Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#147


__ADS_3

Malam hari Sky baru sampai di halaman mansion Xander. Mansion nya sangat jauh dari perkotaan, mansion Xander berada di puncak.


Di sepanjang jalan ia hanya melihat ke jendela, melihat pemandangan sekitar dan juga memikirkan Javier yang menangis di bandara tadi pagi.


"Ayo, Nak."


Sky mengangguk dan keduanya turun. Sky mengedarkan pandangan nya ke mansion dengan desain gold.


Perlahan mereka masuk ke mansion dan Sky terbelalak kala di ruang tamu melihat foto dirinya dan Alexa yang sangat besar menempel di dinding.


"Dua Ratu ku," ucap Xander seraya tersenyum melihat foto dua perempuan yang ia cintai.


Sky tertegun melihat sikap Ayahnya. Dulu ia berpikir ia adalah anak yang kurang beruntung karena tidak di cintai dengan baik oleh seorang Ayah tapi nyatanya Ayah kandung nya begitu mencintai dan menyayangi Sky.


Sky memegang tangan Xander seraya menyenderkan kepala nya di pundak pria itu.


"I love you, Dad ..."


Xander seakan tercengang mendengar pengakuan cinta dari putrinya sendiri. Dulu ia berharap Alexa yang mengatakan itu tapi ternyata malah putrinya sekarang.


Xander mengelus tangan Sky yang memegang tangan nya.


"Dad takut kalau menceritakan semua hubungan Dad dan Ibumu, apa kau masih bisa mencintai Dad atau malah membenci Daddy mu ini."


Sky menggeleng. "Apapun itu, aku tidak akan membencimu, Daddy."


Keduanya tersenyum. Sky masuk ke kamar untuk istirahat begitupula dengan Xander.


Ia duduk di ranjang mengedarkan pandangan nya dengan suasana kamar barunya. Kamar yang polos tanpa kenangan apapun.


Ia mengelus perutnya seraya tersenyum. "Terimakasih twins karena hadir tepat waktu. Kalau bukan karena kalian Mommy tidak akan sekuat ini ..."

__ADS_1


Sky beranjak ke meja rias, awalnya hanya ingin menyisir rambutnya saja tetapi ketika melihat cermin yang muncul malah kenangan Javier yang sering menyisir dan menyatok rambutnya.


Dan lagi, matanya tertuju pada kalung bulan sabit yang melingkar di lehernya. Kalung ini ia dapatkan ketika Javier menjadi badut beruang di hari ulang tahun nya.


Sky memegang kalung itu dan menghela nafas. Dari pada kembali mengingat Javier lebih baik menemui Ayahnya.


Ia beranjak dari meja rias untuk mencari Xander, pintu kamar Ayahnya sedikit terbuka.


Sky mengintip dan mendapati Xander sedang duduk di meja seraya membereskan beberapa berkas.


"Daddy ..." panggilnya.


Xander menoleh. "Sky ... kemari."


Sky berjalan menghampiri Xander dan duduk di samping pria itu.


"Dad sedang membereskan beberapa aset yang Daddy punya. Semuanya menjadi milikmu sekarang ..."


"Karena hanya kau yang Dad punya, jadi ini milikmu."


Xander kembali sibuk dengan berkas-berkasnya sementara mata Sky berkeliling melihat suasana kamar Xander yang di penuhi foto Alexa dan dirinya.


Foto Alexa saat remaja sampai sudah menikah memenuhi dinding kamar. Foto dirinya dari bayi sampai sekarang pun ada di kamar Xander.


"Dad ... kenapa banyak fotoku? Dad selama ini mengikutiku?" tanya Sky.


Xander menoleh dan mengangguk. "Iya. Dad selalu memperhatikanmu dari jauh."


"Tapi Dad tidak bisa membawamu saat Ibumu meninggal, Sky."


"Kenapa?" tanya Sky.

__ADS_1


Xander mengubah posisi duduk nya menghadap Sky dengan wajah serius.


"Hari itu ... Dad datang ke Negara M untuk bertemu dengan Ataric. Di perjalanan Dad bertemu dengan Ibumu ..."


"Ibumu sangat cantik. Dan pertama kali Dad melihatnya ia sedang menari-nari di bawah derasnya hujan dengan memakai dress putih. Dia perempuan yang unik dan menyukainya pertama kali melihat Ibumu."


"Sampai akhirnya Dad tinggal beberapa tahun di Mansion Ataric dan mengubah nama Daddy menjadi Baba Yaga ... setiap hari Dad hanya bisa mengikuti Ibumu saja. Kemanapun perempuan itu pergi Dad diam-diam mengikutinya dari belakang."


"Sampai akhirnya, Dad memutuskan untuk mengungkapkan perasaan Dad kepada Ibumu. Tapi Ibumu menolak Dad mentah-mentah dan menikah dengan pacarnya Herry. Karena Dad terlalu terobsesi dengan Ibumu, akhirnya Daddy ..."


Sky menaikkan satu alisnya melihat Xander menggantung kalimatnya.


"Daddy memperk*sa Ibumu ..."


Sky melebarkan matanya seketika.


"Alexa bersikeras mengatakan kalau anak di rahimnya bukan anak Dad. Tapi Dad selalu yakin kalau kau anak Daddy ... sampai akhirnya sebelum kau lahir Dad mengajak Alexa untuk tes DNA. Dan hasilnya positif ... kau benar-benar anak Daddy."


"Daddy pikir setelah kau datang Dad akan mendapatkan Ibumu. Nyatanya Ibumu menjauhkan mu dari Daddy, Ibumu meminta Daddy untuk pergi hidupnya. Dan baru boleh bertemu denganmu kelak ketika usiamu dua puluh tahun."


"Tapi ketika kau dua puluh tahun, kau malah di ambil oleh Javier."


Sky tidak tahu harus berkata apa. Xander terlalu terobsesi dengan Alexa sampai melakukan hal itu.


"Lalu waktu Ibu meninggal bagaimana denganmu, Dad?" tanya Sky.


"Hancur. Hanya itu, Dad hampir membunuh Herry dan Elsa tapi karena kau masih berusia enam tahun Dad tidak mau banyak membebani mu dengan hubungan Daddy dan Ibumu."


"Sudah cukup Dad bersalah karena hadir di kehidupan Ibumu ..."


"Jadi, Dad membiarkanmu tinggal bersama Herry. Karena kau juga tidak bisa jauh dari Herry saat kau keci. Dad takut ketika kau tinggal bersama Dad, kau akan menderita karena jauh dari orang yang kau anggap Ayah kandungmu."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2