Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#55


__ADS_3

Suasana meja makan yang penuh dengan banyak orang masih terasa hening.


Thomas sedang makan Apel dengan santai, Philip sedang makan sandwich. Sekretaris Han sedang minum teh.


Dan yang lain hanya diam memandangi piring mereka. Thomas, Philip dan Sekretaris Han tidak perduli dengan rasa canggung terhadap Javier. Toh mereka duduk di meja makan sekarang, itu artinya mereka bebas makan apapun yang mereka mau.


Tapi untuk Pak Liam, Bibi Gail dan Athes and the geng, mereka sangat canggung duduk di meja makan yang biasa di pakai Javier ini.


"Kenapa diam? makanlah ...," ucap Sky.


"I-iya Nyonya ..." Mereka mengangguk kompak.


"Kalau tidak mau makan biar momo yang habiskan makanan kalian," ucap Pak Liam. Momo sedang sibuk makan di bawah meja.


"Kau duluan yang ambil makanan nya," bisik Aiden menyikut Jonathan di sampingnya.


"Tidak. Aku tidak berani ..."


"Athes kau duluan, kau yang paling tua!" Aiden kini menyikut Athes yang berada di samping kirinya.


"Kenapa aku? kau saja!!"


Nicholas, Samuel dan Sergio yang duduk berhadapan dengan Jonathan dan yang lain juga sedang sibuk saling menyikut.


"Tolong ambilkan aku sandwich yang itu," bisik Sergio kepada Samuel.


"Hei kau pikir aku berani?! Bagaimana satu suapan sandwich itu langsung mengirim ku ke akhirat!" jawab Samuel.


"Diamlah jangan banyak bicara!" pekik Nicholas.


Tanpa mereka sadari mereka berenam jadi bahan tatapan Javier, Sky dan yang lain. Javier dan yang lain bingung kenapa Athes and the geng saling berbisik seperti itu.


"Apa kalian pikir aku memberikan racun di makanan ini?!" ucap Javier.

__ADS_1


"T-tidak, Tuan," jawab Jonathan.


"Makanlah!"


Dengan perintah Javier akhirnya mereka langsung mengambil makanan apa saja yang tersedia di meja.


"Pak Liam, Bibi Gail, Makanlah ..."


"I-iya, Tuan."


Sky tersenyum melihat mereka semua. Ini kali pertama untuknya makan bersama seperti ini. Dulu ketika di rumah Herry, Sky hanya di tugaskan untuk memasak saja. Setelah memasak ia akan makan sendirian di dapur.


Suara sendok dan garpuh saling bertautan, meja makan ramai dengan mereka yang saling berebut makanan. Suara tawa dan canda memenuhi ruangan.


Diam-diam Javier tersenyum dengan tatapan haru melihat mereka. Kenapa dari dulu ia tidak berfikir untuk mengajak mereka makan bersama seperti ini. Kenapa Javier membiarkan kesepian masuk ke hidupnya, padahal ada ratusan orang di mansion.


Kenapa ia membiarkan meja makan yang panjang ini hanya boleh di duduki oleh dirinya sendiri. Semuanya terasa sepi sebelum Sky datang mengubah suasana mansion menjadi ramai seperti sekarang.


Javier mengalihkan pandangan ke arah Sky yang sedang makan. Ia memegang tangan Sky lalu berbisik di telinga nya.


"Terimakasih," ucapnya lalu tersenyum.


Sky hanya menaikkan satu alisnya bingung. Javier hanya ingin berterimakasih dengan keramaian dengan keseruan makan bersama seperti ini dan ini semua terjadi karena Sky Alexander.


Athes and the geng masih sibuk berebut makanan membuat yang lain tertawa. Jonathan diam-diam menaburkan garam ke sup yang sedang di makan Aiden. Aiden sedang lengah karena sedang berbicara dengan Athes di sampingnya dan ketika ia makan lagi sup nya.


Cuihhh


Ia memuntahkan sup itu membuat semua yang ada di meja tertawa. Aiden memukul kepala Jonathan dan Jonathan membalasnya. Terjadi lah keributan karena makanan dan itu membuat mereka tak henti tertawa.


Javier tidak tertawa keras seperti yang lain, ia hanya tersenyum melihat bergantian Sky dan yang lain, satu tangannya memegang tangan Sky. Tak henti-henti nya ia merasa bersyukur karena gadis itu masuk ke hidupnya membawa suasana yang baru.


"Aiden, kau tidak bisa makan pedas kan?" ucap Nicholas.

__ADS_1


"Kata siapa? aku bisa!"


"Jangan berbohong, kau kan anak buah mafia yang tidak bisa makan pedas," hardik Samuel.


"Hahaha tidak takut senapan tapi takut makan pedas!" Jonathan mengolok-ngolok Aiden.


"Kata siapa aku tidak bisa, aku bisa Jonathan!"


"Hahahaha bohong ..."


"Cobalah makan kalau begitu." Thomas kini ikut bersuara.


Sky berdiri mengambil ayam pedas dan mendekatkan nya ke arah Aiden.


"Coba makan ini."


Aiden menelan ludahnya susah payah, Ayam di depannya sangat merah. Berapa cabe yang di pakai sampe semerah itu.


"Makan ... makan ..." Mereka bertepuk tangan memberi semangat kepada Aiden.


"Makan ... makan ..."


"Huhhh ... tidak berani huh ..."


Mereka menyuraki Aiden dengan jempol ke bawah kala lelaki itu masih bergeming.


"Huhh anak mafia lemah cabe huhh ..."


Aiden mendengus kesal dengan teriakan itu. Ia mengambil paha ayam di depannya lalu melahapnya kasar. Yang lain pun sontak bertepuk tangan.


"Horrreee Aiden hebattt!!" Mereka tertawa setelahnya melihat muka Aiden yang merah menahan pedas.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2