
"Thankyou, Dad ..." lirih Javier menatap pigura mendiang Ayahnya dengan mata berkaca-kaca.
Setelah Sky menceritakan masa kecilnya bersama Ataric, Javier sangat ingin sekali memeluk Ayahnya dan mengatakan kalau Langit sekarang menjadi istrinya, ia ingin berterimakasih secara langsung karena Ataric sudah menyelamatkan Sky. Kalau bukan karena Ataric mungkin Sky tidak akan selamat dan Javier tidak akan pernah bersama gadis itu.
"Dia bersamaku, Dad. Langit baik-baik saja sekarang. Aku sama sepertimu, tidak akan membiarkan siapapun menganggu dia," lirihnya lagi dengan tersenyum getir.
Javier menghela nafas berat. Lalu berbalik menghampiri istrinya di sofa. Mereka masih di sana, di ruangan favorit Javier dan Ataric.
Pria itu langsung memeluk istrinya. "Pilihanku tidak salah untuk tidak membiarkan mu datang ke mansion ini saat kau kecil sayang ... seandainya kau tinggal di sini, kau akan menjadi adikku dan kita tidak mungkin bisa menikah."
Sky tersenyum. "Aku juga tidak mau datang ke mansion orang yang menyebut namaku jelek."
"Kau bilang namaku jelek huhh ..."
Javier terkekeh. "Itu karena Dad bilang namamu Langit, bukan Sky. Walaupun artinya sama tapi nama Langit jelek."
"Heii!!" Sky mencubit perut Javier membuat pria itu semakin terkekeh.
"Aku sangat merindukan Paman," ucap Sky.
"Panggil dia Daddy ... dia mertuamu sayang," sahut Javier.
"Daddy ..." ucap Sky seraya melihat foto Ataric di dinding sana. Javier tersenyum mendengarnya.
Sky menoleh ke arah pigura di samping foto Ataric. Pigura itu masih di tutup kain putih.
"Itu foto siapa, By?" tunjuk Sky.
Javier mengikuti arah pandang istrinya lalu ia tersenyum. "Kemari."
Ia mengenggam tangan Sky mendekati pigura itu.
__ADS_1
"Kau ingin tahu siapa di balik kain putih ini?"
Sky mengangguk. Dan Javier langsung menarik kain putih itu.
Sky mengerutkan dahi nya lalu menoleh ke arah Javier karena pigura itu kosong, tidak ada foto siapapun di sana.
"Kenapa kosong?" tanya Sky.
Javier berjalan memeluk Sky dari belakang. "Itu untukku nanti, sayang. Setiap pemimpin yang mati akan di pajang di sana."
Sky langsung menoleh ke arah Javier. "A-apa maksudmu."
Javier tersenyum tipis lalu mengelus pipi Sky. "Aku juga akan mati, tidak tahu kapan tapi itu pasti terjadi, bukan. Kalau aku mati lebih dulu, maka kau yang akan memajang fotoku di sana. Kalau bukan kau, mungkin anak kita nanti yang akan memajangnya."
"Setiap keturunan De Willson harus ada seorang pria sebagai penerus. Seandai nya anak pertama ku perempuan aku akan membuat anak perempuan ku hidup normal seperti orang lain."
"Dan aku berharap anak laki-laki ku yang memajang foto kematian ku kelak, bukan kau sayang. Aku tidak mau melihatmu sedih ketika memajang fotoku di sana nanti."
Javier tersenyum. "Kita akan mewujudkan perkataanmu itu."
Ataric tidak sempat melihat Javier menikah dan Ataric juga tidak akan melihat cucu nya nanti. Sky sedikit takut mengingat Ataric meninggal karena di bunuh. Bagaimana jika Javier mengalami hal yang sama.
Tidak, ia yakin suaminya lebih hebat dari mertuanya. Ia yakin Javier tidak akan mudah di bunuh orang lain.
"Sudah ... tidak perlu membahas kematian. Sekarang kita mengunjungi Dad saja."
Javier menarik tangan Sky keluar dari ruangan itu. Ia membawa Sky ke pemakaman Ayahnya.
Sekarang mereka berada di depan makam Ataric. Menaburkan bunga dan air untuk mendiang Ataric De Willson.
"Dad, aku membawa Langitmu ke sini ... Kau ingat, kau sering memuji dia setiap saat," lirih Javier.
__ADS_1
"Jav, Dad punya Langit gembul yang sangat lucu."
"Dad sedang membuat ice cream untuk Langit. Dia si gembul yang suka ice cream."
"Jav, seandai nya kau punya adik kandung perempuan seperti Langit pasti akan menyenangkan."
"Dad baru bertemu dengan Langit. Dia menggemaskan."
Javier tersenyum kala ingatan Daddy nya yang selalu memuji Sky di hadapan nya muncul tiba-tiba.
Daddy nya ini begitu menyukai Sky sampai setiap bertemu dengan nya selalu menceritakan Sky terus-menerus.
Sky melihat suaminya berkaca-kaca. Ia mengelus pundak suaminya.
"Aku tahu kau merindukan Dad, By. Aku juga merasakan hal yang sama."
Sky menatap makam Ataric De Willson. Paman yang menjaga nya saat dia kecil dulu.
Ia ingat hari terakhir bertemu dengan Ataric. Hari itu Ataric berjanji akan membawakan kalung bulan sabit untuk Sky setelah Ataric memberikan kalung bintang untuknya. Sky menunggu di taman, tapi nyatanya Ataric tidak datang sama sekali.
Dan tak di sangka, Ataric tidak datang karena meninggal bukan karena melupakan janji kepada nya.
Dan lagi, kalung bulan sabit itu memang tidak di berikan Ataric tapi di berikan oleh Javier, suaminya. Seakan-akan Javier lah yang meneruskan semua janji Ataric untuk Sky.
Takdirnya begitu lucu. Mertua nya dulu menjaga Sky saat kecil dan ketika dewasa ia di jaga oleh Javier.
"Dad ... kau benar, bintang akan lebih cantik jika bersama bulan. Dan ternyata, bulan itu putramu sendiri ..." batin Sky.
Bersambung
__ADS_1