku secara tidak langsung membantumu Javier ..."


"Dasar gila!!" umpat Javier yang kemudian kembali fokus dengan bahan-bahan masakan nya.


"Pagi ..." teriak Sky menuruni anak tangga.


"Pagi ..." sahut Javier dan Xander bersamaan menoleh ke arah tangga.


Sky tersenyum menghampiri Xander dan Sang Ayah mencium keningnya di pagi hari.


"Pagi-pagi sudah harum saja," ucap Xander.


"Iya dongg ... si kembar nanti bau kalau Mommy nya jarang mandi," sahut Sky dengan terkekeh pelan.


Javier tersenyum tipis melihat itu, ingin ikut mencium nya juga. Tapi sedikit ragu, mereka masih canggung satu sama lain.


"Kau masak apa?" tanya Sky melihat Javier yang sedang memotong sayuran.


"Eummm aku membuat sushi dan salad. Ayahmu bilang kau suka salad sekarang."


"Iya, aku suka. Apa masih lama?" tanya Sky dengan begitu ceria nya di pagi hari.

__ADS_1


Dulu ia di asingkan oleh Herry, di bedakan bahkan sering di perlakukan seenaknya. Tapi untuk gantinya, ia mendapatkan Javier dan juga Xander. Suami dan Ayah yang menyayangi nya.


Bersambung


__ADS_2