
Javier berada di kantor sampai tengah malam, panggilan masuk beberapa kali dari Sky tapi Javier enggan mengangkat nya.
Sekretaris Han masuk selepas membereskan pekerjaan. Pekerjaan nya bertambah karena Javier mengobrak-ngabrik berkas penting hari ini.
Javier menatap keluar jendela, melihat gedung-gedung tinggi dan juga pemandangan jalanan di malam hari.
Sekretaris Han berdiri di samping Javier. Keduanya hening, tidak membahas rencana pembunuhan untuk Xander karena pasalnya pria itu Ayah kandung Sky bagaimana bisa mereka membunuhnya.
DOR
"Dadddd!!!" teriak Javier histeris melihat Ayahnya di tembak oleh Baba Yaga.
Baba Yaga yang dia anggap seperti Ayah kandungnya juga, menembak Ataric di depan matanya kala usianya enam belas tahun.
Ia memangku kepala Ayahnya seraya menangis histeris.
"J-jangan lemah J-Javier ..." itu adalah kalimat terakhir yang Ataric katakan sebelum menghembuskan nafas terakhir di pangkuan nya.
Baba Yaga melempar pistol ke hadapan Javier lalu pergi begitu saja.
"BABA YAGGAAAA!!" teriak Javier tidak terima.
Kenangan itu menjadi luka dan dendam terbesar di hidup Javier. Ia tidak pernah mau menjadi pemimpin Yakuza, karena kejadian itu ia terpaksa belajar bela diri, terpaksa belajar memimpin Yakuza hanya untuk membalaskan dendam nya terhada Baba Yaga alias Xander yang menjadi Ayah kandung istrinya.
Javier menghela nafas berat seraya memejamkan mata. Terlalu sakit mengingat kejadian itu.
Dan rasa sakit itu bertambah mengingat garis keturunan istrinya.
Ia keluar dari kantor meninggalkan Sekretaris Han.
Javier kembali ke mansion pukul satu malam, ia menaiki anak tangga, menoleh sebentar ke pintu kamar nya lalu memilih berjalan ke ruang kerja saja.
Ketika ia membuka pintu ia terlonjak kala melihat Sky duduk di meja kerja nya.
"By ..." panggil Sky. "Kenapa baru pulang?"
Gadis itu menghampiri Javier dan memeluk suaminya. Javier hanya bergeming tidak membalas pelukan Sky.
Seandainya Javier tidak melihat langsung bagaimana Xander menembak Ayahnya mungkin ia akan berfikir kalau ini salah paham tapi nyata nya Xander menembak Ataric di depan mata nya.
__ADS_1
Sky mendongak. "By ... aku menunggumu untuk menunjukan sesuatu."
"Kau mau lihat tidak?" tanya nya dengan tersenyum.
Javier hanya mengangguk pelan. Sky terlihat begitu senang, ia menggenggam tangan suaminya dan membawa nya ke sofa yang lebih panjang.
Sky berjalan ke meja kerja dan mengambil kotak berwarna hitam di sana. Kotak hitam dengan di hiasi pita pink di atasnya.
Ia duduk di samping Javier lalu membuka kotak itu.
"Lihat ..." Sky mengeluarkan kotak musik dari dalam sana.
Kotak musik itu bersuara ketika di buka dengan patung perempuan kecil sedang menari ballet di sana.
"Bagus kan?"
"Iya," sahut Javier.
Sky menatap kotak musik itu dengan tersenyum senang.
"Ini dari uncle. Uncle bilang mulai sekarang aku harus memanggilnya Baba Yaga." Javier membulatkan matanya mendengar nama Baba Yaga.
Sky tahu Javier pasti suka mendengarkan ceritanya mengingat suaminya dulu meminta dirinya bercerita banyak hal tentang Sky.
Dan Sky sangat senang karena uncle yang selalu bermain dengan nya ketika kecil sudah kembali. Gadis itu tidak tahu siapa nama uncle yang selalu bermain dengan nya, ia hanya memanggilnya uncle atas suruhan Alexa.
Javier mengepalkan tangan nya diam-diam. Xander sengaja meminta Sky memanggilnya Baba Yaga pasti untuk mengingatkan Javier akan pria paruh baya itu.
"Aku dan Baba Yaga ..."
"Stop!!"
Sky mengerutkan dahi nya. "Kenapa?"
"Aku tidak ingin mendengarnya!!" Pria itu beranjak keluar dari ruang kerja dan menutup pintu dengan keras membuat Sky terlonjak.
Sky menatap pintu yang tertutup rapat itu, ia merasa bingung kenapa Javier tiba-tiba berubah. Bahkan telpon darinya tidak di angkat, bicaranya irit sekali dan sikapnya sangat dingin.
Gadis itu pun ikut keluar dan menyusul Javier. Ia sedikit mempercepat langkahnya.
__ADS_1
"By ..."
"By mau kemana?" teriak Sky yang berlari menyusul Javier.
Pria itu berjalan ke luar mansion dengan wajah marah. Ia masuk ke mobil dan melajukan mobil dengan cepat membuat Sky berteriak keras memanggil Javier tapi mobilnya tidak berhenti sama sekali.
Javier menatap istrinya dari spion mobil, gadis itu duduk bersimpuh seraya terus memanggil Javier dan Sky terlihat menangis.
"Byyyy ..."
"Bbbyyy ..."
"Byy berhenti ..."
"HUBBYYY ..."
Javier mengusap wajahnya kasar dengan mata berkaca-kaca. Ia menghela nafas berat, sangat berat. Seakan dada nya di tikam sesuatu yang begitu besar yang membuatnya sulit bernafas.
Tak pernah terpikirkan oleh nya akan meninggalkan Sky sampai gadis itu menangis bersimpuh di halaman mansion.
"Maafkan aku ..." lirihnya.
Tak terasa cairan bening pun keluar dari sudut mata Javier. Pria itu menghapusnya dan kembali menghela nafas berusaha menenangkan dirinya sendiri. Tapi sulit, sangat sulit menenangkan rasa sakit kali ini.
"BABA YAGGAAAA!!"
Teriakan nya saat remaja seakan kembali berputar di pikiran nya. Teriakan Javier untuk Baba Yaga yang malah pergi tanpa penjelasan apapun setelah menembak Ataric.
Ia mengamuk di dalam mobil memukul-mukul stir mobil di depan nya dengan frustasi.
Sementara itu Xander memperhatikan putrinya yang menangis di halaman mansion. Ia bersembunyi di balik pohon di jalanan.
Sama seperti Javier, ia juga sangat sakit melihat putri semata wayangnya menangis seperti itu.
"Jangan menangis, putriku ... maafkan Daddy," lirihnya.
Bersambung
Xander itu bukan pemimpin mudork yaa manteman❤ Pemimpin mudork itu Sandic. Bukan Xander.
__ADS_1
Xander juga musuhan sama Sandic. Jangan salah lagi oke❤