
"Papah engga jemput aku?" tanya Sky kepada Ataric.
"Ayahmu sedang sibuk. Dia memintaku menjagamu beberapa hari," sahut Ataric. Yang sudah pasti Ataric berbohong soal itu.
"Ikut pulang ke rumah paman dulu saja, oke."
"Aku pulang ke rumahku aja, Paman." Sahut Sky kecil.
"Tidak, di rumah mu tidak ada siapa-siapa. Ikut ke rumah Paman saja."
"Ibu?"
Ataric menghela nafas, ah lagi-lagi gadis kecil ini mengingat Ibunya apa yang harus ia lakukan. Setiap mengingat Ibunya Sky selalu menangis atau cemberut.
"Mau ke rumah Ibu yang baru Paman," ucap Sky.
Yang di maksud Sky adalah kuburan Ibunya. Alexa pernah berkata kalau seseorang meninggal itu bukan di kuburkan, tapi pindah ke rumah yang baru.
Ataric mengangguk pelan. "Paman akan membawamu ke sana nanti oke."
Sky pun mengangguk. Ataric mengelus lembut kepala Sky.
"Kemari."
Ia menggendong tubuh Sky kecil dari depan. Mencubit gemas pipi gembul Sky kecil seraya tersenyum.
Ia membawa Sky keluar dari Rumah Sakit, mendudukan nya di mobil. Ataric lalu menelpon anak semata wayangnya, Javier. Sementara itu, Sky sibuk dengan boneka di tangan nya.
"Ada apa, Dad?" tanya Javier.
"Dad akan membawa Langit ke mansion. Dia akan menjadi adikmu. Kau harus menganggapnya seperti adik kandungmu sendiri oke."
"Tidak!" jawab Javier cepat.
"Sudah cukup Han dan Alin di sini. Jangan membawa yang lain, mansion ini bukan tempat penitipan anak!!" lanjut Javier.
__ADS_1
Ataric menghela nafas. "Kau ini ..."
"Lagi pula Mom tidak akan setuju," jawab Javier lagi.
"Ibumu jarang sekali ada di mansion jadi tidak ada urusan dengan nya," sahut Ataric.
"Tetap saja aku tidak mau, Dad."
Panggilan pun di matikan oleh Javier. Ataric mendengus, apa-apaan anak ini.
"Langit ..." Panggil Ataric menoleh ke arah Sky.
"Ya, Paman?"
"Kau lapar?" tanya Ataric yang di jawab anggukan kepala dari Sky.
Ataric tersenyum mengacak-ngacak rambut Sky dengan gemas. Tak apa Javier tidak setuju Sky kecil di bawa ke mansion utama, Ataric akan membawa nya ke mansion kedua.
Ia pun melajukan mobil membawa Sky ke mansion nya. Di perjalanan Ataric terus menoleh ke samping, melihat Sky yang masih sibuk bermain dengan dua boneka yang ia belikan.
"Apa punggung mu masih sakit?" tanya Ataric.
"Sakit sedikit Paman," sahut Sky.
"Baiklah, tak apa. Nanti kau akan sembuh kalau rajin minum obat ... sekarang duduk di sini."
Ataric mendudukkan Sky di meja yang ada di dapur.
"Aku akan membuat kan mu nasi goreng yang lezat."
"Aku mau membantu Paman."
"Tidak perlu, kau duduk saja."
"Paman ... aku mau bantu," rengek Sky.
__ADS_1
Akhirnya Ataric menghela nafas pasrah. Tadinya ia tidak mau Sky kecapean, tapi melihat nya merengek seperti itu ia tidak tega.
Sky pun membantu Ataric membuat nasi goreng. Ataric dengan sabar mengajari Sky resep andalan nya, ia sudah mengatakan kepada Sky untuk tidak memberitahu resep ini ke orang lain.
Setelah selesai Ataric makan berdua di meja makan. Mereka tertawa dan bercanda satu sama lain.
"Paman aku ngantuk." Sky menguap membuat Ataric terkekeh.
"Kau baru makan sudah ngantuk saja."
Tanpa basa-basi lagi Ataric menggendong tubuh Sky kecil ke kamar. Sebelumnya ia mencubit gemas pipi Sky Alexander lagi.
Ataric membawa nya ke kamar, menidurkan Sky di salah satu kamar yang berada di mansion. Ia mengambil buku cerita di nakas.
"Tidurlah, Paman akan membacakan cerita untukmu," ucap Ataric.
Malam itupun terlewati dengan Ataric yang membacakan cerita untuk Sky.
Setelah beberapa menit akhirnya Sky kecil pun tertidur.
Ataric tersenyum. "Aku berjanji akan menjagamh Langit. Tidak perlu takut, tidak akan ada yang menyakitimu."
Sebelum keluar Ataric menoel gemas pipi Sky dan menyelimuti gadis itu.
Sebelum Javier suka menggendong Sky, Ataric lebih dulu sering menggendong Sky Alexander saat kecil. Sebelum Javier menjadikan pipi gembul Sky mainan tangan nya untuk di cubit, Ataric yang lebih dulu sering memainkan pipi gembul Sky saat kecil.
Ataric yang menggendong Sky dan membawanya ke kamar mandi ketika Sky kecil ingin buang air, Ataric yang menggendong Sky kecil ketika menangis mengingat Ibunya, Ataric yang membawa Sky ke rooftop Rumah Sakit untuk melihat pemandangan di luar hanya untuk menghibur Sky.
Ataric juga yang selalu merapikan rambut Sky. Semua yang Ataric lakukan kini di gantikan oleh Javier.
Javier suka menggendong istrinya, suka memainkan pipi Sky, suka merapikan sampai mencatok rambut Sky.
Janji Ataric untuk selalu menjaga Sky pupus seketika karena dirinya harus mati di tangan seseorang. Tak apa, sekarang Javier lah yang menggantikan janji Ayahnya.
Bersambung
__ADS_1