Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#79


__ADS_3

Sky dan Javier sedang menunggu jemputan dari Sekretaris Han. Mereka menunggu di aula penginapan.


Sky sibuk main hp sementara Javier sedang mengikat tali sepatunya yang terlepas.


"By ..." panggil Sky dan.


Cekrek


Sky berhasil memotret suaminya tepat ketika Javier mendongak ke arahnya. Ini pembalasan nya karena Javier memotret dirinya semalam secara tiba-tiba dengan hasil foto yang menurutnya jelek.


Sky melihat hasil fotonya.



Curang ... kenapa dia malah tampan.


Sky berdehem sesaat. "Aku mendapatkan foto jelekmu."


Ia berbohong, padahal sebenarnya hasilnya bagus.


"Benarkah?" tanya Javier yang di jawab anggukan kepala dari Sky.


Tangan Javier terulur. "Mana coba ku lihat."


Sky langsung menyembunyikan ponselnya ke belakang tubuhnya. "Tidak, kau pasti akan menghapusnya."


Javier menarik sudut bibirnya tersenyum. "Kalau kau mau melihat wajahku, lihat langsung. Jangan dari foto itu."


"Tidak, untuk apa melihat wajahmu huhh.."


Javier makin tersenyum melihat sikap gengsi istrinya.


Sudah hampir satu jam mereka menunggu Sekretaris Han. Tapi dia masih saja belum datang.


Alhasil Javier dan Sky kembali menghabiskan waktu di pantai dengan saling mengejar, saling melempar pasir dan bermain air.



Sky tertawa kala berhasil melempar pasir ke arah suaminya. Javier tak mau kalah, ia juga mengejar Sky sampai ketika berhasil menangkapnya bukan pasir yang ia lempar tapi ciuman bertubi-tubi untuk istrinya itu.


Sampai akhirnya mobil yang di bawa Sekretaris Han pun tiba. Pria itu keluar dari mobil dan melihat Javier dan Sky malah bersenang-senang.

__ADS_1


"Apa-apaan ini, tadi mengancamku untuk datang tepat waktu sekarang malah sibuk main-main. Huhh ..."


"Sudah cukup ... berhenti. Hahahah." Javier terus menggelitik tubuh istrinya walaupun Sky memintanya berhenti.


"By, udahhh ... lihat itu, ada Kak Han-Han." Sky menunjuk Sekretaris Han di seberang sana.


Javier mengikuti arah pandang Sky. Dan Sekretaris Han sedang bersidekap dada melihat ke arah mereka.


"Ayo sayang." Javier menggenggam tangan Sky menghampiri Sekretaris Han.


Sekretaris Han membuang rokok dan menginjaknya ketika melihat mereka menghampiri nya.


"Kak Han-Han pasti menunggu lama," ujar Sky.


"Tidak sayang. Kita yang menunggu dia, dia telat satu jam."


"Seharusnya berterimakasih kepadaku, aku memberimu satu jam untuk bersenang-senang."


Sekretaris Han kemudian masuk ke mobil.


"Kau lihat kan sayang, dia menyebalkan," bisik Javier yang di sambut anggukan dan senyuman dari Sky.


Mereka akhirnya pulang ke mansion. Javier memeluk Sky di belakang. Sekretaris Han yang melihat keromantisan mereka dari spion depan hanya bisa menggelengkan kepala.


"Aku tidak mau. Kalau aku bawa mobil aku tidak bisa memeluk istriku," sahut Javier.


"Kak Han-Han kenapa tidak punya pacar?" tanya Sky yang membuat Sekretaris Han berdehem kikuk dengan pertanyaan itu. Harus jawab apa dia.


"Tidak ada yang mau dengan nya." Javier mengambil alih menjawab pertanyaan istrinya.


"Kenapa?" tanya Sky menatap Javier. "Padahal Kak Han-Han tampan."


Pletak.


Javier menyentil kening Sky sementara Sekretaris Han tersenyum senang dengan pujian Sky seraya mengusap rambutnya so tampan.


Sky meringis mengusap-ngusap keningnya yang terasa panas dan perih.


"Kenapa bilang dia tampan heh."


"Tidak, by. Bercanda, kau yang paling tampan. Serius."

__ADS_1


Sekretaris Han menggelengkan kepala melihat itu.


Javier memeluk Sky semakin erat, mengusap punggung istrinya.


"By, aku ngantuk."


"Sini tidur sayang." Javier menenggelamkan kepala Sky di dada nya.


Beberapa menit kemudian mereka bertiga hening di dalam mobil. Sekretaris Han fokus menyetir, Sky tertidur dan Javier sibuk mengelus-ngelus tubuh istrinya.


Sampai akhirnya Sekretaris Han mendapati tangan Javier yang sedang merayap ke paha Sky.


Sekretaris Han membulatkan mata.


Apa-apaan dia itu. Jangan disini juga bod*h!!


Cciiittttt


Sekretaris Han mengerem mobilnya mendadak, hampir saja membuat Javier dan Sky tersungkur ke depan.


"Kau ini apa-apaan, Han!!" Kesal Javier.


"Ada kucing." Mobil pun kembali melaju, padahal itu hanya akal-akalan Sekretaris Han yang melihat tangan nakal Javier.


"Untung saja istriku tidak bangun," gumam Javier dengan kesal.


Tentu saja kau merasa beruntung istrimu tidak bangun. Kalau bangun bagaimana mungkin kau bisa memegang paha nya seperti itu.


Setelah sampai di mansion, Javier segera keluar mengitari mobil untuk menggendong istrinya. Sky sempat bangun tapi Javier menyuruhnya untuk kembali tidur saja.


Ketika masuk mansion Thomas, Philip dan Athes and the geng sudah duduk di sofa.


Mereka terbelalak melihat Sky di gendongan Javier, mereka semua salah paham. Mereka pikir Sky pingsan karena terlalu lelah di terkam Javier.


Javier mendelik ke arah mereka sebelum menaiki tangga.


"Jangan melihatku seperti itu, Sky tidur karena kelelahan. Jangan berfikir yang aneh-aneh!!"


"Tentu saja Sky pasti kelelahan. Gadis kecil itu tidak mungkin kuat melawan pria dewasa seperti Javier," ucap Philip.


Thomas hanya menggelengkan kepala melihat Javier menaiki tangga seraya menggendong istrinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2