
Dah Crazy Up jangan lupa like nya hehe biar besok ku kasi lg bab ga potong2
Malam hari Sky hanya duduk di kursi roda memandang suasana malam di luar dari balik jendela ruangan nya.
Sky menahan Xander untuk datang ke mansion Javier. Gadis itu sudah ingat semuanya, ia ingat bagaimana Javier menyuruhnya pergi, ia ingat bagaimana Javier membiarkan nya kedinginan di bawah derasnya air hujan.
Ia ingat bagaimana Javier membiarkan nya ketakutan di jalanan yang gelap gulita. Dan ia ingat ia hampir menyerah untuk hidup di atas jembatan malam itu.
Xander berdiri di belakang kursi roda. Sky terlihat melamun dan Xander pun bingung harus memulai dari mana berbicara dengan putrinya dan lagi Dokter Vincent meminta dirinya untuk tidak banyak bertanya perihal depresi putrinya.
"Aku lapar uncle ..."
"Lapar? kau mau apa?"
Akhirnya Sky berbicara juga membuat Xander tersenyum tipis.
"Apa saja," sahut Sky.
"Baik, tunggu di sini."
Xander keluar dari ruangan sementara Sky masih menatap pemandangan malam hari yang di penuhi lampu-lampu jalanan dan juga gedung yang menjulang tinggi.
Tak lama kemudian Xander kembali dengan membawa beberapa roti dengan rasa yang berbeda.
"Ini ..." Ia memberikan roti itu kepada Sky.
"Terimakasih, uncle."
Xander menarik kursi dan duduk di samping Sky. Ia melihat putrinya makan begitu lahap nya.
"Pelan-pelan, Sky ..."
"Aku tidak tahu, akhir-akhir ini porsi makan ku bertambah. Dan aku sering kelaparan, apalagi malam hari, uncle."
Xander lupa kalau ia belum memberitahu Sky soal kehamilan nya. Apa ia harus memberitahu nya sekarang? atau nanti saja. Ia sangat bingung, ia takut Sky tidak akan menerima kehamilan ini tapi di sisi lain penting bagi Sky mengetahui kehamilan nya agar gadis itu bisa mengelola pikiran nya dengan baik. Karena Sky tidak boleh stress terus menerus.
"Hmmm Sky ... ada hal yang ingin uncle bahas denganmu."
"Apa uncle?"
__ADS_1
Mereka mulai saling menatap serius.
"S-sebenarnya ... sebenarnya kau ..."
"Iya?" tanya Sky.
"Kau hamil."
Sky melebarkan matanya.
"Dan anakmu kembar ..."
Sky mematung seketika, menatap Xander tanpa berkedip. Yang ada di pikiran Xander melihat putrinya seperti itu hanyalah gadis ini akan mengamuk.
"Sky tidak apa ... jangan khawatir, uncle akan membantumu merawat mereka tanpa Javier. Uncle ---"
Xander terhentak seketika, karena Sky tiba-tiba memeluknya dengan tersenyum bahagia.
"Benarkah uncle? aku beneran hamil? kembar? ada dua?" tanya Sky bertubi-tubi saking senangnya.
Xander mengangguk.
Sky menjerit senang lalu memeluk lebih erat Xander. Pelukan Sky membuat tubuh Xander mematung seketika, baru kali ini putrinya memeluk Xander setelah dewasa. Ia ingat terakhir kali memeluk putri nya saat kecil dulu.
"Bagaimana dengan Javier? apa kau akan memberitahu nya?" tanya Xander.
Sky melepaskan pelukan nya menatap Xander lalu menggeleng.
"Kenapa?" tanya Xander.
"Dulu dia sangat menginginkan anak, tapi sepertinya sekarang sudah tidak. Aku saja sudah tidak di butuhkan lagi olehnya. Tidak apa, uncle. Aku bisa merawat baby twins ku sendiri ..."
"Aku di tinggalkan oleh Ayah kandungku dan Ibuku saja bisa kuat merawat ku sendirian ... ya, walaupun ada Papah Herry, tapi tetap saja yang Ibuku inginkan pasti Ayah kandung dari anaknya. Benarkan, uncle?"
Deg.
Hati Xander bagai teriris-iris oleh perkataan Sky. Sky tidak sadar Ayah kandung nya ada di depan nya sekarang, ingin sekali Xander mengatakan bukan ia tidak mau menemani Alexa tapi Alexa lah yang mengusirnya mentah-mentah.
Ingin sekali ia mengatakan ia tidak berniat meninggalkan Sky.
__ADS_1
"Sky ..."
"Ya?"
Xander menghela nafas, perkataan Sky benar-benar menyayat hatinya. Mau tidak mau ia akan mengatakan siapa dirinya sebenarnya, agar Xander bisa membalas kesalahan nya yang tidak bisa merawat Sky dari kecil.
"Apa kau tahu siapa nama Ayah kandungmu?"
"Tau, uncle."
"Siapa?" tanya Xander.
"Xander," sahut Sky.
"Kau tau dimana dia?"
Sky menggeleng.
"Ayah kandungmu di depanmu sekarang ..."
Sky bergeming, menatap Xander. Kalimat Xander barusan seakan terngiang-ngiang di kepalanya.
Sementara Xander sudah siap jika sekarang putrinya akan mengamuk.
"Uncle ..."
"Maaf ... maafkan Daddy, Sky."
Sky mengerutkan dahinya. "Daddy? u-uncle Daddy ku?"
Xander mengangguk.
Sky tidak tahu harus berkata apa, kehamilan nya membuat ia begitu senang dan kabar Xander Ayah kandungnya membuat Sky begitu kaget. Sampai ia hanya bisa diam.
"Sky maafkan Daddy ... Daddy akan menjelaskan semuanya. Asal kau mau mendengar semua penjelasan Daddy," ucap Xander yang panik melihat Sky hanya diam.
Sky mengangguk dengan pasrah. "Ya, aku akan mendengarkan semua penjelasan ... Daddy."
Xander melebarkan matanya, untuk kali pertama dalam hidupnya putri semata wayangnya memanggilnya Daddy.
__ADS_1
Ia lalu tersenyum tipis mengelus kepala Sky. "Terimakasih putriku ..."
Bersambung