Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#144


__ADS_3

Tubuh Javier gemetar, ia mengusap wajahnya kasar setelah membaca surat dari istrinya.


"Sky ..." lirihnya seraya terisak.


Ia segera berlari keluar untuk lalu melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Ia akan pergi ke bandara untuk menahan istrinya.


Di perjalanan ia begitu frustasi. Ternyata Ataric membunuh dirinya sendiri agar ia mau belajar bela diri untuk menjadi pemimpin, ia ingat bagaimana dulu ia menolak mentah-mentah ketika Ataric memintanya belajar mengendalikan senapan, ia ingat bagaimana ia menolak keinginan Ataric untuk belajar melempar pisau tepat sasaran.


Masalah ini sederhana tapi hanya karena ia di kuasai amarah hari itu, ia sampai mengusir istrinya sendiri, ia sampai membiarkan Sky kedinginan di bawah derasnya air hujan.


Kebodohan nya membuat pernikahan nya hancur.


Tinn tin tinnnn


Suara klakson saling bertautan kala mobil Javier keluar dari jalur menyalip sesuka hatinya sampai beberapa kali hampir menabrak mobil yang lain.


Matanya berkaca-kaca, ia harus datang di bandara sebelum istrinya pergi.


"Sky ..." lirihnya dengan gemetar.


"Tunggu aku ... tunggu aku sayang ..."


"Maafkan aku ... maafkan kesalahanku. Tolong jangan pisahkan aku dengan mereka ... anakku ..."


Ia menghela nafas berat. Ia frustasi, sakit dan juga kecewa dengan dirinya sendiri.


BRAKHH


Ia menabrak mobil di depan nya, tapi ia segera melajukan lagi mobilnya, tak perduli keningnya berdarah karena membentur stir dengan keras. Tak perduli bagian mobil depan sedikit hancur, Javier kalang kabut sendiri di dalam mobil.


Sementara itu Sky sampai di bandara bersama Xander.


"Kau siap nak?" tanya Xander.


"Siap Dad," sahut Sky.


Xander mengelus perut putrinya. "Kalian berdua tidak takut naik pesawat, bukan? jangan membuat Mommy kalian kesusahan nanti, oke?"


"Oke grandpa," sahut Sky mengubah suaranya menjadi anak kecil.


Keduanya terkekeh. Mereka pun turun dari mobil dengan beberapa anak buah Xander mendorong koper.

__ADS_1


Dan ternyata Sekretaris Han dan yang lain sudah ada di bandara. Sebelum Sky pergi ia sempat mengabari mereka kalau ia akan pindah ke negara M.


Mereka pun akhirnya pergi ke bandara lebih dulu dari pada Javier.


"Sky ..."


"Kak Han-Han." Mereka berpelukan dengan erat, Sekretaris Han sampai berkaca-kaca.


Yang lain pun ikut terharu.


"Maafkan aku, Sky ... aku tidak bisa melindungi mu dengan baik. Maafkan aku membuatmu menderita seperti sekarang."


Sekretaris Han ingat dirinya lah yang dulu mendukung Sky untuk membuka hati untuk Javier. Dan ia merasa sangat bersalah akan hal itu karena telah membuat gadis yang sudah di anggap adik nya sendiri ini menderita.


"Tidak, Kak. Kau dengan baik menjagaku sama seperti yang lain." Ia mengedarkan pandangan nya ke arah yang lain dengan tersenyum.


Lalu melepaskan pelukan Sekretaris Han dan memeluk yang lain satu persatu.


"Aku akan merindukanmu," ucap Aiden seraya memeluk Sky.


"Aku juga."


"Momo pasti akan merindukanmu," ucap Philip.


"Ketika aku kembali ke sini nanti, ku harap Momo sudah punya keturunan yang banyak agar kau bisa ternak babi," sahut Sky.


Semua orang terkekeh dengan ucapan Sky.


"Kau akan jadi juragan babi, Philip," ucap Athes.


"Itu pekerjaan yang cocok untukmu," sahut Thomas.


"Cih, aku tidak perlu ternak babi, kalian semua sudah ku anggap babi."


"Heii!!" mereka terlihat kesal dengan ucapan Philip sementara Sky tampak tersenyum.


Ah, setelah kepergian nya dari sini ia tidak akan merasakan kehangatan sarapan bersama mereka semua lagi. Ternyata ini bukan hanya perpisahan nya bersama Javier saja tetapi dengan Sekretaris Han dan yang lain.


Sky tertegun menatap mereka yang akrab dan saling bercanda satu sama lain. Mata nya sampai berkaca-kaca.


"Kau baik-baik saja?" tanya Xander.

__ADS_1


"Iya Dad," sahut Sky.


"Dad?" tanya mereka semua dengan mengerutkan dahinya bingung.


"Ah iya aku lupa mengenalkan Daddy ku kepada kalian semua."


Mereka semua pun melihat ke arah Xander menatapnya dengan tatapan menyelidik. Hanya Sekretaris Han yang sudah tahu kalau Xander Ayah kandung Sky.


Yang lain masih berpikir Xander hanyalah uncle Sky saat kecil.


"Kalian mengenalku?" tanya Xander.


Mereka pun menggeleng.


"Bagaimana dengan Antraxs?"


"Antraxs? itu kelompok mafia pemegang Negara X," sahut Jonathan.


"Ya. Dan aku pemimpinya ..."


Deg


Mereka melebarkan matanya seketika. Itu artinya Sky anak seorang mafia juga, si polos dengan pipi gembul itu kenapa mempunyai Ayah sekejam Xander, hanya itu yang ada di pikiran mereka semua.


"Sudah. Kita tidak punya banyak waktu lagi, kita harus pergi sekarang," ucap Xander.


"Sebelum aku pergi, aku ingin memberitahu kalian kalau aku hamil," ucap Sky dengan tersenyum.


Lagi-lagi mereka membulatkan mata.


"K-kau hamil?" tanya Sekretaris Han.


Sky mengangguk. "Iya kak Han."


"Mampus, baby serangga itu sebentar lagi lahir," bisik Jonathan kepada Aiden.


"Ayahnya Yakuza, kakeknya Antraxs. Aku tidak tahu akan sekejam apa anak itu jika jenis kelamin nya laki-laki," sahut Aiden.


"Dan anakku kembar," lanjut Sky membuat Athes and the geng menelan ludahnya susah payah. Bagaimana kalau keduanya laki-laki. Mati mereka semua.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2