Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#29


__ADS_3

Sky sedang mencuci piring menggantikan Elsa. Awalnya Elsa menahan Sky agar tidak masuk ke rumahnya tapi Sky terus memaksa demi bertemu dengan Herry ayahnya.


Akhirnya Elsa mengeluarkan otak licik nya, mengizinkan Sky masuk dengan syarat membereskan rumahnya yang berantakan, Sky pun akhirnya setuju.


Elsa dan Aleza sedang sibuk makan cake di meja, lihat dua singa betina ini tadi menghina Sky tapi tentengan dari Sky tetap di makan juga.


"Ma, bukan kah Sky menikah dengan pria kaya, kenapa masih bekerja di cafe kecil itu?" tanya Aleza yang melihat seragam cafe tempat Sky bekerja.


"Ya begitulah namanya juga perempuan munafik, muka dua. Kerja di cafe pasti cuman pengen di puji orang lain doang. Istri kaya raya yang sederhana."


"Cih benar, mah. Munafik!"


Aliandra baru saja meruni anak tangga melihat Elsa dan Aleza sedang menyuapkan cake ke mulutnya lalu beralih menatap Sky yang sedang mencuci piring.


"Kemari, Al. Makan disini," Panggil Elsa.


Aliandra acuh , ia melengos begitu saja melewati Elsa dan Aleza untuk menghampiri Sky.


"Dasar anak itu!" Elsa menggelengkan kepala dengan sikap dingin Aliandra.


Aliandra mengambil gelas untuk menuangkan air.


"Apa kau baik baik saja?" Tanya Aliandra kepada Sky.


Sky yang sedang mencuci piring memandang Aliandra.


"Kau bertanya tentang keadaanku Al?" Aliandra mengangguk, Sky tersenyum.


"Makasih. Baru kali ini ada yang perduli denganku di rumah ini."


"Maaf," ucap Aliandra.


Sky mengerutkan alisnya. "Kenapa?"


"Karena baru sekarang aku berani menanyakan kabarmu. Sebenarnya aku selalu menanyakan kabarmu, tapi di dalam hatiku saja. Aku terlalu malu untuk menanyakan langsung, mengingat kau membenciku."


"Kalau saja aku menanyakan kabarmu secara langsung setiap hari, kau tidak akan menerima perjodohan ini dan akan tetap berada di rumah ini bukan? Kau menerima perjodohan ini karena merasa di rumah ini kau diasingkan oleh semua orang, termasuk ayah. Iya kan?"


Sky ternganga kenapa sikap Aliandra yang terkenal dingin ini berubah 180°. Kemana Aliandra yang tidak pernah mau ikut campur dengan urusan keluarga di rumah ini, kemana Aliandra yang hanya diam ketika satu rumah beradu mulut, kemana Aliandra yang lebih suka bermain game dari pada berbicara dengan orang orang di rumah ini.


Sikap Aliandra benar benar membuatnya terkejut, bahkan ucapan adiknya terdengar begitu tulus dengan nada penyesalan di dalamnya. Benarkan Aliandra menyesal karena tidak bisa bertanya langsung keadaan dirinya atau ini hanya akting seperti mama, Aleza dan Ayahnya.


Sky memegang kedua bahu Aliandra. "K-kau, kau benar Aliandra?"

__ADS_1


"Iya---Kakak." Sky kembali membulatkan mata. Panggilan kakak pertama kali terdengar jelas di telinganya, dari dulu Aleza dan Aliandra tidak pernah memanggilnya kakak.


Sky mulai berkaca kaca, begitupula dengan Aliandra. Cairan bening mulai membasahi pipi Sky, rasa sakit di dalam dadanya terasa terangkat walaupun hanya setengah. Terangkat dengan panggilan kakak yang keluar dari mulut adik laki lakinya ini.


Sky tidak bisa menahan lagi, ia memeluk Aliandra. Begitu pula dengan Aliandra, ia memeluk Sky dengan erat seraya terisak.


"Aku tidak pernah membencimu, Al. Jangan pernah berfikir aku membencimu."


