Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#54


__ADS_3

Pukul dua malam Javier kembali ke kamar dengan memegang segelas air. Ia melihat Sky masih tertidur.


Javier menghela nafas lalu melihat gelas di tangannya. lalu.


PRANG


Ia melempar gelas itu ke dinding hingga pecah membuat Sky bangun seketika. Javier yang melihat Sky bangun langsung mematikan lampu kamar nya. Lampu tidur pun tidak menyala, semuanya gelap. Tiba-tiba Sky berteriak histeris.


"Pergi!! Pergi!! Jangan mendekat!! Jangan bunuh aku ... JANGAN!!"


Javier segera menyalakan kembali lampu dan berlari memeluk istrinya.


"Sky ..."


Sky memeluk Javier dengan gemetar.


"Kenapa? siapa yang membunuhmu?"


Sky bergeming, ia hanya menggeleng pelan dengan tubuh yang masih gemetar ketakutan. Sedetik kemudian air mata lolos begitu saja.


Sengaja Javier mematikan lampu di kamarnya, ia penasaran apa istrinya benar-benar mempunyai trauma seperti yang dikatakan Dokter Richard.


Suasana hening, Javier hanya diam seraya menepuk-nepuk punggung Sky berusaha menenangkan.


"Sebenarnya kau kenapa?" Kini Javier mulai berani bertanya.


Sky melepaskan pelukan dari Javier. "Saat itu ... umurku enam tahun dan seorang perempuan mengejar ku. Aku tidak tahu dia siapa tapi dia ingin sekali membunuhku ..."


Javier masih setia mendengarkan dengan mengelus lembut rambut istrinya.


"Aku lari ke ruangan kosong yang ada di hutan. Aku pikir, aku aman kalau masuk kesana. Ternyata perempuan itu ikut masuk dengan membawa pisau di tangannya. Saat itu tengah malam dan hujan lebat. Aku tidak bisa melihat apapun, aku tidak tahu dia siapa sampai akhirnya di menusuk punggungku ... Aku hanya melihat rambut panjang nya saja."


"Berapa umurmu saat itu?"


"Enam tahun."


"Ada hal lain yang kau lihat selain rambutnya?"


"Aku lihat tatto berbentuk sa-"


Drrrttt


Ponsel Javier berbunyi.

__ADS_1


"Sebentar." Javier sedikit menjauh dari Sky.


Ia mengangkat telpon dari Thomas tak lama kemudian ia kembali mendekati Sky.


"Kau istirahat lagi, ya. Thomas memanggilku. Jangan takut, akan aku pastikan kau tidak akan ada di ruangan gelap lagi." Javier mencium kening Sky sebelum keluar dari kamarnya.


...💥💥💥...


Keesokan paginya, Sky keluar dari kamar mandi. Malam setelah Javier keluar dari kamar pria itu tidak kembali lagi sampai pagi. Entah kemana Javier pergi.


Setelah memakai baju, Sky keluar dari kamar. Ia mengedarkan pandangan nya. Semua pintu dan jendela di Mansion di tutup.


"Ada apa ini?" gumam Sky.


Sky turun ke bawah, di lantai bawah juga sama. Semua pintu dan jendela di tutup.


"Selamat pagi, Nyonya," sapa Pak Liam membungkukan badan.


"Pagi, Pak Liam."


"Kenapa semua pintu dan jendela di tutup, Pak Liam? Bukankah ini sudah pagi?"


"Eumm ... anu Nyonya-"


"Selamat pagi." Javier datang dari pintu depan.


"Dari mana?" tanya Sky.


"Aku dari kantor."


"Ini masih pagi dan kau baru pulang dari kantor ... Memangnya berangkat jam berapa?"


"Aku pergi jam empat pagi tadi. Beberapa hari ini aku akan terus berada di rumah, aku hanya datang untuk membereskan beberapa masalah yang penting saja di kantor, sisa nya Sekretaris Han yang mengurus."


Sky memandang bingung Pak Liam dan Javier.


"Kenapa pintu dan-"


"Di luar sangat panas, Sky. Jadi aku menutup semua pintu dan jendela," potong Javier. Javier berbohong, ia hanya takut ada serangan dadakan lagi jadi ia menutup semua pintu dan jendela.


Panas dari mana. Ini masih pagi.


"Kau sudah sarapan?" Sky menggeleng.

__ADS_1


Tak lama kemudian dari Thomas keluar dari kamar lain yang berada di lantai bawah.


"Thomas ..."


"Hai, Sky ..." sapa Thomas.


Philip pun ikut keluar dengan Momo di gendongan nya.


"Philip ..."


"Hai, Sky," ucap Philip.


"Hai, Mommy." Philip menggantikan suara Momo di gendongan nya dengan melambaikan kaki depan Momo kepada Sky.


Sky tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Momo.


"Hai Momo ..."


"Apa sekretaris Han masih di Kantor?" tanya Sky.


"Aku disini, Nyonya." Sekretaris Han baru saja masuk dari pintu depan.


"Waahhh ... banyak orang pagi ini. Bagaimana kita sarapan bersama?"


"Tidak," jawab Javier cepat.


"Kenapa?"


"Aku hanya ingin sarapan berdua saja. Mereka akan sarapan setelah kita," hardik Javier.


Sky menekuk wajahnya. "Aku tidak mau ... Aku ingin sarapan bersama. Bahkan aku ingin mengajak Athes dan yang lain. Oh iya, Bibi Gail juga di ajak." Sky menoleh ke arah Pak Liam.


Javier menghela nafas lalu menggelengkan kepala.


Sky menekuk wajahnya lagi seraya memegang tangan Javier.


"Pleaseee ..." Ia menggoyang-goyangkan lengan Javier dengan manja. Dan itu membuat Javier akhirnya luluh.


Wajah Sky berbinar seketika. "Pak Liam tolong panggilkan Athes dan yang lain, Bibi Gail juga, ya." ucap Sky penuh semangat kepada Pak Liam.


"Baik, Nyonya." Pak Liam tersenyum lalu pergi untuk memanggil mereka.


"Ayo ... ayo ... kita sarapan." Ajak Sky kepada Sekretaris Han, Thomas, Philip dan Momo.

__ADS_1


Mereka duduk di meja makan panjang yang sudah di isi banyak menu pagi ini.


Bersambung


__ADS_2