
Ini sudah malam hari, Javier sedang berkutat dengan laptop di ruang kerja nya selama tiga jam.
Benar kata Pak Liam, Javier harus memberikan waktu untuk Sky tenang. Dan akhirnya pria itu memilih mengasingkan diri di ruang kerja nya.
Sky berjalan mengendap-ngendap untuk mengintip suaminya. Gadis itu mengintip suaminya di depan pintu yang setengah terbuka.
Dia masih kerja, aku masuk atau biarkan saja ya.
Setelah berfikir beberapa menit akhirnya Sky memilih pergi dari ruang kerja suaminya tapi.
"Kenapa mengintip, masuk saja sayang." teriak Javier dari dalam sana.
Sky menghela nafas, kenapa suaminya bisa tahu. Sky pun akhirnya berbalik dan masuk ke ruang kerja Javier.
Pria itu sudah menyambut istrinya dengan melentangkan tangan nya minta di peluk.
Sky menghampiri Javier dan memeluknya. Javier langsung menarik kaki Sky untuk duduk di pangkuan nya.
Gadis itu duduk di pangkuan suaminya dengan menghadap ke depan. Mereka saling bertatapan sampai akhirnya Sky berbicara.
"Maaf," lirihnya.
"Kenapa minta maaf?" tanya Javier.
"A-aku ... aku menendang itu mu tadi."
Javier tersenyum. "Itu mu apa sayang? Apa yang kau tendang hm?"
"Itu mu ... eumm ... yang bawah," jawab Sky mengigit bibir bawahnya malu.
"Apa sayang, aku tidak mengerti yang bawah apa?" tanya Javier seraya mengelus wajah Sky dan menahan senyumnya. Javier sedang menggoda istrinya.
"Yang bawah apa hm?" tanya nya lagi.
"Olaf," celetuk Sky dengan polos nya membuat Javier tertawa.
Sky memukul dada Javier seraya cemberut. "Ih kenapa kau tertawa, aku tidak mungkin menyebutkan nama aslinya kan."
"Jadi kau menamainya olaf?" ucap Javier terkekeh pelan.
"Aku tidak tahu harus menyebutnya apa," ucap Sky pelan tapi masih terdengar di telinga Javier.
"Olaf hampir saja mati sayang, ah itu sakit sekali."
__ADS_1
"Benarkah?" tanya Sky terkejut dengan pernyataan suaminya. Apa tendangan nya sekeras itu sampai membuat olaf hampir mati di bawah sana.
Javier mengangguk. "Minta maaf dengan olaf sayang."
"Aku sudah minta maaf tadi."
"Kau meminta maaf kepadaku bukan kepada olaf."
"Itu kan sama saja."
"Beda sayang. Begini cara meminta maaf kepada olaf."
Javier mengambil tangan Sky dan menaruhnya di bagian bawahnya yang sudah men*njol sekarang. Itu pasti karena di duduki Sky.
Sky seketika menarik tangan nya dengan membulatkan mata kala merasakan sesuatu menonjol di bawah sana.
Javier terkekeh. "Bukan kah kau mau meminta maaf dengan olaf sayang?"
"K-kenapa harus seperti itu."
"Memang seperti itu. Kau harus mengelusnya dan meminta maaf langsung dengan olaf."
Sky menghela nafas. "Olaf maafkan aku."
Javier pun tersenyum gemas lalu ikut mengejar Sky, tidak semudah itu kabur setelah membangunkan bagian bawah tubuhnya.
"Mau kemana sayang hm?" Javier berhasil menangkap tubuh Sky dari belakang.
Dan dengan sekali gerakan ia menggendong tubuh istrinya ala bridal ke kamar.
Javier menidurkan istrinya di ranjang.
"By ..." panggil Sky yang melihat Javier malah membuka kancing baju dan celana nya.
Javier langsung menerkam istrinya dengan tidur di atas tubuh Sky.
"Katanya mau meminta maaf dengan olaf."
"T-tapi kenapa harus seperti ini."
"Memang seperti ini caranya sayang."
Javier mengelus wajah Sky. "Aku tidak bermaksud meremehkanmu melawan Zivania. Aku hanya takut kau terluka."
__ADS_1
Javier tahu Sky mendiamkan nya tadi karena merasa Javier meremehkan kemampuan Sky. Pria itu sempat menghalangi Sky melawan Zivania dan itu membuat Sky marah dengan suaminya.
"Aku kuat, by. Aku justru malu kalau hanya berlindung di belakang tubuhmu, apalagi dia perempuan."
Javier tersenyum lalu mengecup bibir Sky. "Aku baru tahu mommy serangga ku seganas ini."
"Aku benci dia datang ke sini dan makin benci ketika kau melarangku melawan nya," ujar Sky dengan menekuk wajahnya.
"Cemburu mu menyeramkan sayang ..."
Sky hanya diam dengan masih menekuk wajahnya sementara tangan Javier sudah merayap melepas cel*na dal*m istrinya yang kebetulan Sky sedang memakai dress pendek membuat Javier mudah melepasnya.
"By ..."
"Ssstt ..."
Javier menciumi wajah, telinga dan leher Sky sebelum akhirnya yang di bawah sana mendobrak masuk ke tubuh Sky.
"Olaf sudah memaafkanmu, sayang," ucap Javier dengan suara beratnya seraya terus bergerak di atas Sky.
Sky hanya pasrah menerima terkaman dari suaminya.
Dan kali ini tidak selama seperti di penginapan. Javier tidak mau membuat istrinya tidak sadarkan diri lagi.
Setelah selesai berbaikan dengan olaf Javier memeluk Sky dari belakang, gadis itu sekarang sudah polos tanpa busana sedikit pun. Mereka berada di bawah selimut berdua.
"Aku tidak akan membiarkan Zivania masuk ke mansion ku lagi."
"Tidak, by. Biarkan saja dia keluar masuk sesuka hatinya sekarang."
Javier mendongak menatap istrinya. "Sayang bukan kah kau bilang tidak suka dia ada di sini."
"Iya, tapi setelah di pikir-pikir lebih baik aku melawan nya saja."
"Nanti kau mendiamkan ku lagi sayang ..." Javier menekuk wajahnya.
"Tidak, By. Selama kau diam dan membiarkan aku melawan mantan lima tahun mu itu," ucap Sky dengan nada kesalnya. Ah ia selalu kesal mengingat suami nya menjalin hubungan selama itu.
Javier terkekeh dan mencium pipi Sky. "Aku yakin mommy serangga ku pasti menang."
Sky tersenyum. "Aku akan mengigit nya, By." Kemudian mereka tertawa dan kembali melakukan olahraga malam nya.
Bersambung
__ADS_1