Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#112


__ADS_3

Javier duduk lesehan di lantai dengan menyenderkan punggung nya di lemari dan Sky tiduran di pahanya. Sebenarnya ada sofa di sana tapi Sky tidak mau duduk di sofa itu dengan alasan duduk di bawah lebih romantis.


Javier membelai lembut rambut istrinya sementara Sky menengadah menatap suaminya.


"Maaf ... aku mungkin berfikir kalau Ayahmu yang menyuruh seseorang untuk membunuh Ibuku hari itu. Padahal belum ada bukti yang jelas."


"Tak apa, sayang. Kau sangat wajah berfikir seperti itu. Tidak mudah hidup dengan trauma mu sendirian," sahut Javier dengan tangan yang tak henti membelai rambut istrinya.


"Memang semua yang bekerja denganmu pasti memiliki tatto itu?" tanya Sky.


Javier mengangguk. "Iya sayang ... tatto itu sebagai tanda pengenal kalau mereka bagian dari Yakuza juga, walaupun hanya bekerja di dapur sekalipun."


"Apa Bibi Gail mempunyai tatto yang sama?" tanya Sky.


"Iya," sahut Javier. "Tapi sepertinya bukan tatto sayap burung garuda lagi."


"Lalu apa?" tanya Sky.


"Sayap burung pipit sepertinya sayang ... karena Bibi Gail sudah tua, kulitnya sudah keriput dan sayap burung garuda nya pasti mengkerut menjadi sayap burung pipit."


"Hahahaha."


Sky tertawa dan itu membuat Javier tersenyum. Ia selalu suka melihat mata istrinya yang menyipit karena tawa nya itu.


"Kapan terakhirmu datang ke sini, By?" tanya Sky.


"Di usiaku yang ke tujuh belas tahun. Itu terakhir kalinya aku datang ke tempat ini, aku diam di sini selama tiga hari sampai Pak Liam menyuruh para penjaga mencari ku sampai ke sudut kota sekalipun. Dan Han juga merahasian keberadaanku dari siapapun."


"Kenapa mengurung diri di sini?" tanya Sky lagi.


"Aku merindukan Ayahku sayang ... ini tempat favorit kami. Sampai akhirnya aku menutup diri untuk tidak datang ke tempat ini lagi agar bisa menerima kenyataan kalau Dad sudah tidak ada."

__ADS_1


"Lalu Ibumu?" tanya Sky.


"Tidak tahu dimana ... Hari dimana Dad meninggal, Mom tidak ada di mansion dan tidak juga datang di pemakaman Dad. Tidak tahu dia dimana sekarang dan tidak tahu juga masih hidup atau tidak."


Pletak.


"Akkh!!" Sky mengusap keningnya yang di sentil Javier.


"Jangan menatapku seperti itu, kau pasti berfikir hidupku menyedihkan, bukan."


Javier tidak suka melihat istrinya memandangnya dengan tatapan sendu seperti itu.


Sky mengangguk. "Iya, hidupmu menyedihkan. Sama denganku."


"Tak apa sayang ... semua orang bahagia setelah berhasil melewati luka."


"Kita sudah sama-sama melewatinya bukan?" tanya Javier yang mendapat anggukan kepala dari Sky.


"Hari itu Zivania datang ke mansion, kau berbicara apa dengan nya?" tanya Sky.


"Aku hanya meminta nya melupakanku."


"Pasti dia tidak mau," pekik Sky.


"Biarkan saja sayang."


"Bagaimana dengan Ibumu? Kau punya tempat favorit juga?" tanya Javier yang mengalihkan pembahasan tentang Zivania.


Sky mengangguk. "Belakang rumah kami hanya halaman kosong biasa. Tapi itu tempat aku dan Ibu menghabiskan waktu bersama. Ibu membuat cake di sana, terkadang membuat ice cream juga."


"Apa si laknat Herry memang selalu kasar denganmu sedari kecil?" tanya Javier.

__ADS_1


"Tidak, terkadang Papah baik. Kami menghabiskan waktu menonton tv bersama saat aku kecil, tapi terkadang sikapnya juga berubah tanpa alasan. Aku tidak mengerti kenapa ... apalagi setelah kematian Ibu, Papah tidak pernah baik lagi."


"Lalu Ibu tirimu?"


"Mama Elsa memang tidak menyukaiku dari kecil."


"Si nenek sihir dan si laknat Herry memang menyebalkan!!"


"Hey ... bersikap sopanlah terhadap mertuamu."


"Mertua darimana ... bahkan kalau kau mengizinkan ku membunuhnya aku akan ---- Arrghh!!"


Sky langsung mencubit pinggang Javier, ia tahu apa yang akan di katakan Javier.


"Sakit sayang ..." rengek Javier. Padahal tidak sakit sama sekali, ia sedang pura-pura saja.


"Sayang ... kau tahu, aku merasa aneh denganmu. Kenapa kau tidak keberatan mempunyai suami sepertiku, kau melihatku membunuh di hotel hari itu, kau tahu siapa Yakuza sebenarnya. Tapi reaksimu tidak seperti manusia normal yang seharusnya ketakutan dan menjauh."


"Jadi kau ingin aku menjauh?"


"Hei ... tidak seperti itu. Cobalah saja menjauh, aku akan menculikmu dan mengurungmu seperti Rapunzel di mansion ini."


Sky terkekeh mendengar nya. "Aku tidak pernah pacaran, aku tidak tahu bagaimana caranya menilai lelaki yang baik dan yang tidak. Karena kau lelaki pertama untukku, maka aku akan menganggap kau yang terbaik," ucap Sky.


Javier tersenyum. Ia meminta Sky untuk bangun lalu mengajak istrinya itu ke sofa.


Sky menurut dan ia duduk di sofa. Javier masih berdiri, tapi seketika Sky melebarkan mata kala melihat suaminya membuka kancing baju.


"Heii ... kau mau apa?" Sky mengulurkan tangan nya.


Javier tersenyum miring lalu dengan cepat mencium Sky dan berakhir dengan menerkam istri nya di ruangan itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2