"Maaf... maaf... maafkan aku kak. Maafkan aku... hiks. Maaf aku tidak membela mu ketika ayah menyiksamu, maafkan aku yang diam ketika mama dan Aleza sering memfitnahmu. Maafkan aku yang hanya diam ketika kakak di jodohkan oleh ayah. Aku tau kakak selama ini menderita tapi aku hanya diam, maafkan aku hhhhuuaaaa... hikss.. kakak.. maaf."


Sky berusaha mati matian agar tidak menangis, tapi pelukan dan ucapan Aliandra membuat tangisannya pecah seketika.


Begitu pula Aliandra, kini ia memilih mengungkapkan perasaan yang ia pendam selama ini, tentang rasa sakit yang di alami kakaknya. Aliandra begitu menyayangi Sky tapi Sky tidak pernah tahu itu.


Aliandra tidak diam ketika Sky di siksa oleh Herry. Ketika Sky dikurung di gudang yang gelap, diam diam Aliandra lah yang membukakan pintu gudang itu.


Pernah Sky di larang makan di rumahnya sendiri oleh Herry dan juga Elsa. Diam diam Aliandra menyimpan cemilan di kamar Sky sebelum gadis itu masuk.


Ketika Sky demam tinggi, Aliandra mengompres kening Sky di malam hari. Sky tidak tahu kalau Aliandra masuk diam diam ke kamarnya.


"Kak kita pergi dari rumah ini. Kakak juga bisa kabur dari suami tua itu. Biarkan kita menjalani hidup berdua saja. Aku tidak keberatan."


Sky melepaskan pelukannya, menatap lekat lekat mata Aliandra dan wajahnya yang sudah basah karena air mata.


Aliandra mengangguk.


Sky tersenyum. "Suamiku memperlakukan ku dengan baik. Dia tidak pernah kasar, jangan khawatir, Al. Lagi pula aku sudah tidak tinggal di rumah ini lagi. Ayah atau mama tidak akan menyiksaku lagi."


"Jadi kakak bahagia dengan pernikahan ini?"


Sky diam selama beberapa detik. Jika ia bilang bahagia maka sebenarnya tidak, jika ia bilang menderita juga tidak, karena Javier tidak memperlakukan Sky dengan kasar selama ini. Malah Sky mempunyai teman baru ketika menikah dengan Javier. Seperti Athes dan yang lain.


Ia juga tidak merasa kesepian lagi karena ada Pak Liam dan Bibi Gail yang baik hati.


"Ya. Aku bahagia." Akhirnya kalimat itulah yang keluar untuk menenangkan perasaan adiknya ini.


Elsa dan Aleza datang menghampiri mereka.


"Kenapa kau memeluknya Al?" tanya Aleza.


"Memangnya kenapa? apa aku tidak boleh memeluk kakak ku sendiri?"


"K-kakak?" Elsa terbelalak mendengar anaknya memanggil Sky dengan panggilan Kakak.

__ADS_1


"Dia bukan kakakmu!"


"Dia kakak ku ma!"


"Bukan, Al Bukan. Jangan memanggilnya kakak!"


Sky tersenyum sinis ke arah Elsa. "Kenapa? Apa mama takut sekarang hm? karena sudah ada satu orang di rumah ini yang memihak kepadaku."


"Tinggal Papah. Papah yang akan memihak kembali untukku seperti dulu saat aku kecil."


"Cih, jangan terlalu percaya diri. Terlalu percaya diri bisa membuatmu gila!"


"Aku yang akan membuatmu gila karena di tinggalkan oleh papah!"


"Berani kau bicara seperti itu!" Elsa mengangkat tangannya ke udara hendak menampar Sky tapi Aliandra segera menangkap lengan ibunya itu.


"Aku tidak akan pernah membiarkan mama menyakiti kakak ku lagi!"


Aleza dan Elsa tercengang dengan ucapan Aliandra.


"Kau gila, Al. Kau membela dia dari pada mama!" Kesal Aleza.


"Aku membela yang benar dari orang yang salah seperti kalian!"


Elsa menarik lengannya dengan kasar menatap Sky dengan tajam.


"Apa yang kau lakukan terhadap anakku. Mengapa dia menjadi seperti ini hah. Sky Apa yang kau lakukan!!" Elsa menguncang keras kedua bahu Sky dengan amarah.


Aliandra berusaha memegang tangan ibunya. "Cukup ma!"


.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2