
"LEPASKAN AKU!! KELUARKAN AKU DARI SINI!!"
Hanna terus berteriak seraya menggedor-gedor jendela ketika Javier dan Sky keluar dari ruangan itu.
"KENAPA HANYA AKU YANG DI KURUNG. KENAPA KALIAN MEMBIARKAN ELSA HIDUP TENANG SIAL*N!!"
Javier membawa Sky ke mobil. Di sepanjang jalan Sky hanya bisa menangis, tak menyangka Ibu tiri nya tega melakukan hal seperti itu.
Yang ia tahu Herry berselingkuh dengan Elsa ketika Ayahnya itu masih menjadi suami Alexa, Ibunya.
Tapi ia tidak terpikir jika Elsa berani melakukan hal sekejam itu.
Javier melajukan mobil hendak pergi ke rumah Herry, tentu saja untuk menangkap Elsa.
Ia sesekali menoleh istrinya yang menangis tersedu-sedu di sampingnya. Javier menghela nafas, melihat Sky menangis seperti itu membuatnya sakit juga.
Ia menghentikan mobilnya di persimpangan jalan. Meraih tubuh Sky dan memeluknya berusaha memberikan ketenangan kepada istrinya itu.
Sky memeluk Javier dengan erat, seraya terus menangis dan menangis. Javier mengelus lembut punggung istrinya.
Sakit, hanya itu yang Sky rasakan. Gadis itu tidaklah mampu mengatakan apapun lagi di depan suaminya. Tangisan menghalangi suara nya sendiri, tangisnya begitu pecah.
"Kita akan menghukum dia, sayang ..."
"Bersabarlah hmm ..."
Sky mengangguk, Javier menghapus air mata istrinya.
Ia mencium sebentar kening Sky. Sementara itu terdengar suara klakson mobil dari belakang. Mungkin Sekretaris Han dan yang lain heran mengapa mobil Javier berhenti.
"Aku tidak menyangka si Elsa bisa sejahat itu," ucap Thomas.
"Itu karena cinta," jawab Philip.
"Iya, dia pasti tergila-gila dengan si tua Herry sampai membunuh orang tua Sky," sahut Sekretaris Han.
Mereka pun kembali melajukan mobilnya. Setelah hampir satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah Herry.
Javier turun bersama Sky dan segera mengetuk pintu.
"Siapa itu?" tanya Elsa.
"Coba kamu buka, Ali," suruh Elsa kepada Aliandra.
Aliandra pun membuka pintu.
"Kakak ..."
Javier langsung masuk begitu saja dengan menggenggam tangan Sky. Aliandra terlihat bingung pasalnya ia melihat Sky menangis.
__ADS_1
Sekretaris Han, Philip dan Thomas pun masuk melengos begitu saja tanpa permisi mengacuhkan keberadaan Aliandra di depan pintu.
"Elsa!!" teriak Javier.
"ELSA!!"
Elsa dan yang lain pun terlonjak kaget, mereka segera beranjak dari meja makan dan menghampiri Javier.
"Hei ada apa ini? masuk tidak ada sopan santun," ujar Elsa.
Javier, Sekretaris Han, Thomas dan Philip menatap tajam ke arah Elsa.
Elsa yang bingung menoleh ke arah Herry.
"Ada apa ini?" tanya Herry.
Javier duduk di sofa bersama Sky. Yang lain pun ikut duduk.
Elsa dan Herry semakin bingung dan akhirnya mereka juga ikut duduk berhadapan dengan mereka.
"Kenapa kalian datang ke sini? aku tidak mau berurusan denganmu lagi, Tuan Javier," ucap Herry.
Herry menarik ujung bibirnya tersenyum. "Urusanku memang bukan denganmu," sahut Javier.
"Tapi dengan dia," lanjutnya seraya menoleh ke arah Elsa.
Sky masih bergeming tak mampu mengatakan apapun lagi.
"Siapa yang membunuh Ibu dari istriku?" tanya Javier.
"Maaf Tuan Javier tapi mengapa anda datang dan tiba-tiba menanyakan hal itu. Alexa meninggal karena kecelakaan." Herry mencoba menjelaskan.
Javier mengacuhkan ucapan Herry, ia fokus menatap Elsa dengan tatapan menyelidik. Javier tersenyum kala melihat Elsa terlihat gelapan, orang jika tidak bersalah akan bersikap tenang, bukan.
"Apa kau mengenal Hanna?" tanya Javier kemudian.
"Ha-Hanna ..."
"Aku dan istriku baru saja bertemu dengan nya."
Elsa melebarkan matanya mendengar hal itu. Tapi ia berusaha tetap tenang.
"Tidak, aku tidak mengenalnya."
"Benarkah?"
"Tapi sepertinya dia mengenalmu," lanjut Javier.
"Aku tidak tahu, intinya aku tidak mengenal dia," jawab Elsa.
__ADS_1
"Bagaimana dengan ini."
Javier menyimpan satu foto Ataric di meja. Hanna bilang kalau Ataric datang menemui Elsa setelah menyekapnya di RSJ.
Elsa hening sesaat. "A-aku ..."
"Dia Ayahku," jawab Javier memotong pembicaraan Elsa.
Elsa menatap Javier tak percaya. Ia tak mampu mengatakan apapun lagi. "K-kau ..."
"Ya, Aku anaknya."
Herry yang bingung hanya menoleh mereka satu sama lain. Sementara itu Aleza dan Aliandra sedang mengintip pembicaraan mereka diam-diam.
"Katakan apa yang sebenarnya terjadi!!" pinta Javier dengan nada mengancam.
"Aku tidak mengerti, kau ini berbicara apa."
Javier menghela nafas dengan terpaksa ia menodongkan pistol ke arah Elsa.
Herry, Aleza, Aliandra dan Sky terbelalak melihat itu.
"By ..." Sky memegang tangan Javier meminta nya untuk menurunkan pistol itu.
"Katakan!!"
Elsa terlihat gugup dan takut. Wajahnya terlihat panik, apalagi mata Javier menatapnya begitu tajam.
"KATAKAN ATAU AKU ..."
PRANGG
Javier menembak jendela dengan tatapan tidak beralih dari wajah Elsa.
Aleza dan Elsa berteriak. Sky terlonjak kaget tapi ia tahu itu hanya ancaman, Javier tidak mungkin menembak perempuan.
Elsa mengatur nafas nya dengan tangan menutup kedua telinga nya.
"Maaf Tuan ... tapi lebih baik anda pergi, anda tidak bisa seenak nya di rumah saya." Herry sudah kesal dengan tingkah Javier yang mericuh di rumahnya sendiri.
"Pistolku tidak membunuh perempuan. Tapi bagamana jika kau saja yang menggantikan nya."
Javier menodongkan pistol ke arah Herry membuat Herry terbelalak.
Elsa yang melihat Javier mulai menarik pelatuk akhirnya berbicara.
"Ya ... iya. Aku yang menyuruh Hanna membunuh Alexa!!" teriaknya.
Bersambung
__ADS_1