Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#51


__ADS_3

"Sky ... Sky ..." Javier menepuk-nepuk pipi Sky dengan panik dalam pelukannya.


Sky membuka mata sesaat kalimat terakhir yang ia ucapkan hanyalah.


"Jangan bunuh aku ..." Setelah itu Sky kembali tak sadarkan diri.


Javier dibuat bingung dengan ucapan Sky, ia menggendong Sky ala bridal keluar dari rumah hantu. Satpam yang melihat Javier menggendong seorang perempuan hanya bisa menundukan kepala ketakutan.


Javier sudah tidak perduli dengan satpam itu, yang lebih penting sekarang keselamatan istrinya.


Ia menidurkan Sky di mobil dan tiba-tiba Sky mengigil kedinginan. Javier memegang kening Sky, gadis itu demam.


Javier membawa selimut dari bagai mobil dan menyelimuti tubuh istrinya itu. Ia mengelus pipi Sky.


"Kau akan baik-baik saja, Sky."


Lalu ia berjalan mengitari mobil untuk mengemudi.


"Panggil Dokter Richard ke mansionku," pinta Javier kepada Sekretaris Han di telpon.


Ia segera keluar dari halaman taman bermain itu. Kali ini ia menyetir tidak terlalu cepat, ada Sky di sampingnya. Ia tidak mau terjadi sesuatu dengan istrinya.


Sky masih mengigil, sesekali Javier mengusap lengan Sky.


"Sabar sayang, sebentar lagi sampai."


Beberapa menit kemudian mereka sampai di mansion. Javier menggendong Sky untuk membawanya ke kamar dan ketika hendak masuk ia sempat melihat Athes and the geng di halaman mansion.


Javier melayangkan tatapan horror untuk mereka semua sebelum masuk ke mansion, mereka hanya bisa menunduk.


"Aku mencintai kalian," ujar Jonathan dengan tatapan terfokus pada Javier yang membawa Sky tidak sadarkan diri.


"Apa maksudmu?!" Tanya Samuel.

__ADS_1


"Nyonya Sky pulang tidak sadarkan diri. Menurut kalian nyawa kita baik-baik saja? Aku hanya ingin bilang kalau aku mencintai kalian sebagai kakak ku. Itu yang harus kalian tahu sebelum aku mati ..."


"Kau pikir hanya nyawa mu saja yang dalam bahaya!" sahut Athes lalu memilih masuk ke dalam mansion. Walaupun tidak ada yang menyuruh, Athes memberanikan diri untuk masuk ke mansion. Ia ingin mendengar langsung keadaan Sky.


Yang lain pun ikut masuk, Athes yang paling tua di antara mereka. Tidak ada salahnya kan mereka mengikuti apa yang Athes lakukan. Termasuk masuk ke kandang singa seperti sekarang.


Javier menidurkan Sky di ranjang. Sudah ada Dokter Richard di kamar itu.


"Keluarlah ... Aku akan memeriksanya," ujar Dokter pribadi De Willson group itu.


"Tidak! aku suaminya. Aku berhak ada disini!"


Dokter Richard hanya bisa menghela nafas, lalu memeriksa Sky.


Semenjak Thomas mengatakan kemungkinan Sky menjadi incaran Mudork, Javier mulai tidak percaya siapapun, termasuk dokter yang sudah puluhan tahun menangani keluarga De Willson. Bisa saja seseorang tiba-tiba berkhianat dan melukai istrinya.


"Apa dia punya trauma?" tanya Dokter Richard setelah memeriksa Sky.


"Aku tidak tahu ...," sahut Javier.


Javier menghela nafas mengusap wajahnya kasar, ada apa dengan istrinya ini.


"Ini obat yang harus dia minum setelah bangun nanti." Dokter Richard menyimpan beberapa obat di meja.


Setelah itu Javier membiarkan Sky beristirahat, ia keluar bersama Dokter Richard. Dokter Richard di antar Pak Liam sampai depan sementara Javier mendekati Athes and the geng yang berdiri tak jauh dari dirinya.


Javier memasukan kedua tangan nya kesaku celana. Setiap langkah Javier membuat jantung mereka seakan meloncat seketika. Mereka hanya bisa menunduk.


Javier melangkah lebih dekat, mereka mundur. Javier melangkah selangkah lagi, mereka mundur selangkah juga.


"Aku menyuruh kalian mengawasi istriku ... KEMANA SAJA KALIAN HAH?!!"


Bahu mereka kompak meloncat dengan teriakan Javier. Sekretaris Han hanya menyunggingkan senyum melihat keenam anak buah yang sedang ketakutan itu.

__ADS_1


"T-tuan ... Maafkan kami ... Tapi, Nyonya Sky yang minta kami untuk tidak mengikutinya." seru Athes.


"Kalian bisa menyamar dan ikuti istriku diam-diam!! bukan kah kalian menyamar juga ketika penyerangan di hotel waktu itu ... kenapa hanya menjaga istriku saja kalian tidak bisa!!" mereka masih menunduk tidak berani menjawab.


PRANG


Suara gelas pecah terdengar dari kamar Javier. Mereka semua menoleh ke arah pintu, Javier segera masuk. Membuat Athes and the geng menghembuskan nafas lega karena suara pecahan gelas itu menyelamatkan mereka.


"Sky ..."


"J-Javier ... aku mau minum ..." Javier segera menuangkan air ke gelas yang satunya lagi.


Sky meleguk air itu dengan sekali tegukan. Sepertinya gadis itu benar-benar kehausan.


Ia memberikan gelas kosong itu kepada Javier.


"Kau baik-baik saja?" tanya Javier.


Sky mengangguk dengan lemah.


"Aku lapar ..."


Javier mengelus pipi Sky. "Tunggu sebentar, ya."


Sky kembali mengangguk dan Javier keluar untuk membuat bubur.


Athes and the geng dan sekretaris Han masih berdiri disana.


"Kalau kalian mau tahu keadaan istriku, dia baik-baik saja," ucap Javier seraya berjalan melewati Athes dan yang lain.


Athes dan yang lain memang masih menunggu kabar Sky. Setelah Javier memberitahu keadaan Sky mereka menghembuskan nafas lega. Akhirnya tidak jadi mati.


Bersambung

__ADS_1


(Sambil nunggu bab selanjutnya dari cerita ini, mampir dulu yuk ke novel baru aku. Judulnya KARENA ALCOHOL. Di tunggu Vote dan Coment nya hehe)


__ADS_2