
Javier baru saja sampai ke dapur tapi tiba-tiba.
PRANG
Sebuah anak panah melesat masuk ke dalam mansion melewati balkon dengan pintu yang terbuka. Anak panah itu berhasil menghancurkan guci hiasan di meja. Semua orang begitu kaget.
Pak Liam yang berada di bawah segera naik ke atas, Athes dan yang lain berlari ke arah balkon. Sekretaris Han menelpon penjaga di luar untuk memeriksa siapa yang berani mengirim anak panah ke kediaman De Willson.
Javier mengambil anak panah itu. Anak panah yang ukuran nya cukup besar dengan burung mati di ikat disana. Ada kertas putih yang di gulung dan diikat di anak panah itu.
Javier segera membuka gulungan kertas itu. Sekretaris Han menghampiri Javier dan berjongkok untuk melihat isi kertas itu.
Keduanya membulatkan mata kala melihat foto Sky yang di lumuri darah, sepertinya darah itu berasal dari burung mati itu.
Hallo Mr De Willson ... Apa kabarmu? Aku mengirim surat ini untuk berkenalan dengan istrimu itu. Oh iya siapa namanya ... Sky bukan? nama yang bagus ya. Sky artinya langit, aku juga sedang memandang langit sekarang Mr De Willson. Menurutmu haruskah aku mengirim Sky mu itu ke atas sana? Langit seharusnya ada di atas bukan?
Javier meremas kertas itu dengan geram. Dia bilang langit seharusnya ada di atas, itu artinya dia benar-benar mengincar Sky untuk membunuhnya.
"Urusi saja istrimu, Tuan. Biar aku dan yang lain yang mengurus ini."
Javier membawa semangkuk bubur ke kamar, ia berusaha tenang di hadapan istrinya. Sky sudah duduk di ranjang.
"Javier aku tadi mendengar ..."
"Jonathan memecahkan guci ku, Sky." Kata Javier dengan sedikit menekuk wajahnya agar Sky percaya.
"Padahal itu mahal," lanjutnya.
"Benarkah? lalu ... kau menghukumnya?"
Javier menggeleng. "Tidak. Aku tau kau kelaparan disini jadi aku tidak memperdulikan guci mahal ku itu."
Sky terkekeh melihat wajah cemberut Javier.
__ADS_1
"Aaaa ..." Javier menyuapi Sky.
Ia hanya melihat gadis itu mengunyah bubur dengan tatapan tak biasa. Sky menyadari hal itu, tatapan Javier yang berbeda dari biasanya.
Javier seakan menatapnya dengan rasa takut dan cemas.
"Kau baik-baik saja?" tanya Sky.
Javier mengangguk dengan senyuman tipis lalu mengelus pipi Sky.
"Mulai sekarang aku akan mengurung mu di mansion."
Sky membulatkan mata. "Kau pikir aku burung!" ucapnya dengan wajah cemberut.
Javier tersenyum. "Kau serangga ku. Aku takut serangga polos ku ini mati kalau keluar dari mansion."
Kalimat yang di ungkapkan Javier barusan adalah ketakutan yang sebenarnya. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya kepada gadis itu, yang jelas Javier akan berusaha memperketat penjagaan mansion nya.
"Aku serangga yang kuat ..." sahut Sky.
Burung yang dimaksud Javier adalah kelompok mafia Mudork yang sedang mengincar Sky.
"Kau juga serangga tapi bisa keluar."
"Aku serangga yang bisa berubah jadi macan."
Keduanya terkekeh dengan pembahasan konyol mereka tentang serangga. Javier maupun Sky mulai menyukai pembahasan yang tidak penting seperti ini.
Javier menyimpan bubur di meja, ia mendekati Sky dan berakhir dengan memeluk gadis itu.
"Aku mencintaimu ..." seru Javier tepat di telinga Sky.
Kalimat itu membuat jantung Sky seakan berhenti sesaat.
__ADS_1
"Sky..." Kini Javier menatap wajah istrinya.
"I-iya?" Entahlah, tatapan Javier membuat Sky tiba-tiba gugup.
"Aku mencintaimu ... apa kalimat ku hanya candaan di telingamu?" tanya Javier.
"A-aku ..."
Javier tersenyum. "Kenapa gugup hm?" ia memainkan pipi kanan Sky.
"Aku akan menunggu, Sky ... sampai serangga polosku ini mencintaiku." Javier memainkan gemas pipi gembul Sky.
DOR
Sky terlonjak kaget mendengar suara tembakan di dekat mansion. Javier segera memeluk tubuh istrinya itu.
"Ada apa? kenapa ada tembakan?" tanya Sky panik.
"Sekretaris Han sedang menghukum Jonathan karena memecahkan guci ku." Dalam pelukan Sky, Javier memejamkan mata dengan tangan diam-diam mengepal. Ada apa ini sebenarnya.
Sky mendorong tubuh Javier. "Kau bilang tidak menghukum Jonathan!" Sky menekuk Wajahnya.
"Memang tidak ... sekretaris Han yang menghukum. Tenang saja ... besok kau bisa melihat bocah itu lagi di mansion."
"Lebih baik sekarang istirahat." Sky mengangguk.
Javier membantu istrinya tidur. Ia tidak bisa keluar sebelum Sky tidur karena takut gadis itu malah ikut keluar. Alhasil Javier hanya duduk di samping seraya mengelus-ngelus tangan istrinya.
Sesekali ia melihat ke arah jendela, ia ingin tahu perkembangan mereka yang sedang mencari seseorang yang mengirim anak panah itu ke mansion.
"Javier aku tidak bisa tidur ..."
Javier mengitari ranjang dan masuk ke dalam selimut berdua dengan Sky di sampingnya.
__ADS_1
Ia memeluk tubuh istrinya itu dari belakang dengan masih mengelus-ngelus punggung tangan Sky. Ia harus cepat-cepat membuat Sky tidur agar bisa keluar dari kamar.
Bersambung...