Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#130


__ADS_3

Xander berjalan dengan masker, kupluk dan kaca mata menutupi wajahnya. Ia hendak pergi ke mansion Javier.


Sekarang, sudah waktunya semua hal di ungkap. Sky harus tahu kalau ia adalah Ayah kandung nya, Sky harus tahu hubungan Xander dan Alexa di masa lalu.


Janji Xander untuk membawa Sky di usia nya yang ke dua puluh tahun gagal, karena Sky harus menikah dengan seorang pria yang Xander sangat kenal.


"Kenapa harus Javier," batin Xander.


Ia pun sampai di mansion besar milik Javier, seorang satpam menghampirinya.


"Maaf, cari siapa Tuan?"


"Tuanmu," sahut Xander.


"Tuan Javier sedang tidak ada di mansion. Beliau sedang liburan bersama Nyonya Sky ke Negara M."


"Oh, jadi kau membawa putriku main salju. Bagus, dia sangat suka olaf," batin Xander.


"Baiklah, aku titip ini."


Xander memberikan amplop coklat lalu pergi begitu saja membuat satpam terlihat bingung.


"Maafkan Daddy, Nak. Tapi Dad harus menilai seberapa besar Javier mencintaimu."


Xander melajukan mobilnya yang di parkir kan tak jauh dari sana. Dua puluh menit kemudian mobilnya masuk ke sebuah hutan, hutan mati yang sudah jarang di masuki orang-orang.


Di dalam hutan ada sebuah rumah yang dari luar terlihat kumuh dan tak terurus, tapi itu adalah tempat tinggal Xander.


Ia lebih sering ada di luar Negeri ketimbang berada di kota yang sama dengan Javier dan Sky.


Tapi sekarang, ia harus kembali ke kota ini, kota dimana ia bertemu pertama kali dengan Alexa dan kota tempat tinggal putri nya.


Rumah Xander tidak terlalu besar seperti mansion Javier. Karena memang ini hanya di anggap markas persembunyian nya saja.

__ADS_1


Ia masuk ke rumah itu, beberapa orang membungkukan badan.


"Kami mendapatkan foto nona Sky terbaru, Tuan," ucapnya. Pria itu memberikan kotak coklat berisi foto-foto Sky sedang main salju di negara M.


Xander mengangguk dan berjalan masuk ke kamarnya, ia menyimpan mantel di kursi lalu menempel foto itu di dinding kamarnya.


Foto itu adalah foto Sky Alexander yang sedang membuat olaf bersama Javier. Tapi hanya foto Sky saja yang anak buah Xander dapatkan, tidak ada foto Javier. Tentu saja, tidak ada kerjaan kalau Xander sampai menempel foto Javier di dinding.


Dinding kamar Xander di penuhi dengan foto Alexa dan Sky. Banyak foto kedua perempuan itu yang ia dapatkan secara diam-diam. Foto Alexa yang masih bersekolah pun menempel di dinding kamar dengan baik. Foto Sky menikah dengan Javier, foto Sky sedang bekerja di cafe X, foto gadis itu bertemu pertama kali dengan Javier di restaurant S. Dan masih banyak lagi.


Bukan hanya rumah ini yang banyak foto Alexa dan Sky tapi mansion yang berada di luar Negeri pun sama.


Xander menyebar anak buahnya di beberapa negara, ia memerintahkan setiap anak buah nya untuk memfoto Sky diam-diam jika gadis itu berkunjung ke negara tersebut.


Foto Sky kecil sampai dewasa begitu banyak menempel di dinding. Xander memang mengawasi putri nya dari Sky berumur enam tahun, tepatnya ketika Alexa meninggal.


Tapi ia punya alasan lain mengapa tidak membawa Sky dari kecil.


"Kalian sangat cantik ..." lirih nya dengan tersenyum getir menatap kedua perempuan yang ia cintai.


Xander berjalan duduk di ranjang menghela nafas berat menatap foto-foto itu. Lalu ia membuka laci dan membawa kotak musik dari dalam sana.


"Bagaimana kau suka?" tanya Xander kepada Sky kecil.


"Yasss ... Kay suka, uncle," sahut Sky yang saat itu berusia tiga tahun.


"Huhh bicaramu masih saja belum jelas. Namamu Sky bukan kay."


"Kay."


"Sky.


"Kay."

__ADS_1


Xander terkekeh dan mencubit pipi Sky dengan gemas.


"Bawa itu ke rumahmu, oke."


Sky mengangguk. "Muaahh. Thankyou, uncle."


Xander bergeming dengan ciuman Sky, gadis kecil yang menganggap nya seorang paman. Padahal ia adalah Ayah kandungnya.


Lalu Alexa datang menghampiri mereka dan merebut kotak musik di tangan Sky.


"Tidak perlu memberikan nya hadiah apapun."


"Ibu ..." Sky mengerucutkan bibirnya karena kotak mainan itu di ambil.


"Al ... itu hanya kotak musik biasa."


"Sekalipun istimewa tidak perlu memberikan itu untuk Sky. Aku datang ke sini agar kau melihat anakmu, itu saja. Tidak lebih!!"


Alexa akhirnya menggendong Sky membawa gadis itu pergi.


"Uncle ..." Sky melambaikan tangan dengan menekuk wajahnya di gendongan Alexa.


"Uncle ..." teriaknya lagi.


Xander tersenyum tipis, melambaikan tangan ke arah Sky lalu berteriak.


"Jangan bersedih, jangan nakal, menurut lah dengan Ibumu, oke."


Dari kejauhan Xander bisa melihat anggukan kepala dari anaknya.


Xander menghela nafas, menatap kotak musik itu dengan sendu, mata nya berkaca-kaca. Sakit, teramat sakit harus berpisah selama puluhan tahun dengan Alexa dan Sky.


Apalagi mengingat kebencian Alexa terhadap dirinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2