Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#69


__ADS_3

Jam terus berputar sudah pukul satu malam Javier masih saja belum kembali setelah pertengkaran mereka siang tadi.


Sky duduk di depan televisi yang menyala dengan sesekali melihat ke arah pintu berharap suaminya itu kembali ke kamar.


Sky mencoba menelpon Javier tapi nomornya tidak aktif. Ia menghela nafas mematikan televisi lalu beranjak ke ranjang nya.


Gadis itu memilih untuk tidur berharap ketika bangun suaminya sudah ada di sampingnya.


Pagi pun tiba, Sky mengerjapkan matanya dan meraba-raba ranjang di sampingnya. Kosong, pria itu tidak kembali.


Sky menekuk wajahnya, apa kemarin ia sudah keterlaluan sampai Javier tidak mau kembali ke kamar.


Sky turun dari ranjang dan tak sengaja menginjak surat perjanjian yang sudah terbakar setengah.


Ia mengambilnya dan memandang surat perjanjian itu, ia menghela nafas berat. Kenapa rasanya sakit melihat isi perjanjian yang terbakar ini.


Padahal isi dari surat perjanjian itu hanya tugas seorang istri pada umumnya.


Kalimat Javier kemarin terasa berputar di kepalanya. Memang benar, isinya hanya tugas seorang istri pada umumnya. Javier hanya meminta Sky memeluk, mencium dan tidak membantah dengan apa yang dia katakan.


Tapi dengan begitu egoisnya Sky membentak Javier membuat pria itu akhirnya membakar surat perjanjian mereka.


Dan lagi, seharusnya hal seperti itu tidak ada dalam perjanjian, bukan? tanpa di minta pun seharusnya Sky melayani Javier.


Sky memijat kepalanya karena kebodohan nya sendiri.


Gadis itu memilih mandi dan keluar dari kamar siapa tahu Javier sudah ada di mansion.


Senyuman Sky menggembang kala mendengar suara ricuh dari meja makan. Ia segera turun ke bawah mencari Javier dan ternyata.


Pria itu tidak ada disana. Sky menghembuskan nafas kecewa. Athes and the geng, Philip, Thomas, Sekretaris Han, Pak Liam dan Bibi Gail memandang ke arahnya.


"Sarapan, Nyonya." Panggil Pak Liam.

__ADS_1


Sky mengangguk tanpa semangat. Ia duduk di kursi biasanya, Sky menoleh ke kursi utama milik Javier. Pria itu selalu duduk di sana, tapi sekarang kursi itu kosong.


Sky menoleh ke arah Sekretaris Han. "Javier?"


"Di kantor, Nyonya."


Sky mengangguk dan hanya memainkan sendok di piring nya saja. Semua orang yang ada di meja makan menatap Sky bingung bahkan Athes and the geng saling menyikut satu sama lain.


"Aku tidak lapar. Kalian makan saja."


Sky beranjak dari kursi dan memilih pergi ke balkon. Sekretaris Han segera menyusul Sky.


"Kenapa dia?" tanya Philip.


"Pertengkaran rumah tangga," Jawab Thomas.


"Kau mau taruhan tidak, berapa lama Javier mendiamkan istrinya."


"Kau selalu mengajakku taruhan sial*n!! Sudah lah aku lapar. Biarkan saja pertengkaran seperti itu hal wajar!" Ujar Thomas.


"Memang seperti itu. Iya kan, Pak Liam?" sahut Thomas menatap Pak Liam.


Pak Liam mengangguk. "Iya. Tapi semoga saja mereka cepat berbaikan lagi."


Sky hanya berdiri di balkon memandang pemandangan di depannya. Sekretaris Han menghampiri Sky dan berdiri di sampingnya.


"Javier memintaku untuk mengajak mereka semua makan bersama agar kau tidak kesepian, Nyonya."


Sky menoleh ke arah Sekretaris Han. "Kapan dia pulang?"


"Tidak tahu."


"Mau mendengar ceritaku tidak, Nyonya?"

__ADS_1


Sky mengangguk.


"Aku dan Javier tumbuh bersama dari kecil. Dia selalu bilang kalau Ayahnya juga Ayahku. Kita bermain bersama dan sering bertengkar seperti adik kakak. Aku mulai bersikap sopan dengan nya semenjak aku di angkat menjadi sekretaris pribadi nya."


"Dari kecil Javier selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia selalu memaksa untuk memiliki hal yang dia suka dan itu berlaku sampai sekarang."


Sky masih setia mendengarkan dengan memandang ke arah Sekretaris Han.


"Bukan kah pernikanmu dengan Javier hasil paksaan juga?"


"Hari itu, aku baru tahu kalau Javier mengubah surat perjanjian denganmu, Nyonya. Aku bertanya dalam benakku, kenapa Javier melakukan nya. Padahal dia bilang kau hanya mainan untuknya."


"Sampai akhirnya aku mengingat hari dimana aku hendak menggendongmu untuk membawamu ke mobil tapi Javier berteriak marah. Dia bilang aku tidak boleh menyentuh mu karena kau istrinya."


Ini berbeda. Dia istriku, kau tidak berhak menyentuhnya!


Sekretaris Han mengingat ucapan Javier di hotel selepas pernikahan hari itu.


"Tapi bukan kah saat itu Carla juga istrinya? Kenapa hanya kau saja yang tidak boleh di sentuh orang lain."


Sky mencerna ucapan Sekretaris Han.


"Dia memintaku menaruh alkohol di minumanmu agar kau tidak memberontak ketika di ajak ke mansion, itu yang dia katakan. Tapi sepertinya bukan itu, dia memang menyusun rencana untuk memanipulasi isi dari surat perjanjian itu."


Sekretaris Han menatap Sky.


"Nyonya ... sepertinya dia memang sudah menyukaimu bahkan sebelum pernikahan kalian di gelar."


"A-aku ..."


"Masih ragu dengan hati Javier?" Sekretaris Han berusaha menebak.


Sky mengangguk dan Sekretaris Han tersenyum tipis.

__ADS_1


"Itu hal yang wajar. Pertemuan kalian berawal dari paksaan apalagi sekarang Zivania kembali ke sini."


Bersambung


__ADS_2