Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#176


__ADS_3

Sekretaris Han jalan tergesa-gesa masuk ke dalam mansion, Sky dan Javier yang sedang duduk di depan tv seraya bermain dengan si kembar hanya menautkan alisnya bingung dengan sikap pria itu.


BRAKH


Terdengar suara bantingan pintu tepat di kamar Sekretaris Han. Akhir-akhir ini Sekretaris Han memang tinggal di mansion Xander dari pada di hotel karena Javier sering membutuhkan dirinya ketika malam hari hanya untuk membahas perusahaan yang sudah lama mereka tinggalkan di Negara M.


"Kak Han-Han kenapa By?" tanya Sky.


Javier menggeleng. "Tidak tau sayang. Tidak biasanya dia semarah itu."


Beberapa orang keluar menghampiri Javier dan Sky. Ada yang keluar dari kamar, ada yang baru turun dari anak tangga, ada yang datang dari dapur. Semua formasi lengkap Athes and the geng dan Philip menghampiri Javier. Kecuali Xander, dia sudah tidur di kamarnya dan Thomas masih di hotel bersama Liana.


"Han membanting pintu?" tanya Philip yang di jawab deheman dari Javier.


"Sekretaris Han kenapa?" gumam Jonathan seraya menatap pintu kamar Sekretaris Han yang tak jauh dari sana.


"Dia pergi kemana tadi?" tanya Javier seraya menimang-nimang Miwa.


"Bertemu dengan Kara," sahut Philip.


Javier menautkan kedua alisnya. "Kara? jadi dia baru bertemu dengan Kara."


Philip mengangguk. "Bertemu dengan Kara dan pulang seperti orang keset*nan. Menurutmu dia kenapa?"


"Sepertinya Kakaknya Kara tidak merestui Sekretaris Han," sambung Sergio. "Karena sebelum pergi Sekretaris Han bilang akan bertemu dengan Kakaknya Kara."


Javier menghembuskan nafas. "Kasihan sekali dia."


"Iya, By. Kasian sekali Kak Han-Han, bantu dia lah, By. Kalau benar Kakaknya Kara tidak memberinya restu."


"Aku belum tau Kakaknya Kara siapa sayang. Karena dulu Kara hanya bilang punya Kakak laki-laki yang tinggal di luar Negeri. Itu saja."


Dan tiba-tiba Keenan masuk ke mansion dengan kedua tangan di saku celana. Ia berjalan begitu santai dengan bersiul sendirian memancing semua orang menoleh ke arah pintu.


"Keenan kau dari mana?" tanya Sky.


"Bisnis penting," sahut Keenan.


"Bisnis apa? kau kan kerja denganku," sambung Sky.

__ADS_1


"Huhh, bukan kau saja yang punya bisnis. Aku juga."


Tidak ada yang tahu bisnis yang di maksud Keenan adalah bisnis mengatur hubungan adiknya dan Sekretaris Han.


Keenan pun masuk ke dalam kamarnya meninggalkan semua orang. Malam ini dua Sekretaris itu tampak aneh.


Sampai pagi menjelang pun ketika mereka semua sudah lengkap di meja makan untuk sarapan, Keenan dan Sekretaris Han belum keluar kamar. Alhasil mereka lebih memilih sarapan lebih dulu.


Dan tak lama kemudian, keduanya keluar bersamaan dari kamar dan duduk di meja makan saling berhadapan.


Kedua Sekretaris itu saling melempar tatapan tajam membuat semua orang heran sampai saling menyikut satu sama lain.


Sepanjang sarapan kedua Sekretaris itu hening tidak seperti biasanya yang selalu bertengkar, mereka malah lebih sering melempar tatapan tajam satu sama lain.


"Aku lebih suka melihat mereka bertengkar seperti kucing dan anjing dari pada saling menatap tajam seperti singa dan harimau," ucap Philip pelan.


Xander yang sedang mengunyah salad di mulutnya pun ikut larut memperhatikan mereka berdua.


"Kalian sedang bermusuhan?" tanya Xander.


"Tidak," sahut keduanya membuat mereka semakin curiga ada pertengkaran hebat antara dua Sekretaris itu.


Sementara Javier dan Sky asik berduaan di kamar. Toh banyak sekali orang yang menjaga si kembar mereka bisa leluasa berduaan.


Dan Sekretaris Han maupun Keenan sedang mengerjakan berkas-berkas perusahaan doi sofa yang lain.


Mereka duduk saling berhadapan dengan laptop di atas paha masing-masing. Sesekali mereka saling menatap tajam lalu kembali fokus lagi ke laptop nya, terus saja seperti itu membuat Athes and the geng mengerutkan dahi nya bingung.


Pasalnya dari malam ketika keduanya pulang, mereka tidak bertengkar lagi. Tidak mengobrol juga, membuat rasa penasaran begitu besar di benak mereka semua.


Sementara itu di dalam kamar Javier sedang memeluk Sky, mereka bercanda saling menggelitik satu sama lain.


"By hentikan ... itu geli!!" rengek Sky dengan manja.


Tapi bukan berhenti Javier malah mendusel-dusel di leher istrinya seraya sesekali mengigit leher putih Sky.


"Mau membuat adik buat si kembar sayang?" bisiknya.


"Hei, dua sudah cukup," sahut Sky.

__ADS_1


Javier mendongak mengecup bibir Sky. "Aku ingin punya anak banyak tapi tidak mau melihatmu melahirkan."


"Jadi kau mau perempuan lain yang melahirkan anakmu?!" tanya Sky sinis.


Pletak.


"Auuww!!"


Javier menyentil kening istrinya. "Kau ini bicara apa!! tidak ada yang bisa menggantikan Mommy untuk dua anak seranggaku."


Sky tersenyum lalu mencium bibir Sky, Javier membulatkan mata dengan istrinya yang tiba-tiba menciumnya. Ia membalas ciuman itu tiga kali lipat lebih banyak di wajah Sky.


"Isshhh ... berhentii ..." Sky mendorong tubuh Javier dan Javier pun terkekeh.


"I love you Mommy serangga."


"I love you too Daddy serangga."


Keduanya tersenyum sampai akhirnya Sky membahas soal keanehan dua Sekretaris mereka.


"By, Kak Han-Han dan Keenan kenapa ya? Aku lihat mereka seperti punya masalah besar satu sama lain."


"Ya, sepertinya begitu," sahut Javier.


"Lalu kau akan mendiamkan mereka, By?" tanya Sky.


"Aku sudah menyuruh orang untuk mencari identitas Kara, sayang. Aku ingin tau siapa Kakaknya, kalau sampai pria itu berani menolak lamaran Han aku akan membunuhnya --- Akkhhh!!" Sky langsung menonjok dada Javier.


"Ish kau ini, bukan seperti itu menyelesaikan masalah mereka. Jangan main mengambil nyawa orang sembarangan!!"


"Ayahmu juga seperti itu sayang, dia yang membunuh Hanna dan Ibu tirimu."


"Jangan berani membahas Daddy ku, kau mau di usir dari sini hm?"


"Ah maafkan hambaku tuan putri ... aku tidak berani lagi membahas Ayah mertuaku yang menyebalkan itu!!"


"Byyyyy ..." teriak Sky tidak terima Ayahnya di bilang menyebalkan sementara Javier hanya cekikikan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2